Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
33. Melelahkan


__ADS_3

Satu harian tunak di kantor bukanlah hal yang baru bagi Aditya namun tidak seperti waktu dia di Polsek. Kalau di Polsek dia bisa sedikit santai tak perlu harus bercokol di depan laptop sepanjang hari memeriksa semua imail yang masuk dan harus meeting menemui mitra bisnis agar semua berjalan dengan baik dan terkendali.



Disamping itu Aditya bertanggung jawab atas semua nasib dan kelangsungan hidup karyawan dan keluarganya, semua tanggung jawab ada dipunggung nya. Dia harus bisa menaikkan progres perusahan dimata pebisnis lain jika dia salah langkah maka semua bisa hancur berantakan.



Aditya sangat merindukan suasana Polsek dimana dia hanya menangkap penjahat, membuat laporan penahanan dan merencanakan kegiatan dan operasi dilingkungan Polsek yang dia pimpin. Aditya juga tidak harus bertanggung jawab dengan nasib bawahannya karena jika dia yang melakukan kesalahan paling hanya berimbas kepada dirinya sendiri tanpa harus melibatkan orang banyak.



" Ooh Tuhan kuatkan aku melakukan yang terbaik agar semua orang yang bergantung hidup kepadaku tidak kecewa" gumamnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu kursi kerjanya.



Dert...dert...dert...


Telepon Aditya bergetar dan ada nama Wita dilayar ponsel itu, Aditya langsung mengangkat panggilan itu karena dia memang butuh doping dari orang tersayang "halo istri kamu lagi apa? Aku kangen sekali dengan kamu" katanya dengan nada kelelahan.



" Aduh suami baru juga sebentar belum juga sehari udah kangen saja" kata Wita dengan nada cemberut. " Malu ahh sama jabatan dan status kamu sebagai ayah" sambung Wita lagi.



" Malu... ngapain harus malu orang ngeluhnya sama istri sendiri kecuali sama orang lain, baru malu" tak mau kalah dari sang istri.

__ADS_1



" Iya iya suami jangan marah ya, ntar ga aku kasih jatah lo" Wita mencoba menggoda suami tampannya itu.



" Jangan dong istri ntar aku tidak bisa tidur nyenyak" sambil memainkan mata genitnya padahal Wita tidak melihat apa yang dilakukan oleh Aditya.



" Ya udah pulang tepat waktu ya suami jangan telat aku uda masak makanan kesukaan kamu" dan Wita langsung mematikan sambungan telepon.



Aditya hanya melengos karena merasa belum selesai bicara tapi sang istri telah mengakhiri panggilan telepon.




Namum entah mengapa mitra bisnisnya ini merasa pengerjaan proyek itu sangat lambat padahal waktu yang ditentukan masih lama dan belum jatuh tempo, tetapi Anggara telah menjelaskan semua itu karena mitra bisnisnya itu selalu banyak protes dan maunya apalagi karena Aditya yang sekarang dipercaya untuk memimpin perusahaan.



Walaupun meeting itu berjalan alot namun semua berjalan dengan baik dan mitra bisnisnya itu menerima dengan alasan yang diberikan oleh Aditya.


__ADS_1


" Saya kagum dengan nak Aditya saya kira anda tidak tahu apa\-apa tentang dunia bisnis karena selama ini yang saya tahu anda adalah seorang perwira polisi. Ternyata saya salah menilai anda , sekali lagi maafkan saya" kata pak Brotoseno dengan wajah menahan malu.



" Ooh tidak apa\-apa pak itu wajar, mungkin kalau saya ada diposisi bapak juga akan seperti itu" sambil memberikan senyuman.



" Baiklah pak Aditya saya permisi dulu karena sepertinya semua sudah beres" sambil beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat pertemuan itu.



Waktu meeting itu selesai waktu sudah sore jadi Adit tidak lagi ke kantor tapi dia langsung pulang dan menyuruh Anggara untuk membawa hasil kerja mereka dan menyuruh Anggara untuk mengirimkan hasil kerjanya itu ke Aditya agar Adit bisa mempelajarinya di rumah.



Aditya memang seorang pekerja keras tak sedikit pun waktunya terbuang percuma tanpa ada hasil, itulah Aditya pria yang sangat keras dan menjunjung tinggi semua etos kerja. Aditya juga punya prinsip kalau bis dikerjakan sekarang tidak perlu besok. Itulah sebabnya diusianya yang masih sangat muda dia sudah punya segalanya, jauh sebelum dia memimpin perusahaan keluarga nya itu.



Dia tidak pernah menghabiskan waktu dengan bermain\-main dia memang sudah ditempah untuk menjadi pria sejati dan mandiri sejak kecil oleh Permana ayah Adit.



Adit melajukan mobilnya dan dia menyisir semua jalan yang dia lewati dan perasa hatinya sudah tidak sabar lagi karena ingin bertemu dengan orang\-orang yang paling dia cintai yaitu istri dan anaknya, karena merekalah obat penawar lelahnya. Tidak terasa Adit sampai dirumah dan disambut oleh istri dengan pelukan hangat sang istri " kamu capek ya suami, aku siapin air mandi kamu ya , setelah itu kita makan malam" Wita tersenyum sambil membawa tas suamainya menuju ruang kerja dan meletakkanya disana.


__ADS_1


Aditya pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan membersihkan diri semua berjalan sesuai yang direncanakan.


Bagaimana kisah selanjutnya terus kepoin ya


__ADS_2