
Sebulan setelah kecelakaan yang menimpa Aditia, Wita selalu dirundung kesedihan karena suami yang selama beberapa bulan ini selalu menjadi tempat untuk Wita berkeluh kesah dan sekarang hanya diam tanpa mampu menjawab pertanyaan yang Wita ajukan.
Wita hanya bisa berbicara sendiri tanpa balasan dari suaminya itu dan sekak kecelakaan yang menimpa Aditia mertuanya membantu Wita untuk menjaga Adit dirumah sakit, karena saat ini Wita sedang mengandung buah cinta kasih mereka. Disamping itu Wita juga harus membagi waktu untuk mengajar.
Seperti saat ini Wita sedang melaksanakan rapat untuk bahas hasil belajar siswa saat, hanya tubuh Wita yang ada disitu namun jiwanya ada dirumah sakit.
Rasanya dia ingin menghentikan rapat ini dan permisi kepada kepala sekolah yang memimpin rapat untuk ke rumah sakit ,namun dia harus bersabar sampai muzijat itu datang menyapa suaminya.
" kenapa kamu sangat sedih sekali Wita" kata Lastri kepadanya.
" Ahh tidak apa aku hanya kepikiran dengan suamiku yang lagi sakit" kata wo dengan mata yang berkaca.
__ADS_1
" kamu harus kuat wira demi anak yang kamu kandung dan jika kamu kuat Adit juga akan lebih kuat melawan penyakit yang sedang dirasakannya saat ini" Lastri memeluk Wita seolah ikut merasakan apa yang sekarang sedang dirasakan Wita.
Wita hanya mengangguk pelan dan air mata itu terus membentuk anak sungai dan Lastri menyekanya.
" Ayo kita kerumah sakit aku dan suamiku ingin menjenguk suami mu" kata Lastri.
" Terimakasih atas perhatian kalian terhadap suami ku, suamiku beruntung punya teman sebaik kalian" kata Wita yang lagi-lagi menangis dan sesenggukan.
" Sudalah bu Wita hanya ini yang bisa kami lakukan". Kata Mateo yang juga merasa sedih melihat istri sahabat yang ada didepannya itu.
__ADS_1
" Ohh iya bu Wita kami permisi dulu jika ada perkembangan tolong hubungi kami, karena kami harus kembali bekerja " kata Iwan kepadanya.
" Baik pak, saya akan mengabari bapak dan yang lain" dan semua rekan kerja Adit yang merupakan anak buah suaminya itu memberikan hormat kepada atasannya.
Begitu juga Lastri dan suaminya undur diri dan minta izin untuk kembali kerumah mereka, tinggallah Wita dalam kesendirian dan kesedihan menunggui suaminya yang seperti mayat hidup.
Seperti kata Lastri dia harus kuat demi anak dan suaminya, walaupun sangat berat namun dia harus bertahan. Walaupun dokter mengatakan kalau Adit hanya mempunyai kesempatan hidup sekitar dua puluh persen, namun Wita yakin seratus persen dengan pengobatan dan doa yang selalu dipanjangkan kepada Tuhan yang mahakuasa maka suami dan ayah dari calon anak yang dia kandung itu akan sembuh. Wita juga selalu dapat dukungan dari keluarga besar dan juga mertua yang tak bosan-bosan memberikan wira dukungan baik secara moral dan finansial.
Seorang pria sedang berjalan menuju ruang dokter namun pria itu menyadari seseorang yang sangat dia kenal menangis tepat didepan kaca ruang ICU. " Wita ya itu Wita" kata pria yang sedang kaget dengan apa yang dilihatnya itu.
__ADS_1
***Siapa pria itu jangan lupa votenya ya*** 😊