
"Wita apa yang kamu lakukan di sini?" Kata Adit kepada Wita dengan wajah penuh keheranan.
Tak kalah dari Adit , Wita pun heran " seharusnya aku yang tanya ngapain mas Adit disini?" Kata Wita.
" Ngapain kamu ada disini apa kamu tidak bertugas?" Kata Wita.
" Aku lagi bebas tugas karena baru menyelesaikan misi besar dan sukses dan aku akan menghadiri upacara kenaikan pangkat ku" kata Kevin
"Terus kamu ngapain kerumah sakit?" Kata Wita lagi karena Wita tak yakin kalau mereka bertemu karena ketidak sengajaan.
" Ok aku akan coba jelaskan ,aku kesini bersama dengan istri aku yang sedang ingin periksa kandungan. Sekarang aku boleh kan tanya kamu kenapa disini" kata Adit yang mulai kesal karena yang ditanya malah balik tanya.
Wita hanya bisa menangis dan tertunduk lemah tak berdaya sesekali dia terisak dan Kevin menyadari dan kembali bertanya " kamu kenapa Wita" kata Kevin makin penasaran.
__ADS_1
" Suamiku mas dia kecelakaan dan sekarang terbaring disana" Wita menunjuk kearah ruang ICU.
" Aku minta maaf Wita aku tidak mengetahuinya, kapan kejadiannya"
" Sebulan yang lalu mas, ohh ya mas aku pergi dulu ,aku tidak mau istri kamu nanti salah paham"
Tiba\-tiba Amira muncul setelah keluar dari ruang dokter "mba, Wita kamu tidak usah merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Aku tidak akan pernah marah mba. Seharusnya aku yang minta maaf kepada mba karena aku menjadi penghalang cinta kalian berdua" kata Amira dengan nada sedih dan merasa bersalah.
" Jadi kita sekarang sahabat mba?" Kata Amira.
" Ya sahabat, aku dan kamu, Kevin dan Aditya kita sahabat" dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Kevin sangat bahagia dengan pemandangan yang ada di depan mata nya ,melihat orang yang sangat dia sayangi bisa menjadi sahabat.
Dokter memanggil Wita untuk keruangan membicarakan tentang bagaimana dengan kondisi Adit, Wita pun undur diri " mas Kevin dan Amira aku permisi dulu dan tolong doakan suamiku agar cepat sembuh" kata Wita sambil tersenyum kepada orang yang ada di depan nya.
" Baik mba" kata Amira dan Kevin hanya mengangguk bertanda dia setuju.
Wita pergi meninggalkan mereka dan pergi menuju ruang dokter. Sesampainya diruang dokter ,dokter langsung berkata " ibu kami akan memindahkan tuan Adit keruangan inap biasa karena tuan Adit sudah melewati masa krisisnya".
Wita yang mendengar kabar itu pun langsung bersyukur karena suaminya telah melewati masa kritis" terimakasih dokter atas berita yang menyenangkan ini" kata Wita dengan mata yang berbinar.
" Iya ibu, tapi kita harus menunggu sampai tuan Adit sadar dan itu belum tahu sampai kapan. Tuan Adit juga harus tetap memakai alat bantu pernafasan, namun dengan dipindahkan nya tuan Adit diruang inap biasa ibu bisa lebih leluasa berinteraksi dengan tuan Adit. Itu bisa mempercepat kesadaran tuan Adit pulih" kata dokter dengan nada datar.
__ADS_1
" Iya dokter saya akan melakukan yang terbaik bagi suami saya" dengan air mata bahagia yang tiada henti jatuh berderai dipipi mulusnya.
Bagimana cerita selanjutnya apakah Adit bisa segera sadar?