
Setelah sembuh dari sakit Adit harus mengerjakan tugasnya yang telah hampir sebulan ini dia tinggalkan, mulai laporan mengenai kasus yang terjadi di polsek dia bekerja saat ini. Adit juga harus mengatur bagaimana agar wilayah yang dipimpinnya itu bisa aman agar masyarakat bisa lebih percaya pada aparat kepolisian.
Adit juga terkenal sebagi aparat yang bersih serta jujur dan idealis. Adit adalah seorang yang sangat tidak suka dengan suap menyuap baginya yang salah tetap salah dan semua masyarakat harus mendapatkan perlindungan yang sama.
Itulah yang membuat karir Aditia semakin meroket dan saat ini dia sudah digadang-gadang akan menjadi calon kapolres. Adit selain idealis dia juga sangat giat bekerja dan rajin, dia juga punya banyak bisnis dari mengelola perkebunan kelapa sawit, rumah makan dan masih banyak bisnis yang lain. Namun Wita tak mengetahui itu yang Wita tahu Adit hanyalah seorang kapolsek dan Wita juga bukan termasuk wanita yang matrealistis. Itu jugalah yang membuat Adit jatuh hati padanya.
Adit yakin wanita seperti Wita lah yang cocok mendampinginya, Wita juga tipe wanita yang mandiri dan paling suka berusaha sendiri tanpa harus meminta dari orang tuanya.
Walaupun Kevin memberikannya hadiah mobil, Adit tahu itu karena terpaksa karena hal itu sudah pernah Adit tanyakan langsung kepada Wita. Sebenarnya Wita hanya punya hak pakai bukan hak memilikinya maka dari itu Wita jarang sekali memakai itu jika tidak terpaksa.
Malam minggu Adit berencana untuk wakuncar (waktu kunjungi pacar), namun saat itu Adit melihat mobil tentara dengan warna hijau terparkir dihalaman rumah Wita Adit enggan untuk masuk. Karena dia tahu Kevin pasti sudah ada didalam dan Adit hanya memutuskan untuk menunggu didalam mobil dan dia menunggu dengan membuka setengah jendela mobilnya dan menghisap rokoknya.
Adit sebenarnya bukan perokok namun jika dia merasa galau dia akan merokok untuk mengahilangkan suntuk. Adit suntuk karena saat ini lelaki yang menjadi saingannya itu betada dirumah orang yang sangat dia cintai sedangkan dia hanya berada diluar seperti sedang patroli.
" Ooh jadi kamu ingin memutuskan hubungan dengan anak saya? " kata Arini dengan nada menantang. " Benarkan yang mama bilang lelaki ini bukan jodoh mu tapi kamu selalu membelanya. Terbuktikan omongan mama kalau dia akan hanya menyakiti kamu Wita" dengan nada semakin tinggi. " Dia malah ingin menikah dengan orang lain dengan wanita pilihan mamanya" kata Arini yang semakin disulut emosi.
" Maafkan saya tante, om dan juga kamu Wita bukan maksud aku ingin menyakiti kamu, jujur ini pilihan yang sangay berat. Dialin sisi kamu adalah orang yang paling aku cinta dan sisi lain mereka adalah orang tua yang paling aku hormati" Kevin menarik rambutnya dengan kasar.
__ADS_1
Wita hanya menangis dan menundukkan kepalanya dan tak mau menatap wajah Kevin dan Kevin pun minta undur diri dan ketika Kevin ingin keluar Wita mencegahnya "Tunggu Mas ini kunci mobil kamu silahkan bawa pulang, aku tidak mau nantinya mobil itu menjadi madalah untuk aku dan keluarga ku dan terimakasih untuk kebaikan kamu selama ini. Hiks...hiks... " Wita terus menangisi hubungannya yang kandas itu walau Wita sadar sebenarnya dia juga bersalah karena sudah menghianati Kevin. Namun tetap saja rasanya sakit diputuskan sepihak seperti ini.
" Wita biaelah mobil itu untukmu saja aku ihklas, karena bagiku apa yang sudah ku beri tidak akan kutarik lagi" kata Kevin.
" Tidak mas bawalah aku tidak mau nanti orang tua mu beranggapan negatif tentang aku, bawalah mas aku tidak apa" katanya sambil berkaca-kaca.
" Wita...sekali lagi maaf kan aku" kata Kevin.
" Aku juga minta maaf mas, semoga kau bahagia mad dengan gadis pilihan orang tua kamu, aku janji akan datang dipesta pernikahan kamu " kata Wita lagi dan air matanya berjatuhan dipipi mulusnya.
" Sungguh kasihan dan prihatin aku melihat si kodok hijau itu, dia menyangka Wita yang dihianati padahal Witalah sebenarnya yang menghianati bukan mengkhianati tapi sikodok itulah yang memberikan kesempatan untukku agar Wita jatuh sejatuh - jatuhnya kehatiku" kata Adit pada dirinya sendiri.
Adit melihat kepergian Kevin dengan keadaan lesu dan wajah yang sangat terpukul karena Kevin terpaksa putus dari wanita yang paling dia cintai dan harus menikah dengan gadis pilihan orangtuanya.
Aditia mengirim pesan kepada Wita
__ADS_1
" Guru galak kamu dimana? Pasti lagi di kamar nangis"
Wita
"kok kamu tahu"
Aditia
" ya tahu dong aku juga lihat sikodok tadi leluar dari rumah kamu, wajahnya juga kusut dan dia nangis juga"
Wita
" emang kamu dimana donat? "
Adit
"aku dirumah kamu sama papa dan mama kamulah, makanya keluar"
Ketika Wita keluar dari kamar nya Wita melihat pemandangan yang begitu akrab antara papa dan mama juga Adit, apa sebenarnya yang terjadi, kenap papa dan mamanya seolah biasa saja dengan masalah putrinya.
" Apakah mereka senang dengan apa yang baru saja terjadi padaku" batin Wita
__ADS_1
Apa yang sebenarnya yang terjadi sampai orangtua dan Aditia begitu akrab dan merasa senang dengan perpisahan Kevin dan Wita. Mengapa???