
Setelah rutinitas malam yang melelahkan dan menguras tenaga itu. Wita dan Aditya bangun kesiangan itu pun karena tangisan Dito dan mereka segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka karena mereka sudah ditunggu untuk sarapan pagi bersama Almira dan Permana dilantai bawah.
" Ayolah suami cepat kami sudah siap mari kita turun bersama" sambil menggendong Dito yang sudah rapi.
Dito mulai merengek karena perutnya sudah lapar karena biasanya Dito sudah minum susu sebelum makan pagi, tapi hari ini karena ulah mama dan papanya dia kelaparan.
"Ayo suami Dito sudah menangis karena lapar apa kamu tega melihat dia menangis" Wita semakin kesal karena suaminya tak juga selesai berpakaian.
Dengan terburu\-buru Adit keluar dari ruang ganti dan langsung mengambil Dito dari gendongan Wita " cup..cup..cup...sayang sudah lapar ya ayo kita kemeja makan di sana pasti sudah ada makanan untukmu" Adit mencium pipi gembul Dito dan berjalan menuruni anak tangga, ketika dianak tangga terakhir Almira sang ibu mertua langsung bersuara sambil mengambil Dito dari tangan Adit " kenapa sayang kok nangis lapar ya? Ini Oma udah buatin kamu makanan" dan menaruh Dito di kursi khusus baby.
Dengan telaten mama Almira menyuapi cucu kesayangan nya itu dan terang saja Dito sangat lahap karena memang Dito sangat lapar tak butuh banyak waktu untuk Dito menghasilkan semangkok bubur bayi itu. Oma dan opa nya sangat bahagia karena bisa memiliki cucu seperti Dito.
Sambil menghabiskan sarapan mereka pak Permana mencoba untuk membuka suara " bagaimana Adit apakah kamu sudah mengambil keputusan dengan apa yang semalam papa katakan".
Adit menatap ke papa nya " sudah pa aku sudah ada keputusan" dengan nada berat.
" Apa keputusan mu nak" kata Permana sambil menghentikan kegiatannya.
" Iya pa, aku akan keluar dari kepolisian dan mengurus perusahaan keluarga" jawab Adit.
__ADS_1
Semua orang yang ada di meja makan tersenyum mendengar keputusan yang diambil oleh Aditya.
Wita mengusap bahu Aditya dengan lembut dan berkata" terimakasih suami aku mencintaimu".
" Kamu Wita bisa langsung mengurus sekolah TK yang sudah papa bangun untuk mu, karena papa tahu mengajar dan menjadi seorang guru adalah cita\-cita mu sejak kecil papa tidak mau kamu kecewa".
Wita terperangah dengan apa yang baru saja dikatakan mertuanya hingga Wita langsung berkata" terimakasih pa".
" Baiklah besok papa dan mama akan pulang ke rumah dan kalian harus baik\-baik disini dan kami sudah menyewa jasa baby sitter untuk menjaga Dito kalau kalian berada di luar rumah" sambung Almira.
Wita tersenyum mendengar apa yang baru saja dikatakan ibu mertuanya itu, dia merasa Tuhan sangat baik kepadanya karena telah mengirimkan suami dan mertua yang begitu menyayanginya.
Sang istri pun sangat senang dan tersenyum serta mengangguk pelan tanda bahagia.
Begitu pula dengan Almira dan Permana mereka sangat bahagia dengan kebahagiaan anak dan menantu mereka.
" Aduh ma...kok...paha papa panas ya? Terus...basah lagi..." Permana kebingungan.
" Jangan... jangan... Dito ngompol pa" Almira meraba bagian bawah Dito benar saja Dito ngompol karena tadi Wita lupa memakaikan popok pada Dito karena mereka bangun kesiangan.
__ADS_1
Mereka tertawa terbahak\-bahak karena melihat Dito tertawa karena telah mengompol dan melihat opanya yang merengek seperti anak kecil karena kena ompol cucunya itu.
" Awas kamu ya Dito opa ga mau gendong kamu lagi " sambil melenggang menuju kamar untuk mengganti pakaiannya karena basah.
" Jangan gitu dong opa " kata Almira dengan menirukan cara bicara anak kecil.
" Ooh ya ma kami keluar dulu ya mau beli persediaan susu Dito dan sekalian pacaran, kan sudah lama sekali kami tidak berdua semenjak aku koma dirumah sakit" dengan memandang wajah Wita dengan pandangan genit.
Wita yang dipandang meresahkan keanehan pada pandangan suaminya itu " apaan sih mas".
" Iya memang benar kan , boleh ya ma. Mama yang jaga Dito satu hari ini saja ma" sambil merapatkan tangan seperti orang memohon.
" Kamu ini kalau ada maunya kayak anak kecil saja, iya mama izinkan. Iya Wita pergilah dengan suamimu biar mama yang jaga Dito" dengan senyum hangat.
" Beneran mama tidak apa\-apa kami tinggal ma?" Kata Wita merasa tidak enak.
" Iya sayang benar mama tidak apa\-apa, pergilah mama ngertiin kalian kok" ucap mama Almira yang begitu menyayangi menantunya itu. Bukan tidak beralasan Almira menyayangi Wita karena Wita menerima Aditya tidak mengetahui kalau Adit anak dari seorang jendral dan pebisnis handal , itu menandakan Wita bukanlah perempuan yang gila dengan harta dan Almira juga tahu kalau Aditya lah yang mengejar cintanya.
***Bagaimana lanjutan nya jangan lupa like nya ya***!!!
__ADS_1