
Semenjak kerjasama dengan perusahaan pak Darmawan itu terjalin Aditya memang menjadi terkenal banyak tendernya yang gol dan dia semakin diperhitungkan dikancah para pebisnis hebat Indonesia.
Namun dia tidak pernah menjadi seorang yang sombong karena istrinya selalu mengingatnya atas hal itu.
Ketika mereka ingin tidur dan sudah berada di atas ranjang Wita membuka suara " suami apakah kamu ada waktu untuk berlibur" dengan suara datar.
" Nanti aku suruh Angga untuk kosongkan waktu aku ya sayang, emang kamu mau kita berlibur kemana?" Ujar Adit kepada Wita dengan wajah heran karena tidak seperti biasa Wita meminta liburan.
" Aku mau kita liburan ke rumah papa dan mama kamu, aku rindu dengan mama dan papa mertua aku sayang" katanya dengan raut sedih.
" Kenapa tidak mereka saja yang kesini seperti papa dan mama kamu kemarin" tanya Adit lagi dia mencoba untuk bernegosiasi dengan istrinya.
" Beda dong suami kalau mereka yang kesini, pokonya aku mau kita yang ke sana" Wita membalikan badannya dengan kasar menandakan dia marah dengan Adit yang tidak mengikuti permintaan Wita.
Adit menyentuh pundak istrinya dengan lembut dan membalikkan tubuh Wita dan pandangan mereka bertemu dan manik mata Wita dan Adit juga saling mengunci. Aditya melihat mata indah itu telah dipenuhi oleh aliran sungai yang sebentar lagi seperti nya akan meluap dan benar saja anak sungai itu meluap, hati Adit sangat kasihan melihat istrinya itu " sayang kita akan kerumah papa dan mama ya , tapi aku harus lihat dulu dan tanya pada Angga. Apakah aku bisa kosongkan waktu aku ya, jangan nangis ya sayang" kata Adit sambil mengelus kepala istrinya itu.
__ADS_1
Wita tersenyum dan berkata" benar ya sayang kamu jangan bohong".
Adit hanya mengangguk dan menaruh kepala Wita di atas dada bidangnya dan mereka pun tertidur.
**************************************
" Sial kenapa dia malah semakin sukses setelah keluar dari kepolisian, sementara aku tidak bisa membalas dendam atas kematian adik ku" kata Anton sambil mengepalkan tangannya.
" Aku akan pasang strategi lagi, aku akan bekerjasama dengan orang yang bisa membantu aku, aku akan buat dia tersiksa dengan menyakiti istri dan anaknya. Aku tahu bahwa kelemahannya adalah keluarnya. Tunggulah pembalasan ku " kata Anton sambil terus mengutuk Adit.
*************************************
Wita yang berada di sekolah juga sangat bahagia dan senang sekali dengan rutinitas nya disekolah dan tak terasa waktu pulang sudah tiba dan Wita pulang , hari ini Wita tidak membawa Dito dan Wita pulang tanpa Dito kerumah hanya supir pribadi yang menemani Wita dalam perjalanan pulang kerumahnya.
Sementara di sebrang jalan Wita tidak melihat bahwa ada mobil yang mengikuti mereka.
Dert...dert...dert...
__ADS_1
Telepon genggam Wita berbunyi dia melihat sebuah nomor yang tidak dikenal dan dia mengangkatnya , karena dia berfikir mungkin saja itu nomor dari salah satu orang tua siswa nya " Hallo" jawab Wita.
" Apa benar ini Ny. Wita Aditya Permana?" Kata seseorang diseberang sana.
" Iya benar saya sendiri"
" Ibu , ibu harus ke hotel Mona karena pak Aditya menyuruh ibu kesini , karena ibu harus mendampingi bapak"
Tanpa berfikir panjang Wita mengiyakan permintaan penelepon itu dan menyuruh pak Eko untuk mengantarkan nya " baik lah" dan Wita menutup sambungan telepon itu.
***************************************
Dert..,dert...dert....
Telepon genggam Aditya juga berdering dengan nomor yang tidak dikenal dan menyuruh Aditia ke hotel Mona untuk menjumpai Wita karena dia sedang ada masalah dengan pemilik hotel dan harus suaminya sendiri yang menyelesaikan karena pihak hotel merasa tidak suka dengan tindakan Wita yang semena\-mena, itulah yang disampaikan penelepon misterius itu.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang diinginkan si penelepon misterius itu ? Penasaran jangan lupa like ya 🤗