
Akhirnya malam ini pesta pernikahan Kevin dengan wanita pilihan orangtuanya. Wita datang kepesta itu dengan perasaan yang tak karuan, namun Adit menemani Wita hatinya bisa lebih tenang karena Adit mau menemaninya kepesta itu.
Wita dan Aditia terlihat menjadi pusat perhatian karena Wita sebelum kepesta sudah melakukan persiapan yang sangat matang agar Kevin menyesal telah meninggalkannya demi wanita lain.
Wita dan Aditia berjalan kepelaminan dan mengucapkan selamat kepada sang pengantin " selamat ya mas Kevin semoga bahagia" kata Wita dengan seyum yang tulus.
Kevin hanya terdiam dan terseyum sejenak sebelum dia bilang " amin, terima kasih untuk doanya Wita semoga kamu juga nanti cepat nyusul".
" Tentu saja kamu juga harus datang dipesta kami, minggu depan jangan sampai lupa" kata Adit sambil merangkul bahu Wita "Ya kan sayang" katanya lahi Wita hanya mengangguk pelan dan terseyum.
" Jadi kalian mau nikah? Kok bisa? " kata kevin kaget.
" Ya bisa-bisa aja dong namanya jodoh " kata Adit menyakinkan Kevin.
" Secepat itu Wita mendapatkan pengganti aku " batin Kevin " Baiklah kami akan datang" kata Kevin kepada Aditia dan Wita.
Setelah menikmati hidangan yang dijamu untuk para tetamu tiba-tiba ada suara dari atas panggung hiburan yang disediakan yang empunya pesta " Karena disini ada seseorang yang sangat kita kenal yaitu bapak kapolsek Aditia permana, maka sudi kiranya bapak menyumbangkan lagu untuk kedua mempelai" kata MC itu.
" Aduh \*\*\*\*\*\* aku " gumam Adit.
" Kamu kenapa? Tidak bisa nyanyi? " kata Wita bingung.
" Bukan cuma aku belum latihan" katanya berbohong.
" Udah naik aja, bilang kalau kamu ga bisa nyanyi " kata Wita mencoba menenangkan.
__ADS_1
" Bisa kok tapi kamu harus nemenin aku ya" bujuk Adit sambil merapatkan kedua telapak tangannya seperti orang memohon, Wita pun menundukkan kepalanya seraya berkata dia mau menemaninya.
Namun bukan Aditia namanya menyerah sebelum berperang, walaupun harus meminta bantuan pada Wita untuk menemaninya. Adit sambil menggandeng tangan Wita maju kedepan dan naik diatas panggung.
Adit memiliki lagu Cinta Karna Cinta yang dipopulerkan Judika.
"Aku hanyalah manusia biasa
Bisa merasakan sakit dan bahagia
Izinkan kubicara
Agar kau juga dapat mengerti
Kamu yang buat hatiku bergetar
Rasa yang telah kulupa kurasakan
Tanpa tahu mengapa
Yang kutahu inilah cinta
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara
Kamu yang buat hatiku bergetar
Senyumanmu mengartikan semua
Tanpa aku sadari
Merasuk di dalam dada
Cinta karena cinta
__ADS_1
Tak perlu kau tanyakan
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara
Ho-oo ai-ya ha-a
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara"
Lagu itu pun sukses dilantunkan dengan baik oleh Aditia dan Wita dibuat sebagai modelnya, dia mennyanyi seolah-olah lagu itu memang dipersembahkan untuk Wita.
Setelah selesai menyanyikan lagu Adit dan Wita turun dengan tepuk tangan undangan dipesta itu karena sudah merasa terhibur. Dengan lagu dan suara Adit yang memang begitu merdu terdengar. Lalu mereka berpamitan dan pulang.
Didalam mobil mereka hanya diam namun Wita mencoba memecah kesunyian " Adit kenapa kamu baik terhadap aku, bukankah kamu kemarin marah ke aku karena pernyataan aku? " kata Wita hati-hati takut Adit marah lagi.
" Kamu memang benar , aku marah sekali ke kamu bahkan aku benci banget karena kamu bohongi aku, tapi aku sadar rasa sayang aku jauh lebih besar dari benci aku, aku juga mau kamu benar-benar mau belajar mencintai aku" kata Adit dengan tegas.
Wita memeluk Adit yang lagi memegang stir dan itu membuat Adit menginjak rem secara tiba-tiba dan mobil itu berhenti untung tidak ada orang yang lagi berlalu lalang dijalan raya waktu itu. Adit langsung menepikan mobilnya dan menatap mata Wita lekat dan membalas pelukan Wita.
" Aku berjanji akan belajar mencintai mu dan terimakasih untuk apa yang kamu lakukan selama ini , kamu juga malaikat pelindung ku" dengan seyum yang hangat.
" Janji" kata Adit sambil mengangkat kelingkingnya.
" Janji" dan Wita melakukan hal yang sama dan mereka saling mengikat janji.
__ADS_1
Bagaimana selanjutnya ikuti terus jangan lupa vote ya