
Pagi yang begitu cerah membuat semangat kedua muda-mudi itu semakin membara untuk melaksanakan aktivitas mereka hari ini.
Seperti biasa Wita sudah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan suaminya dan Wita juga semakin cekatan dalam mempersiapkan semuanya karena pernikahan mereka sudah berjalan hampir sebulan. Disela-sela kesibukan Wita menyiapkan semua Adit memanggil Wita " Sayang kamu lihat topi baret aku tidak, soalnya hari ini aku mau ikut upacara kedinasan dan harus pakai topi itu."
Wita yang dipanggil dengan sebutan sayang mematung dan merasa heran dan Adit yang melihat itu pun mengguncang bahu Wita dan mencoba menyadarkan dari lamunannya. " sayang kamu kenapa? Kok bengong?"
" Maaf mas tadi kamu panggil aku dengan sebutan sayang? " kata Wita menuntut penjelasan.
" Emang kenapa? Apa aku salah? Memanggil istriku sendiri dengan sebutan sayang? " dengan biasa seperti tidak melakukan hal yang aneh.
" Aku tidak suka dengan sebutan itu mas, terlihat seperti apa gitu, terlalu pasarang karena banyak yang menggunakannya" kata Wita protes.
" Jadi kamu mau aku panggil apa, soalnya mama selalu protes kalau aku panggil kamu dengan menyebutkan nama kamu"
" Panggil aku dengan sebutan Istri dan aku panggil kamu dengan sebutan suami. Dengan sebutan itu kita bisa saling mengingatkan kalau kita adalah suami-istri "
" Baik istri " kata Adit memanggil Wita.
Wita terseyum dan memberikan apa yang sedari tadi dicari Adit " ini suami yang kamu cari"
" Makasih istriku Nyonya Aditia Permana " sambil mencium puncak kepala istrinya kareba selama sebulan ini hal itu sudah merupakan kebiasaan Adit mencium puncak kepala istrinya itu.
\*\*\*\*\*
Dirumah Wita, Arini dan Sanjaya sibuk merencanakan untuk berkunjung kerumah anak dan menantunya malam ini, karena hari ini adalah ulang tahun Wita yang ke dua puluh empat tahun.
Sepasang suami istri paruh baya itu telah mempersiapkan kado spesial untuk putri kesayangan mereka yaitu sebuah foto pernikahan Aditia dan Wita berukuran besar karena dirumah anak dan menantunya itu belum ada foto pernikahan mereka yang melekat didinding rumah mereka. Oleh sebab itu mereka memutuskan untuk memberikan kado foto pernikahan.
" Jam berapa kita berangkat kerumah Wita pak " kata Arini ke suaminya.
" Sore aja ma, sekitar jam lima sore, karena Adit pasti sudah dirumah " kata Sanjaya.
" iya deh mama setuju mama juga mau masak makanan kesukaan Wita ya" dan Arini langsung menuju dapur dan berkutat memasak makanan kesukaan putrinya itu.
****
Ditempat lain Adit lagi sibuk dengan kerjaannya sampai dia lupa kalau waktu sudah menenunjukkan jam makan siang, itu sudah menjadi kebiasaan Adit sedari dulu kalau sudah kerja pasti lupa makan.
__ADS_1
Namun selama sebulan ini hal itu tidak lagi jadi masalah karena sekarang sudah ada yang mengingatkan yaitu istrinya setiap jam makan siang pasti Wita selalu menelepon Adit.
Derttt...dertt...dertt...
Suara panggilan telepon dan nama yang terpampang adalah nama Wita istrinya dan Adit langsung menfangkatnya.
" Selamat siang suami" kata Wita dari seberang sana.
" Siang istriku sayang " kata Adit tak kalah mesra.
" Suami kamu sudah makan jangan kerja mulu ya suami, makan dulu suami, terus nanti pulang cepat ya. Aku tunggu kamu dirumah"
" Iya istri aku akan makan dulu terus aku akan langsung pulang setelah jam kantor usai, nanti sampai rumah tepat waktu"
" Ok, aku tunggu ya suami" sambil menutup telepon tut...tut...tut...tanda telpon telah berakhir.
