Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
Kecelakaan


__ADS_3

" Kamu awasi polisi yang telah membunuh adikku itu pastikan dia jangan lolos dari pandangan kamu karena aku tidak rela dia hidup bahagia setelah apa yang dilakukannya terhadap adik kandung ku, jika ada kesempatan langsung habisi dia" kata seseorang yang ada diseberang sana.



" Baik pak " kata pria berjaket hitam itu dan terus mengawasi Adit yang ada didepannya.



Disebuah jalan sepi Adit tidak sadar sedang diikuti oleh seorang yang sudah dibayar oleh Burhan kakak dari mafia narkoba yang kamarin terbunuh oleh tembakan Adit karena mencoba melawan dan kabur saat ingin ditangkap. Adit tak menyadari karena perbuatannya itu membuat dia dalam masalah.



Padahal saat ini rumah tangga Adit dan Wita juga sedang dalam bahagia - bahagianya, apa lagi saat ini Wita sedang mengandung buah cinta kasih mereka yang pertama, Adit tak sadar bahwa maut sedang mengintainya.



Tiba-tiba mobil yang sedari tadi dibelakang mobil Adit menghadangnya dan menabrakkan mobil yang dikendarai Adit itu terpental kejurang dan mobil berguling-guling hingga kedasar jurang. Jika dilihat dari posisi jurang dan kerusakan mobil dipastikan orang yang berada didalam mobil itu dipastikan tidak akan selamat.



Derrtt...derrtt...dertt....



" Halo" kata Wita yang sudah mengangkat teleponnya.



" Maaf bu kami dari kepolisian melapor kan bahwa suami ibu, pak Adit Permana mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada dirumah sakit dan saat ini pak Adit dalam keadaan koma" kata polisi diseberang sana.



Wita yang menerima telepon pingsan karena tidak kuat mendengar berita yang menimpa suaminya dan pak Sanjaya selaku mertua dan teman kerja Adit juga telah mendengar berita yang menimpa menantunya itu. Sanjaya dan Arini langsung pergi kerumah Wita karena mereka tahu Wita pasti tidak kuat dengan berita ini dan apa yang dikuwatirkan Sanjaya dan Arini benar.



Setelah mereka tiba dirumah putri mereka itu Wita sudah tergeletak kemah dilantai ruang tamu rumah Wita dalam keadaan HP disampingnya. Arini yang melihat anaknya terkulai lemah menangis dan memangil-manggil anaknya serta berusaha menyadarkan anaknya itu.


__ADS_1


"Wita...Wita....bagun nak hiks...hiks...hiks... " dan Arini mengambil minyak kayu putih untuk menyadarkan Wita.



Lama Arini membangunkan Wita dan akhirnya Wita sadar dan langsung memeluk mamanya dan menangis " mama mas Adit ma hiks...hiks...hiks"



" iya sayang mama tahu, tapi kamu harus sabar dan harus jaga kesehatan demi anak yang kamu kandung" sambil menenangkan Wita, Arini mempererat pelukan nya.



" iya nak, kalau kamu begini papa tidak akan mengizinkan kamu untuk menjenguk suami mu, kamu harus tenang dan kamu tidak boleh stres agar kandunga kenapa-kenapa " kata Sanjaya mencoba menenangkan putrinya.



" Iya pa, aku akan kuat demi anak aku hiks...hiks...hiks..." kata wita.



" Kamu siap-siap ya sayang jangan sedih lagi biar kita kerumah sakit menjenguk Adit " kata Arini dengan nada sedih.




Mereka pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Adit , sepanjang perjalanan Wita tak henti-hentinya menangis namun Arini dan Sanjaya mencoba untuk lebih tabah dari anaknya walau sebenarnya Arini dan Sanjaya sangat hancur dan terlalu banyak yang ada difikiran mereka, mulai dari adik cacat atau Adit meninggal dan Wita menjadi janda.



" Oh...Tuhan tolong selamatkan menantu ku " kata Arini dalam hatinya.



Begitu juga Sanjaya melakukan hal yang sama seperti yang istrinya lakukan berharap mujizat dari Tuhan untuk kesembuhan menantunya.



Sesampainya dirumah sakit Wita hanya bisa melihat kondisi suaminya dari balik kaca ruangan ICU rumah sakit, semua alat rumah sakit satu persatu mengabsen setiap inci tubuh Adit. Hati Wita merasa teriris sembilu melihat keadaan suaminya. Air matanya tak henti menetes hingga matanya bengkak.

__ADS_1



"Tuhan selamatkan suami ku beri dia kesembuhan, biarkan dia melihat anaknya hadir didunia ini. Tuhan hanya pada Mu ku meminta namun semua hanya kehendak Mulah yang terjadi bukan kehendak ku. Aku juga tahu Tuhan yang terbaik menurut ku belum tentu yang terbaik bagi Mu, sekali lagi aku menyerahkan semua hanya ketanganMu. Amin" dalam hatinya Wita berdoa meminta kepada pemberi segalanya.



Seorang Dokter menghampiri Wita " ibu istri pasien? "



" Iya dok " jawab Wita



" Mari ikut saya" sambil melangkah menuju ruangannya dan Wita mengikuti dari belakang dengan ditemani kedua orangtua nya.



" Silahkan duduk" dan Wita duduk di depan dokter itu.



" Bagaimana dengan keadaan suami saya dok, apakah dia akan selamat " kata Wita dengan terisak.



" saya tahu bu perasaan ibu, walaupun ini berat saya harus mengatakan hal ini. Kemungkinan suami ibu akan selamat hanya tiga puluh persen dan kalaupun pak Adit sembuh itu akan memerlukan waktu yang cukup lama " kata dokter itu menjelaskan keadaan Adit.



" hiks...hiks....hiks.... Jadi kapan mas Adit sadar dokter" kata Wita.



" saya tidak bisa jawab bu bisa saja sehari, dua hari, minggu, bulan bahkan tahun karena semua itu tidak dapat diprediksi" jawab dokter itu.



Jawaban dokter itu membuat Wita semakin sedih. Hati Wita benar-benar hancur suami yang tadi pamit untuk berangkat bekerja dan berharap pulang membawa cinta kepadanya sekarang hanya bisa terkulai lemah tak berdaya ntah sampai kapan hanya Tuhan yang tahu.

__ADS_1


Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa votenya ya 😊


__ADS_2