
Setelah semua waktu yang tersita Dan hanya lelah yang tertinggal karena pesta yang menjadikan mereka raja dan ratu sehari Itu ,mereka pun kembali kerumah orangtua Wita. Alasan mereka pulang kerumah orangtua Wita karena pesta pernikahan mereka diranyakan di kota tempat Aditia bekerja, karena izin yang didapatkan Aditia hanyalah tiga hari jadi tidak mungkin untuk menyelenggarakan pesta dikrdiaman orangtua Aditia, maklum ikatan dinas dan jabatan Aditia sebagai kapolsek muda yang berprestasi membuat semua harus seperti itu.
Aditia langsung membersihkan dirinya sementara Wita membersihkan makeup nya sebelum membersihkan diri, Adit keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk " Wita, kamu capek? Kalau capek kamu tidur saja" kata Adit dengan lembut.
"Aku lelah tapi, aku tidak bisa tidur sebelum mandi Aku mandi dulu ya" kata Wita yang memang sangat lelah.
Wita selesai mandi dan keluar dengan rambut yang ditutup handuk yang dililitkan dan satu buah handuk yang yang menutupi dada sampai lutut. Mata Adit yang semula fokus ketelepon tenggam beralih ketubuh istri cantiknya dan jiwa kelaki-lakiannya timbul dan yang dilihat pun jadi salah tingkah dan malu dibuatnya. .
Sambil mendekat Adit berkata sambil mencium punggung Wita " kamu wangi sekali sayang" namun Wita menghindar "Aku belum siap sayang" kata Wita sambil menjauh mengambil pakaiannya.
Adit mengerti apa yang dimaksud Wita mungkin itu karena dia belum juga sepenuhnya mencintai Adit, dan Adit mencoba untuk bersabar sampai Wita siap. Akhirnya mereka pun tertidur dengan lelap malam pengantin gagal total. Sementara Adit menerawang jauh karena dia belum bisa menjinakkan senjata yang sedari tadi sudah menegang dan akhirnya dia pergi kekamar mandi dan membuang semua disana.
Aditia memandangi wajah cantik istrinya dan yang tidur disebelahnya wajah itu terlihat cantik dan sangat tenang dan dia mengecup kening Wita dengan lembut dan Wita tidak merasakan apa yang baru saja dilakukan suaminya itu karena Wita sudah benar - benar hanyut dalam mimpi karena kelelahan.
Matahari bersinar dan masuk melalui cela-cela jendela kamar dan membelai lembut wajah sepasang pengantin baru itu, hal itu membuat Wita terjaga dan bangkit dari tidurnya. Ketika Wita ingin beranjak dari tempat tidur dia melihat wajah suaminya dan mengelus lembut wajah itu dan berkata "maafkan aku karena belum bisa memberikan apa yang menjadi hak mu".
Ternyata apa yang dikatakan Wita didengar oleh Aditia dan Adit langsung menggenggam tangan Wita " tidak apa-apa sayang, aku ngerti kok " sambil mencium puncak kepala istri mungilnya itu. Hal itu membuat Wita seketika seperti tersengat listrik dan merasakan kehangatan yang luar biasa melebihi ketika dia bersama Kevin.
Wita terseyum dengan apa yang dilakukan suaminya itu dan meninggalkan Adit dikamar dan dia beranjak menuju dapur dan membantu ibu yang sedang repot memasak sarapan.
__ADS_1
" Pagi ma" sapa Wita.
" Eh pengantin baru sudah bangun? Cepat amat" ledek mamanya.
" ih mama apa-apaan sih " katanya kesal karena diejek oleh sang mama.
" kok malu sih, ooh ya nak Adit mana? " kata Arini
" masih tidur ma" kata Wita cepat.
Tanpa manjawab Wita mengerjakan apa yang ibunya minta , dan setelah semuanya siap , papa dan suami Wita pun datang dengan seregam polisi yang berangkat berbeda. Namun dirumah ini mertua tetap diagungkan dan dihormati sebagai orang tua.
" Selamat pagi mama dan papa mertuaku yang baik" sambil memperlihatkan seyum khas Aditia dengan lesung pipinya yang membuat Adit semakin menawan.
" Pagi juga menantu mama yang tampan " tak kalah ramah Arini membalas sapaan menantunya Itu.
Adit memang begitu cepat menyesuaikan diri dikeluarga Wita, bukan hanya itu kepada keluarga diluar keluarga inti Wita juga Adit sangat ramah dan sangat mudah membaur.
__ADS_1
"Sayang kamu aku yang antar Ya? " kata Adit ramah.
Sebelum Wita manjawab Arini langsung berkata " Emangnya Wita mau kemana, bukanya Wita da cuti selama dua minggu."
" Wita mau kerja ma, cutinya batal karena aku mau nunggu mas Adit dapat cuti kantor dulu, biar bisa bulan madu. Ya kan masih? " kata Wita jujur karena dia sudah berbicara dengan kepala sekolah di tempatnya mengajar.
" Iya ma, makanya nih Adit juga mau minta cuti biar bisa secepatnya bulan madu " kata Adit.
" Ohh begitu iya dech sekarang terserah yang muda sajalah, karena saat ini yang muda yang bercinta " sambil terseyum menggoda Wita dan yang digoda hanya terseyum.
" Ma, besok kami dan mas Adit mau tinggal di Asrama hitung-hitung belajar mandiri. " kata Wita.
" Iya ma, biar mama dan papa cepat dapat cucu" kata Adit sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Wita dan pipi Wita menjadi merah seperti kepiting rebus.
" Bagaimana pak? Apa papa setuju? " kata Arini kepada suaminya.
" Ya papa tidak keberatan tapi kalian harus janji untuk sering main kesini ya" kata Prawira.
__ADS_1
***Apa yang terjadi selanjutnya jangan lupa votenya ya biar tambah senang nulisnya boleh komen untuk masukannya🙏🙏🙏***