Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
28.Akhirnya


__ADS_3

Setelah berbulan\-bulan sampai Wita melahirkan seorang anak laki\-laki yang sangat tampan namun Aditya belum juga sadar, dokter sebenarnya telah menyarankan untuk mencabut alat rumah sakit yang menempel di sekujur tubuh Aditya itu. Namun Wita bersikeras bahwa Aditya akan sadar dan dokter memberikan Wita waktu sebulan lagi jika Aditya tidak kunjung sadar pihak rumah sakit akan melepaskan semua alat bantu itu.



Saat mendengar itu Wita selalu berdoa dan memohon agar Tuhan memberikan kesempatan kepada suami nya untuk bisa sembuh.



Ibu dan ayah mertuanya juga sudah pasrah dan menyerahkan semua kepada tim medis , lagi pula orang tua Adit sudah memiliki cucu sebagai pengganti Aditya. Paling tidak mertuanya sudah memiliki obat dan penerusnya. Hanya Wita yang sangat yakin bahwa Aditya akan sadar dan sehat kembali seperti semula.



Memang waktu Aditya dilarikan dirumah sakit ini Aditya sudah dalam keadaan yang mulai membaik namun karena sebuah benturan saat membawa Aditya waktu itu kesehatan Aditya menjadi menurun,itulah sebabnya dokter kembali memasang alat bantu pernafasan padanya agar Aditya bisa bertahan hidup hingga saat ini.



Hari ini adalah hari terakhir perjanjiannya dengan dokter yang selama ini merawat suaminya itu. Semua anggota keluarga sudah berkumpul diruang rawat inap Aditya termasuk orang tua Wita Arini dan Sanjaya. Saatnya dokter akan melepas semua alat dan semua dokumen telah ditandatangani.



Semua tim dokter itu masuk keruangan dimana Aditya dirawat, waktu tangan seorang dokter ingin mencabut alat\-alat rumah sakit itu, " tunggu dokter biarkan saya berbicara untuk terakhir kalinya kepada suami saya karena saya yakin bahwa Aditya akan mendengar kata\-kata saya".



Dokter itu menepi dan memberikan ruang untuk Wita agar bisa mendekat ranjang dimana suaminya itu berbaring sambil menggendong Dito buah cintanya bersama Adit. " Suami kamu harus bangun kamu punya hutang janji ke aku, kamu belum ngajak aku bulan madu, kamu janji akan menua bersamaku dan merawat anak kita dan melihat dia tumbuh besar dan kau juga janji untuk menjaga kami. Bagun sayang...bangun suami....hiks...hiks...hiks..." Wita menangis dan terus memegangi tangan suaminya itu dan anaknya menangis seolah ikut merasakan apa yang sedang dirasakan ibunya.



Tangisan Dito sangat keras dan membuat seisi ruangan itu penuh dengan suara tangisnya "suami kamu tidak dengar suara anak kita menangis bangun sayang ,bangun...hiks...hiks...hiks..."



Dito tak juga berhenti menangis dan dokter kembali mendekati ranjang rumah sakit itu dan hendak melepaskan semua atribut yang menempel ditubuh Aditya, namun belum sempat alat itu disentuh Aditya membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan dan Dito juga tiba\-tiba tenang dan Wita berteriak " Dito ,papa Dito hiks...hiks..hiks...papa membuka matanya dan semua orang yang sedari tadi tidak sanggup melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka karena sangat sedih dengan apa yang dikatakan Wita sebagai salam perpisahan pada suaminya itu , kembali berbalik melihat kearah Aditya karena Wita menyuruh Dito kecil untuk melihat papanya.



"Dito papa sadar Dito lihat papa nak, papa sadar mungkin itu karena Dito tadi nangisnya kencang" kata Wita yang terus menangis dan menatap suaminya yang sadar dan yang lain mengira Wita sudah tidak waras karena yang mereka tahu Aditya tidak mungkin sadar.

__ADS_1



" Istri kamu kenapa nangis dan ini anak siapa? Kenapa kamu gendong anak ini?" Kata Adit kepada Wita setelah dia benar\-benar sadar.



