Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
Kecelakaan


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati Adit saat ini karena hatinya berbunga-bunga dan hari ini tepat dua minggu waktu yang telah disepakati. Walau Adit tak sepenuhnya yakin kalau dia akan diterima dan menjadi yang kedua " cih yang kedua" gumamnya. Adit sangat benci menjadi yang kedua sebenarnya tapi demi memperjuangkan harga diri dan kehormatan nya sebagai laki-laki dia harus rela menjadi yang kedua.



" Yang kedua tapi yang paling utama" katanya yakin sambil memajukan mobil dengan kecepatan sedang dan dia sampai di kantor dengan selamat dan dia memulai aktivitas nya segera muali dari pagi hingga waktu pulang tiba.



Sebelum pulang Adit tidak lupa mengirimkan pesan untuk calon kekasih nya itu. Dengan isi pesan.



"Jangan lupa nanti malam aku jemput kamu, kamu harus menjawab janji kamu untuk memberikan aku kepastian. Karena hari ini tepat dua minggu dari waktu yang ditentukan. Jangan lupa dandan yang cantik ya, walau nanti hasilnya tidak sesuai harapan ku aku akan tetap menganggap mu sebagai sahabat"😊."



Akhirnya pesan itu terkirim. Dia pulang kerumah dinasnya dan bersiap-siap dan dandan yang rapih untuk pertemuannya dengan kita malam ini.



Saat dia asyik merapikan rambutnya tiba-tiba pesan masuk dan ternyata pesan itu dari Wita.



"ok, aku tunggu kamu jemput aku. Jangan telat jam 7 malam kamu harus sudah ada dirumah aku".



Adit terseyum membaca pesan yang dikirim Wita kepadanya lalu menjawab dengan segera pesan Wita itu.



"ok"



Kata Adit menjawab pesan Wita dan langsung menuju mobil dan melaju kerumah calon mertua "cie...calon mertua " katanya pelan.



Disaat dia melajukan mobilnya yang jaraknya belum terlalu jauh dari rumah dinas tiba-tiba sebuah truk oleng menghantam mobil Adit dan membuat Adit tidak sadarkan diri dan dibawa segera kerumah sakit.



Pak sanjaya langsung tahu kabar berita itu dari grup Wa Polsek nya, dan segera berlari menemui Wita.



" Wita Adit.... " kalimatnya terputus.



" Adit kenapa pa? " kata Wita penasaran "Jawab pa...Adit kenapa? " katanya semakin penasaran karena wajah papa terlihat pucat.



" Adit kecelakaan " kata papanya lega setelah kalimat itu akhirnya terlepas dari mulutnya.



" Jadi dia bagaimana? Apa dia tidak Kenapa-kenapa pa? " katanya histeris.



" Mari kita lihat saja langsung ke rumah sakit " ajak papanya.



"Ayok pa" kata Wita cepat.

__ADS_1



"Mama ikut " kata mama Arini.



Akhirnya mereka pergi bersama-sama menuju rumah sakit dimana Adit dirawat.



Sesampainya dirumah sakit Wita langsung menangis melihat kondisi Adit yang penuh perban, leher di gips dan tangan diinfus.



Wita menangisi Adit yang terkulai lemah tak berdaya karena kecelakaan itu, namun belum boleh dijenguk , namun ketika dokter keluar dari ruangan Adit. Pak Sanjaya langsung menghampiri sebelum pak sanjaya mengeluarkan suaranya dokter sudah berkata " Adakah yang berbama Wita disini? " kata dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.



Wita pun menjawab "saya dokter" katanya sambil mengangkat tangannya.



" Silahkan masuk nona dari tadi pasien memanggil nama anda" kata dokter dan mempersilahkan Wita untuk masuk setelah menggunakan baju khusus.



Dan benar saja nama Wita keluar dari mulut Adit. Wita memegangi telapak tangan Adit seolah ingin memberikan kekuatan kepada Adit agar tetap bertahan sampai masa kritis lewar, karena dokter mengatakan jika dia bisa melewati masa kritis ini maka dia akan selamat " bertahanlah Adit, kamu harus semangat " dan Wita mengelus kepala pria itubdengan lembut.



Karena sudah cukup larut akhirnya papa dan mama Wita pulang dan Wita meminta izin untuk tetap menemani Adit dirumah sakit dan mama papanya mengizinkan.



Semalam Wita duduk disebelah Adit yang masih terlelap dalam sakitnya dan memegangi tangan Adit sampai rasa kantuk terasa dikedua bola matanya dan Wita tertidur sambil memegangi tangan Adit.