Hubungan mereka memang semakin hari semakin hangat namun pemberian jatah saja yang belum terealisasi. Karena Adit masih dengan prinsipnya tak mau melakukan sebelum Wita benar-benar siap.
*****
Tok...tok...tok...
Wita membuka pintu " mama papa kok ga bilang mau kesini? " kata Wita yang merasa terkejut dengan kedatangan orang tuanya.
" Kenapa harus izin sih mau kerumah anak sendiri kayak orang lain saja" kata Arini.
" iya ku kan bisa masak untuk mama dan papa atau nyiapin apa gitu " kata Wita dengan sedikit cemberut.
" Papa dan mama mau buat kejutan ke kamu sayang, kalau bilang dulu kan tidak kejutan dong sayang" kata Sanjaya sambil mengelus punggung putrinya dengan lembut agar tidak cemberut lagi.
" Kejutan untuk apa ma pa? " kata Wita yang tidak sabar sebenarnya kejutan apa yang dimaksud dengan kedua pasangan paruh baya itu.
" kamu beneran lupa sayang? Kalau hari ini adalah hari ulang tahun kamu? " kata Arini.
" Ya ampun ma pa Wita benaran lupa" katanya jujur.
__ADS_1
Ternyata Adit juga tidak lupa kalau hari ini istri tercintanya berulang tahun hari ini, Adit pun sudah menyiapkan sebua kalung hati yang sangat cantik sebagai hadiah Adit membelinya tadi setelah makan siang.
Adit juga kaget dengan apa yang dilihatnya bahwa nertuanya telah ada dirumah mereka dan telah mempersiapkan semua dirumah mereka. " alamat lama ini pulang aduh gimana dengan makan malam romantis yang telah aku siapkan ya" kata Adit pada dirinya sendiri.
" selamat sore pa ma" sapa Adit sambil mencium kedua punggung tangan sepasang suami istri itu.
" Sore nak " kata Arini dan Sanjaya
" Ohh ya mama dan papa kesini hanya ingin mengantarkan kado ulang tahun untuk Wita dan makanan kesukaannya" kata Arini.
" Ooh emang Wita kenapa kok mama kasih kado? " kata Adit berbohong padahal dia ingat dan sudah menyiapkan hadiah untuk istri kesayangannya itu.
" Jadi kamu lupa kalau hari ini istri kamu ulang tahun Adit? " kata Arini.
" Ya ampun ma aku lupa. Maaf ya istriku aku lupa " katanya sambil bergantian menatap mama mertua dan istrinya itu.
" Tidak apa-apa suamiku, aku ngerti kok jngan kan ulang tahun aku makan aja kamu tidak pernah ingat kalau tidak diingatkan" kata Wita dengan tulus.
" Selamat ulang tahun istri ku" sambil mencium kening istrinya itu.
" Terima kasih suami" kata Wita.
" Sayang ini hadiah dari papa dan mama " sambil menyerahkan bingkisan besar itu.
Wita tak sabar langsung membuka bingkisan itu dan membuka dan betapa senangnya dia melihat hadiah pemberian orang tuanya itu.
" Terima kasih pa ma, aku sangat suka hadiahnya" katanya dengan nada sangat senang " suami lihat hadiahnya sangat bagus foto pernikahan kita" tatanya sambil menunjukkan foto pernikahan mereka itu kepada suaminya.
" Terima kasih ma pa, karena sudah memberikan apa yang tidak pernah terfikir kan oleh kami " kata Adit yang ikut senang.
" iya nak papa dan mama senang jika kalian senang dengan hadiah nya" ucap Arini.
" Mari kita makan mama sudah bawa makanan yang enak termasuk kesukaan istrimu rendang daging dan gulai ikan mayung"
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap hinga semua hidangan dimeja makan itu ludes tak bersisa. Setelah makan malam selesai papa dan mama mertua pun pamit pulang karena merasa sudah malam, Adit dan Wita sempat menawarkan agar pasangan paruh baya itu untuk menginap namun mereka menolak dengan alasan agar Wita dan Aditia bisa cepat dapat momongan jadi mereka tidak mau mengganggu.
Jangan lupa vote ya biar lebih semangat nulisnya. 😊😊😊