
Sepanjang jalan Wita hanya diam seribu bahasa ketika pernyataan Adit itu didengarnya. Akhirnya mereka sampai dihalaman rumah Wita dan mereka tidak juga keluar dari dalam mobil itu dan ketika Wita ingin membuka pintu mobil dan mau keluar dengan cepat Adit menarik pergelangan tangan Wita dan itu membuat Wita kembali menutup pintu yang hampir terbuka itu.
" Kenapa kamu menarik tanganku? Aku mau keluar " kata Wita dengan nada marah.
" Apakah aku boleh mengisi hari-harimu dan melakukan apa yang tidak dapat dilakukan Kevin kepadamu? " katanya sambil memegangi bahu Wita dengan kedua tangannya.
Wita masih diam dan tak mau menjawab sekata pun atas pertanyaan yang diberikan Adit kepadanya.
"Jawab Wita ku mohon" kata sambil menggoyang - goyangkan bahu Wita.
" Tapi....aku punya Kevin aku tidak bisa menghianatinya" kata Wita dan tak mampu menahan air mata yang mengalir membasahi pipinya yang putih itu.
" Aku tidak minta kau putus dengannya aku mau kau terima aku saja untuk melakukan apa yang tidak bisa dilakukan Kevin kepadamu saat dia jauh, itu saja" katanya dengan nada datar.
"Tapi bagaimana jika nanti dia datang kesini, apa yang harus aku lakukan? Itu hanya akan membuat kamu terluka dan aku tidak mau itu terjadi" yang ada kita bertiga yang akan tersakiti.
" Masalah itu biar aku yang menanggungnya yang penting kau mau menjalin hubungan dengan ku itu sudah cukup masalah yang ku " katanya sambil terus menatap mata Wita dan Wita juga menatap mata Adit dan Wita tidak mendapatkan kebohongan di mata Adit.
" Tapi.... " kalimat Wita terhenti
__ADS_1
" Lalu apa lagi? Apakah karena aku polisi? Sehingga kau elergi? Dan hanya ayahmu yang baik, kau bisa buktikan dengan lebih mengetahui aku lebih dalam seiring berjalannya waktu. Jika soal hatimu juga biar waktu juga yang menjawab dan sekarang yang perlu kau jawab boleh tidak aku melakukan apa yang tidak dapat dilakukan kodok hijaumu itu kepada mu? "katanya dengan nada tinggi tidak sabar ingin mendengarkan jawaban.
" Apa kodok hijau? " kata Wita merasa aneh dengan sebutan yang diberikan Adit ke Kevin. " Dia punya nama Kevin namanya" kata wita yang tak ingin kekasihnya dihina.
" Cih..males banget aku sebut namanya, dia hanya beruntung saja bisa dapat kamu karena kalian tinggal dikota yang sama, kalau tidak mana mungkin " katanya merasa jijik mengingat nama Kevin.
"Aku kasih jawabannya dua minggu lagi biarkan aku berfikir " kata Wita.
" Kenapa tidak sekarang Wita, apakah kau ingin membuat aku gila? " katanya histeris.
" Itu salah satu yang tidak bisa kau lakukan dan bisa dilakukan Kevin untukku yaitu bersabar" kata Wita dengan tegas.
"Ok, dua minggu dari sekarang " sambil mengarahkan kelingking kanannya dan Adit mengikutinya dan mereka sama-sama berkata kata "janji".
" Ya udah aku pulang dulu ya " kata Adit lagi sambil mengelus lembut kepala Wita.
Wita hanya terdiam dengan apa yang baru saja dilakukan Adit kepadanya dan mereka keluar dan Adit berpamitan hanya dengan Arini mama Wita dan lalu pergi meninggalkan rumah wita karena sanjaya masih dikantor piket.
Ketika Adit sampai dirumah dinasnya dan dia langsung mengabari Wita melalui ponselnya dan itu pertama kalinya Adit menggunakan ponsel setelah Wita memberikan nomor ponselnya ke Adit ketika pertama kali Adit makan siang dengan Wita karena ancaman.
__ADS_1
Pesan dari Adit
"Sesore menjelang malam ibu guru galakπ, maaf mengganggu. Jangan lupa mandi ya karena tadi terakhir aku lihat wajah kamu kusam karena menangis ragara si kodok hijau itu. Jangan kesal karena aku bilang kodok hijau pada Tentara mu itu π
Pesan dari Wita
" Sore juga donat, iya aku baru aja selesai mandi. Biarin saja kamu bilang dia kodok hijau aku tetap suka kok sama dia walau dia kodok hijauπ"
Pesan dari Adit
" Biarin saja aku dikatain donat, donat itu kan enak dimakan dan rasanya manis π. Udah jangan lupa makan malam ya guru galakku πππ
Pesan dari Wita
" Iya bawel π‘"
Pesan dari Adit
"πππ jangan marah dong"
Setelah mereka saling berbalas pesan Wita langsung makan malam sesuai perintah Adit, Wita heran kenapa dia mau saja mengikuti apa yang diperintahkan Adit. Jangan-jangan aku mulai suka kedia " oh tidak-tidak kamu punya Kevin katanya" ngomong sendiri sambil tersenyum.
Ketika malam tiba Adit mengucapkan selamat tidur melalu pesan dari ponselnya dan hati Adit sangat senang melakukannya,dan yang menerima pesan pun merasa bahagia diperhatikan.
" Oh Tuhan apakah ini tanda memang aku sudah suka dengan Adit atau ini hanya perasaan kesepian karena Kevin jauh dan Adit yang melakukan semua dan aku menjadi bisa sebahagia ini? " katanya berbicara sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Disebrang sana Adit juga merasakan hal yang sama "aku berharap Wita mau menjadikannya yang kedua aku tidak perduli karena aku yakin aku akan menjadi satu-satunya dan sikodok hijau itu bisa mundur teratur".
Apa yang terjadi setelah ini jangan lupa votenya ya, biar tambah semangat nih nulisnya π jangan lupa dan mudah-mudahan kalian suka dengan cerita ku ya.