Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Tetranol


__ADS_3

"I.r.m.a minta jalur menuju daerah selatan"


ujar william dari balik topeng ballisticnya.


Sebuah peta dengan markah dalam format tiga dimensi terlihat dibalik thundervisor yang dikenakanya.


Deru suara mesin 3000cc terdengar menggema saat Gundala menekan gas kendaraan tersebut hingga maksimal.


Sementara dari tayangan drone5 beberapa pria terlihat sedang mengamuk di daerah selatan.


Petugas keamanan yang dikerahkan sepertinya tidak cukup untuk menghentikan amukan massa tersebut.


Beberapa tembakan peringatan dikeluarkan namun massa yang beringas tetap tak bergeming.


"..pak wil.." ujar Anto dari balik jalur komunikasi.


"Ya to.." jawab gundala singkat.


"Analisa awal massa yang mengamuk saya kirim ke i.r.m.a" ujar Anto.


"..ada apa to?"


kembali gundala bertanya sembari menambah kecepatan motor tungganganya.


"Ada yang aneh pak.." ujar anto singkat.

__ADS_1


Tayangan drone 5 memperlihatkan beberapa pemuda yang sedang mengamuk di area selatan.


Beberapa bangunan sudah terbakar terkena bom molotov yang dilempar massa yang mengamuk tersebut.


Polisi dan militer mulai diturunkan untuk mengamankan area tersebut namun massa yang sedang mengamuk seperti tidak menghiraukan petugas keamanan yang mulai menembakkan senjata mereka.


"..mereka seperti sedang dalam keadaan tidak sadar.." ujar Gundala dari balik topeng hitamnya.


"..pak will lihat tayangan drone 5 setelah di zoom.." ujar anto sembari memperlihatkan sebuah gambar.


"..mata mereka berwarna…biru?" ujar gundala sembari menambah kecepatan motornya.


Dalam tayangan dari sebuah drone terlihat beberapa orang dari massa yang tengah mengamuk memperlihatkan gejala gejala yang tidak wajar.


"Itu efek tetranol jika sudah masuk ke dalam peredaran darah!!" ujar pak wahyu tiba tiba.


"..sementara beberapa indra perasa tidak berfungsi.." ujar will pelan


"Ini yang dinamakan zombie effect" ujar Anto setelah mendengar penjelasan pak wahyu.


"..aku melihat sebuah bangunan terbakar didepan" ujar Gundala saat mencapai lokasi tersebut.


Beberapa mobil petugas keamanan di tempatkan melintang ditengah jalan untuk membuat barikade sebagai pemisah antara pihak keamanan dan massa yang sedang mengamuk.


Seorang pria yang membawa bom molotov mendekati barikade tersebut dan melemparkan bom yang dibawanya ke arah sebuah truk petugas keamanan yang melintang di tengah jalan.

__ADS_1


Namun tepat sebelum bom tersebut menyentuh truk sebuah benda hitam yang sedang melayang menabraknya hingga bom tersebut pecah diudara.


Terlihat gundala diatas lightning sector menembus kobaran api dari sebuah molotov yang pecah.


Tanpa membuang waktu gundala menyerbu ke arah massa yang tengah mengamuk.


Sebuah tinju dari gundala melemparkan seorang pria dihadapanya hingga terkapar.


Sementara dari arah belakang dua lelaki berbadan besar menyerangnya dengan balok kayu.


Serangan tersebut hanya mengenai tempat kosong sementara dua tendangan dari sayap malam membuat kedua pria bersenjata terlempar dan menghantam sebuah tiang di sisi jalan.


Setelah turun dari lightning sector kembali empat pria besar mengeroyoknya.


Gundala mengambil dua buah balok kayu di sisi jalan dan menghantamkanya hingga pecah kepada ke empat pria tersebut.


Sebuah tong melayang ke arah massa yang mengamuk setelah gundala melemparnya dengan power gloves.


Untuk sementara sosok hitam yang berada di tengah jalan tersebut berhasil memukul mundur massa yang mengamuk.


"Will depan barikade polisi!!" ujar pak wahyu dari jalur komunikasi.


Tepat didepan barikade sebuah mobil tiba tiba terangkat dan terlempar ke arah gundala.


Seorang pria besar dengan tinggi mencapai tiga meter terlihat melangkah menuju ke arahnya.

__ADS_1


"..tetranolnya mulai bermutasi.." ujar pak wahyu pelan


__ADS_2