
Aditya turun ke bawah dan menjumpai istrinya dengan setelah jas hitam dan sepatu pantofel yang sangat serasi bergandengan dengan Wita istrinya " biar orang tahu kalau kamu istri aku dan aku sengaja memakai jas senada dengan baju kamu biar kita terlihat serasi" gumam Adit yang ngedumel sedari tadi mengingat istrinya yang tampil sangat seksi itu
Wita yang melihat suaminya dengan jas menjadi terlihat sangat tampan dan Wita seperti tak percaya dengan penampilan suaminya itu yang terlihat begitu tampan dan berwibawa.
" ayo kita jalan nanti kita terlambat" kata Adit kepada istrinya dan menarik tangan istrinya itu.
Wita terkaget dan hampir jatuh karena masih terpesona dengan ketampanan suaminya malam ini.
Di dalam mobil selama perjalanan Wita dan Adit hanya terdiam tak ada satu orang pun yang membuka suaranya. Namun Wita mencoba mencairkan suasana seraya berkata "kamu sudah tidak marah lagi kan mas ke aku?" Kata Wita penuh selidik.
Aditya hanya diam tanpa merespon apa yang ditanyakan oleh Wita, Wita kembali diam dan melempar pandanganya ke luar jendela mobil dan tak terasa air matanya kembali jatuh dan Adit melihat Wita menyeka air matanya. Hati Aditya sangat hancur karena melihat orang yang sangat dicintainya itu bersedih namun hati kecil Aditya belum dapat menerima apa yang diperbuat oleh istrinya itu. Aditya memberhentikan mobil mereka dan memeluk istrinya itu " istri maaf kan aku yang sudah cuek pada mu, jujur aku belum bisa terima sebelum kamu buktikan semuanya" kata Adit.
Hati Wita semakin hancur mendengar apa yang dikatakan suaminya itu , kalau Adit belum bisa percaya padanya seutuhnya.
Wita tidak tahu bahwa sesungguhnya Adit bahagia bisa berdua dengan istrinya, namun karena rasa gengsi yang lebih membungkus hatinya sehingga dia hilang kepercayaan kepada Wita.
Adit melanjutkan lagi perjalan mereka dan mereka sampai di hotel Mona tempat resepsi Mateo dan sekaligus tempat yang membuat Aditya marah karena ditempat itulah Wita dan Roy bertemu.
__ADS_1
Ketika hendak masuk ada yang memanggil nama Wita " Wita.... Wita....Wita...." Kata seorang wanita muda memanggil Wita. Wita menoleh ke sumber suara dan mendapati wajah seseorang yang dulu sering menjadi tempatnya bercerita keluh dan kesah.
" Amora...ini kamu kan Ra?" Wita tidak percaya dengan apa yang saja terjadi bahwa dia bertemu dengan sahabat lamanya.
" Iya ini aku Amora sahabat mu, masa ia kamu tidak kenal?" Protes Amora karena sahabatnya itu tidak mengenali nya.
Mereka saling berpelukan dan saling mencium pipi kiri dan kanan lama sekali mereka berpelukan , sampai Aditya berdehem " hemm...hemm...hemm..." Mendengar deheman dari Aditya barulah kedua sahabat itu tersadar.
" Suami mu ganteng banget Wita!" Puji Amora.
" Jangan bilang gitu nanti telinganya mengembang" jawab Wita dengan mengedipkan matanya.
" Ayo kita memberikan selamat ke pengantin " suara bariton Adit kembali bergema dan kedua sahabat itu ikut melangkah dibelakang Aditya.
__ADS_1
Ketika mereka hampir sampai di pelaminan tiba\-tiba dan entah darimana datangnya seorang yang sangat Aditya benci muncul " Hay Amora apa kabar mu, ehh... ternyata ada tuan Aditya Permana dan nyonya Permana juga apa kabar kalian semua" dengan senyum devilnya Roy dengan sengaja membuat Aditya marah.
" Kamu apa\-apaan sih Roy, kamu jangan ganggu lagi Wita karena kalian sudah tidak ada apa\-apa lagi. Lagian kamu kan yang ninggalin Wita dan mengecewakan dia, kalau sekarang dia bahagia itu nasibnya dan jika kau merana itu takdir mu. Kamu harus bisa menerima kenyataan, jangan kamu mengganggu lagi kehidupan Wita. Apalagi kamu mengharapkan cintanya itu mustahil karena Wita bukanlah wanita seperti itu" kata Amora dengan nada tinggi karena memang Amora lah saksi hidup hubungan Wita dan Roy.
Aditya yang mendengar apa yang dikatakan Amora seketika itu juga Aditya memeluk istrinya itu dan mencium puncak kepalanya dan menatap retina mata Wita dengan dalam dan sampai kerelung hatinya dia sangat merasa sangat bersalah karena sudah tidak percaya pada istri nya dan Wita terharu bahwa suamainya sudah kembali seperti semula kepada dirinya.
Aditya memegang tangan Wita dengan begitu mesra berjalan kepelaminan dan mengucapkan selamat dan doa kepada sepasang pengantin itu. Sepasang pengantin itu pun sangat senang dengan kedatangan sahabat lamanya itu, dan mengucapkan banyak terimakasih.
Roy yang melihatnya sangat cemburu dan tidak terima karena rencananya gagal karena ocehan Amora.
Akhirnya pesta itu selesai Wita dan Adit undur diri dari pesta itu karena sudah malam akhirnya mereka pulang kerumah dan sepanjang perjalanan tidak henti\-hentinya Adit meminta maaf kepada Wita dan menciumi tangan istrinya yang malam ini sungguh sangat menggoda hatinya untuk berbuat lebih ditambah lagi dengan apa yang dikatakan Amora tadi yang membuat dia semakin senang dan semakin bersemangat untuk melakukan yang sudah lebih satu Minggu tidak dirasakan nya bersama Wita.
Sesampainya dirumah mereka Wita digendong masuk oleh Aditya sampai ke kamar dan dia menidurkan Wita bah bayi dan melucuti dress hitam yang tadi digunakan oleh Wita hingga tak sehelai benang pun lagi melekat pada tubuh Wita. Ciuman dan cumbuan yang sangat menggebu yang didaratkan Adit kepada Wita membuat Wita kewalahan karena Adit seperti singa lapar yang sudah tidak makan selama seminggu. Permainan yang Adit lakukan membuat mereka berdua kelelahan dan akhirnya mereka terlelap dalam buaian mimpi indah.
__ADS_1
***Wah... bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like ya 🤗***