
Di sebuah rumah mewah Anton dan Roy membicarakan pembalasan dendam kepada Aditya dan ditengah pembicaraan Anton marah ke pada Roy" Roy seharusnya kamu tidak perlu pakai perasaan kamu jika kamu mau balas dendam, karena pasti kau tidak akan tega melakukan nya" sambil menghentakkan meja Anton mengatakan itu kepada adiknya.
" Nita juga begitu dia pakai perasaan dan akhirnya tidak tega , namun apa yang dia dapat hanya pemecatan dan berujung malu" kata Anton dengan nada tinggi.
" Sudahlah kak aku sebenarnya malas membalas dendam lagian itu juga salah Rey dan itu takdir. Kenapa dia tidak langsung menyerahkan diri? Coba dia tidak melawan mungkin dia masih hidup sampai saat ini" kata Roy menyadarkan Anton kakaknya
Anton marah " diam kamu makanya kita tidak pernah bisa cocok , karena kamu terlalu lemah dan melankolis" .
" Aku tidak mau balas dendam karena aku sangat mencintai Wita sungguh\-sungguh mencintainya, biarlah dia bahagia walau tak bersamaku kak " dengan sungguh dia berbicara dari hati yang paling dalam.
" Apa kamu bilang aku tidak mau tahu pokonya kamu harus ikut dalam membalas dendam ini" Anton marah.
__ADS_1
" Terserah pokoknya aku tidak mau " Roy meninggalkan Anton yang sedang marah.
***********************************"
Di tempat lain Aditya bercengkrama dengan Wita serta Dito dan sangat bahagia , Aditya berjalan mendekati Wita dan memegang tangan dan mencium tangan mulus Wita itu " sayang sekali lagi maafkan aku " Adit mencium kening istri cantiknya itu. Wita yang mendengar kalimat yang terucap dari mulut suaminya seketika matanya berkaca\-kaca dan hatinya meluap karena melihat cara suaminya yang meminta maaf dengan begitu romantis nya.
" Suami aku sudah memaafkan mu sayang tidak perlu lagi diingat " air mata yang tadi membendung tumpah tanpa sadar membasahi pipinya yang mulus dan Aditya mengusap lembut air matanya dengan induk jarinya.
Wita memegangi pundak suaminya dan mata mereka saling menatap lekat dan dalam ke renita mata suaminya " suami jangan merasa bersalah seperti itu anggap saja itu jalan Tuhan untuk kita semakin tahu kepribadian kita masing\-masing, agar kita tahu seberapa besar cinta yang kita punya" Wita tersenyum dan saling berpelukan.
__ADS_1
Suasana yang tadi begitu mengharu biru berubah menjadi canda tawa yang bahagia ketika Dito menagis melihat kedua orangtuanya berpelukan dan meminta untuk ikut dipeluk juga " ma...pa...ikut.." mereka langsung menatap Dito dan menggendong anak mereka " sayang jagoan papa jangan nangis ya , kenapa karena tidak dipeluk ya?" Aditya mengambil nya dari kursi khusus yang dipakai anak\-anak seusianya dan mendekapnya dalam pelukan Aditya.
" Ayok kita tidur sudah malam " Wita mengajak mereka untuk tertidur.
Mereka naik bersama dan tidur dengan begitu lelapnya dan kali ini Dito tidur ditengah mereka dan tidak didalam boxnya.
Keluarga itu begitu bahagia dan wajah mereka terlihat sangat damai.
Pagi hari suasana rumah Adit dan Wita sangat baik semua berjalan seperti biasa hanya saja Adit telah menyuruh orang untuk menjaga Wita dari sentuhan para musuh dan para bodyguard itu menjaga dari jarak jauh. Hal itu dilakukan agar Wita tidak merasa risih dan bisa lebih leluasa berinteraksi dengan orang lain dan tidak ada yang merasa dimata\-matai.
__ADS_1
Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen ya 😍