
Keesokan harinya Aditya dan Wita berangkat bersama, seperti biasa Wita diantar oleh Aditya kesekolah dengan disupiri oleh pak Eko setelah sampai Wita langsung turun tanpa mencium punggung tangan suaminya. " Istri apakah kamu mau jadi istri durhaka karena kamu tidak mencium punggung tangan suami kamu?" Kata Aditya seraya mengulurkan tangannya.
" Maaf mas aku tidak sengaja" kata Wita memyambut uluran tangan suaminya. " Hati\-hati ya mas aku mencintaimu" dengan senyum terukir diwajahnya.
Pak Eko melanjutkan perjalanan menuju kantor Aditya, setelah mobil yang ditumpangi Aditya itu menghilang dari pandangan Wita tiba\-tiba seseorang laki\-laki datang dan membius Wita dan membawanya kesebuah gudang tua dan menyekapnya.
*********************************
Diruang kantor Adit merasa sangat gelisah seperti ada yang begitu ditakutkannya dan suara telepon genggam Aditya berbunyi.
Dert...dert...dert....
" Selamat siang pak Aditya Permana yang terhormat, istri anda sekarang ada dalam genggaman kami. Jika anda ingin istri anda selamat anda harus datang sendiri tanpa membawa siapa pun jika anda melanggar anda bisa kehilangan istri anda selamanya. Ingat jangan bawa siapapun dan jangan lapor polisi" kata seseorang diseberang sana.
Aditya mengepalkan tangannya "awas jangan sampai terjadi apa\-apa pun ke istri ku, kalau sampai itu terjadi kau juga akan menerima akibatnya".
" Sudah anda datang saja ke alamat yang saya kirim jangan terlambat jika anda tidak ingin menyesal karena nya" kata orang itu lagi yang membuat Aditya semakin geram dan langsung mematikan sambungan telepon seluler yang dia gunakan.
Aditya pun langsung keluar dari kantornya dan berjalan dengan cepat menuju tempat dimana mobilnya diparkirkan oleh pak Eko dan langsung meminta kunci dan Adit langsung meminta kunci ke pak Eko dan mengendarai sendiri mobilnya. Tidak lupa dia menghubungi Mateo sahabatnya itu yang sekarang masih berada di kota yang sama dengannya karena Mateo sedang mengambil cuti, begitu juga Angga agar dapat membantunya dan setelah sampai di tempat yang di beritahukan oleh si penelepon itu Adit masuk ke dalam dan ketika sampai di dalam terdengar suara tepuk tangan " prok prok prok" muncul seorang yang tidak Adit kenal tapi setelah diperhatikan oleh Adit ternyata Anton. " Akhirnya si kelinci ini masuk perangkap juga" Anton berujar dengan senyum devil yang terukir di wajahnya.
Aditya ingin sekali menghabisi Anton tetapi dia harus bersabar dan mengulur waktu agar bantuan datang , dia juga harus sabar.
Wita terkulai lemah tidak berdaya di atas sebuah kursi kayu dengan tangan diikat dan mulut yang ditutup lab ban, Adit yang melihat kondisi istrinya itu sangat marah kepada Anton yang berdiri tepat di hadapan Adit.
" Kenapa polisi? Ehh salah mantan polisi? Apakah kau takut atau kau sudah tidak lagi punya keberanian untuk membunuh atau menembak aku mati seperti yang kau lakukan pada adik ku Rey? " Kata Anton dengan wajah garang nya.
__ADS_1
Aditya hanya diam tanpa merespon apa pun yang dituduhkan kepadanya karena dia merasa tidak pernah membunuh orang kalau dia tidak melawan. " Aku tidak pernah membunuh adik mu itu sebatas tugasku sebagai aparat penegak hukum dan keadilan" ujar Adit.
" Tutup mulut mu sekarang kau harus membayar dengan nyawa mu kalau tidak dengan nyawamu kau bisa tukar dengan nyawa istri mu yang cantik ini atau aku akan menggagahinya dihadapan mu" Anton mengelus pipi mulus istrinya itu.
" Jangan kau sentuh dia kau tidak boleh melakukan apapun terhadap istriku , kau hanya boleh melampiaskan dendam mu kepadaku" kata Adit dengan nada tinggi.