" cantiknya guru galak ku ini, pasti dia merasa kelelahan tidur dengan posisi tidur seperti itu" katanya dalam hati.



Wita mulai megerejapkan kedua matanya dan Adit pura-pura belum sadar. " Adit sadar dong, biar aku tenang. Kata dokter kamu harus lewati dulu masa krisis kamu baru kita semua bisa tenang " katanya kembali keristal bening itu keluar tanpa persetujuan sipemilik,



"Aneh kenapa aku tangisin adit sih emang aku siapanya? Katanya seakan sadar kalau dia bukan siapanya Adit.



" Iya sih aku semalam sebenarnya mau jawab iya aku mau jadi pacarnya tapi....malah begini jadinya. Masa menyatakan dan menjawab perasaan dirumah sakit? Nggak banget" katanya kesal. " Adit bangun dong" lagi-lagi Wita mengelus kepalanya dengan lembut.



Adit yang mendengar gumaman Wita pun tersenyum dan berkata " jadi kamu mau jadi pacar aku" kata Adit menggoda Wita.



" Ihh...jadi dari tadi kamu sudah sadar? Kamu dengar semua? Akukan malu" ihh kamu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sendiri.



" kenapa harus malu kan cuma aku yang dengar" kata Adit sambil memaksakan senyum karena harus menahan rasa sakit.



" Aku panggilkan dokter dulu ya karena kata dokter setelah kamu sadar harus diberitahukan dokter " Wita berjaln menuju ruang dokter dan dokter langsung memeriksa Adit dan dokter bilang adit baik-baik saja.

__ADS_1



Tak lama setelah dokter pergi ada seorang ibu dan bapak paruh baya datang kekamar rawat Adit karena Adit sudah bebas dikunjungi setelah sadar Adit dipindahkan keruangan pasien.



" Adit, bagaimana keadaan kamu nak? Apa kamu sudah mendingan? Kamu dirawat dirumah sakit Jakarta saja ya sayang " kata mama Adit cemas.



" Mama, papa kata Adit senang dengan kedatangan orang tuanya , Adit pasti sembuh ma dan Adit gak mau dipindahkan kerumah sakit mana pun karena Adit sudah mendapat kan perawat super disini" kata Adit terseyum.



" perawat?, mama tidak lihat ada perawat disini". Kata mama heran jangan -jangan anak ini melihat mahluk kasat mata.



" Itu yang ada dibelakang mama" kata Adit menunjuk kearah Wita .



" Ooh kamu siap nak" kata Sofia dengan ramah.



" perkenalankan tante saya Wita teman Adit " kata Wita sambil mencium punggung tangan kedua orangtua itu.



" Bohong ma, dia pacar adit" kata Adit menegaskan.



Wita hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya menahankan rasa malu oleh pernyataan Adit.



" Udah sayang jangan malu begitu biasa saja tante juga pernah muda" kata Sofia sambil merangkul pundak Wita.



" Wita kamu masih kuliah atau sudah kerja? " kata Sofia



" Saya guru tante, tapi...masih guru honor" kata Wita sambil tersenyum yang dipaksa.



" Apa kamu guru? Wah tante juga dulu kuliah dikeguruan tapi nich ragara si om ijasah tante nganggur dilemari. Padahal teman-teman tante sudah banyak yang sudah jadi kepala sekolah terus hidupnya ya tergantung uang suami. Apa tuh sayang nama tunjangan profesi guru itu Wita? Tante lupa ser.. .ser..apa ya " kata Sofia heboh.



" Sertifikasi tante " kata Wita menjelaskan.



" Ya itu...Sertifikasi wah pokonya guru mah sekarang hebat tidak seperti Umar bakrie hahaha" kata mama Sofia.



" Aku kira tadi tante akan marah setelah tahu profesi saya, tali ternyata" katanya sambil mengelus dada.



" Tante memang nyuruh Adit cari guru untuk menjasi istri seorang guru karena guru itu pasti lebih banyak waktu untuk keluarga." kata Sofia menjelaskan.


__ADS_1


Sementara Adit dan papa Herman hanya terseyum melihat Sofia yang berapi-api sedangkan Wita yang terlihat lebih kalem dan hanya bisa terseyum melihat gaya Sofia yang heboh itu.


Bagaimana kisah selanjutnya terus ikuti ya dan jangan lupa vote 😍😍😍


__ADS_2