Semua orang yang ada didalam ruangan itu heran dan dokter juga takjub " ini luar biasa, kejadian yang sangat jarang terjadi ini mungkin kekuatan cinta istri dan suami juga ayah dan anak" dokter pun langsung memeriksa apakah Adit sudah benar\-benar sadar dan sehat setelah dokter itu memastikan bahwa Aditya memang sudah dalam keadaan baik tim dokter meninggalkan mereka diruangan itu.



" Adit...kamu sudah sadar nak?" Kata Amira ibunya Adit sambil tidak henti\-hentinya mengucapkan syukur begitu juga ayah dan ibu mertuanya.



Setelah beberapa lama akhirnya Adit kembali berbicara" kalian kenapa menangis aku dan istri kenapa kamu belum jawab pertanyaan aku tadi??" Kata Aditya.



" Suami ini anak kamu, anak kita namanya Dito" kata Wita sambil tersenyum kepada Aditya dan mendekatkan Dito kepada ayahnya.




" Sayang kamu sudah tidak sadarkan diri selama hampir dua tahun dan tim dokter hampir putus asa dan papa mu juga sudah setuju agar kamu tidak melanjutkan perawatan lagi karena mama dan papa sudah tidak sanggup melihat kamu menderita tersiksa antara hidup dan mati" kata Amira menjelaskan.



" Apa dua tahun??? Jadi , ini benar anakku?" Kata Aditya lg.



" Iya suami ini anak kita tuh...tuh..miripkan... miripkan..." kata Wita sambil mendekatkan anak mereka ke hadapan Aditya.



Adit membelai lembut anaknya itu dan menangis " maafkan papa sayang tidak bisa melihat kamu lahir di dunia dan maaf kan aku istri karena tidak bisa melihat kamu bertarung nyawa untuk melahirkan anak kita" sambil mencium kening Wita.

__ADS_1



" Tidak usah di pikirkan yang penting kamu sehat saja itu sudah lebih dari cukup, tapi kamu harus janji tidak boleh tinggal kan kami lagi lama\-lama" kata Wita sambil menyeka air matanya.



" Iya aku janji istri, aku tidak akan meninggalkan kalian lagi" katanya sambil tersenyum kepada istrinya. " Boleh aku peluk kalian berdua" Wita mengangguk dan mendekat ke tubuh suaminya itu dan Dito terlihat mengantuk. " Sini tidurkan dia di samping aku , aku ingin mendekapnya" kata Adit kepada Wita dan Wita langsung membaringkan Dito disamping papanya dan dia langsung tertidur tak lama setelah Aditya mengusap\-usap kepalanya.



" Lihat dia tertidur pulas disamping aku istri" kata Adit dengan senyum yang mengembang.



" Kami keluar dulu ya Adit dan kami akan memberikan ruang bagi kalian untuk kangen\-kangenan" kata Arini mertua Adit.



" Iya biar yang muda yang bercinta dan yang tua mengalah" kata Amira ibunya dan semua tertawa dan meninggalkan mereka bertiga.



Setelah orang tua mereka meninggalkan ruangan Adit, Adit berkata" terimakasih istri ku sayang telah setia menunggu aku walau kamu tahu itu adalah hal yang mustahil aku sembuh. Hal ini tidak akan aku lupa sampai akhir hayat aku" . Wita meletakkan jari telunjuknya dibibir Adit dan Adit terdiam. Wita mendekatkan wajahnya tepat dihadapan Adit dan Adit lagi\-lagi memanfaatkan kesempatan untuk bisa mencium Wita dan terang saja hal itu tidak sulit dan Adit mendapatkan bibir Wita yang seksi itu.



" Idih kamu apaan sih melakukan itu ? Malu tahu "



" Biarin saja orang kamu istriku emang siapa yang larang , lagi pula tidak dosa kan?" Kata Adit santai. " Nanti kalau aku sudah sembuh total aku minta lebih ya ,biar adiknya Dito cepat lahir" kata Adit menggoda istrinya.



" Ihh kamu pikirannya mesum ahh" kata Wita yang pipinya sudah seperti kepiting rebus.


Jangan lupa like nya ya biar akunya tambah semangat nulisnya😊

__ADS_1


__ADS_2