" Tetapi aku lebih tertarik dengan menyakiti istrimu karena dengan menyakiti istrimu kau juga anak mu akan tersakiti dan mungkin kau bisa yg gila jika aku menyakiti istrimu" kata Anton dengan nada mengejek.
" Angkat tangan" kata Mateo sambil menodongkan pistol ke arah Anton dan Anton memanggil semua anak buahnya namun tak seorang pun yang datang.
" Kau tidak perlu repot\-repot memanggil mereka karena mereka sudah kami amankan" kata Mateo " sekarang serahkan saja dirimu kepada pihak berwajib sebelum kau menyesal".
Tiba\-tiba Anton menodongkan pistol dan menarik pelatuk pistol nya dan ingin membunuh Adit karena dalam pikirannya jika Adit mati paling tidak Adit bisa menyusul Rey adiknya. Namun sebelum peluru menembus dada Adit Mateo sudah terlebih dulu menembak tangan Anton setelah pistol terlepas dari tangan Anton Mateo langsung memborgol Anton dan mengiringinya ke mobil polisi.
Aditya membuka ikatan yang ada ditangan istrinya dan membuka penutup mulut istrinya itu dan mengangkat nya kedalam mobil dan membawa istrinya itu kerumah sakit karena dia pingsan.
Sesampainya dirumah sakit Adit langsung memasukkan istrinya ke ruang UGD dan langsung ditangani oleh dokter dan Adit menunggu di luar ruangan, setengah jam kemudian dokter keluar dan mengatakan " istri bapak tidak apa\-apa hanya saja istri bapak sedang hamil itu makanya istri bapak pingsan" dokter menjelaskan.
" Apa dokter hamil? " Aditya heran karena dia tidak tahu kalau istrinya sedang hamil.
__ADS_1
" Iya pak, sekarang bapak bisa menemui istri bapak dan saya sarankan bapak membawa istri bapak ke dokter kandungan" kata dokter itu.
" Baik dokter terimakasih saya akan membawa istri saya untuk memeriksa kandungan nya ke dokter, saya permisi dulu" kata Adit .
" Iya pak silahkan saya juga mau lanjut memeriksa pasien" kata dokter.
Setelah dokter itu pergi Adit masuk keruangan Wita dirawat dan dia memandangi wajah sendu istrinya itu. Wita yang mulai menggerak dan mengerjapkan matanya " suami aku dimana?" Dengan suara yang masih sangat lemah.
" Kamu dirumah sakit sayang kamu tadi di sekap oleh Anton, apa yang kamu rasakan istri? Apakah ada bagian tubuhmu yang sakit?" Kata Adit panik.
" Tidak ada suami, aku kangen sama Dito putra kita , bagaimana dia sama siapa dia suami?" Pertanyaan yang bertubi\-tubi itu dilontarkan oleh Wita.
" Sayang kamu jangan panik dan kawatir Dito sama papa dan mama juga Ijah dirumah , kamu harus banyak istirahat karena kamu sedang mengandung anak kedua kita calon adiknya Dito!" Kata Adit sambil menatap wajah istrinya dengan senyum bahagia.
" Apa? Hamil?" Kata Wita tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Iya istri ku sayang, aku bahagia sekali karena untuk kehamilan mu kali ini aku bisa mendampingi kamu" Adit memeluk istrinya dan mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala istrinya dan mereka saling berpelukan.
Seminggu kemudian dokter mengizinkan Wita untuk pulang dan Wita tidak lagi diperkenankan untuk mengajar dan dia hanya mengawasi sekolah itu saja.
Perusahaan Aditya juga semakin maju dan mereka hidup bahagia tanpa ada lagi Anton yang selalu menjadi biang masalah setelah mendengar putusan hakim Anton dipenjarakan dengan tuduhan penculikan terhadap Wita dan percobaan pembunuhan terhadap Aditya.
__ADS_1
Mateo naik pangkat dan juga dikaruniai anak hanya beda dua bulan dari kelahiran anak kedua Wita dan Aditya. Semua berakhir indah.
Akhirnya selesai juga novel ku ini semoga yang membaca merasa terhibur maaf jika cerita kurang berkenan saya mohon maaf karena saya masih belajar , saya menerima semua kritik saran dari teman-teman. Akhir kata saya ucapkan terimakasih 😘