
Hari senin di lapangan sekolah Wita mengikuti upacara bendera yang diadakan setiap awal ajaran baru. Upacara bendera hari ini berbeda dengan upacara bendera biasa, karena yang menjadi pembina upacaranya adalah seorang Aparat Kepolisian Republik Indonesia.
Karena Wita hari ini datang agak terlambat sehingga dia tidak sempat berkenalan dengan tamu sekolah yang sekarang menjadi pembina itu. Wita dengan peserta upacara lainnya sangat hikmat mengikuti upacara, dan sampailah pada amanat.
"Selamat pagi semua nya" sapa pak polisi itu dengan gagah menunjukkan identitas bahwa dia seorang prajurit sejati.
" Pagi pak" jawab peserta didik itu dengan posisi siap dan semangat terutama peserta didik cewek.
Polisi itu menyampaikan salam hormat kepada bapak kepala sekolah, guru dan staf yang bekerja disekolah SMU Tunas Harapan itu.
__ADS_1
Semua orang terpanah dengan pembina upacara itu, karena dia berdiri dengan gagah dan apa yang disampaikannya pun dimengerti oleh semua peserta didik dan upacara pun usai.
Namum tidak untuk Wita sangat membenci sosok yang sekarang berdiri di tengah lapangan sebagai pembina upacara itu.
Seperti biasa setiap pembina yang sudah selesai menyampaikan amanat, akan turun dari mimbar dan menyalami kepala sekolah, guru-guru dan staf tata usaha.
Aditiya berjalan menuruni mimbar dan menyalami semua guru dan ketika Aditiya bersalaman dengan Wita dia merasa terpikat dengan kecantikan Wita. Adit sampai tak sadar bahwa dia sudah sangatlah lama berdiri dihadapan Wita hingga teman Wita yang bernama Susy berdehem" hem hem" sambil memukul pelan tangan Wita yang menyadarkan Aditya dari lamunannya. Hal itu membuat Aditiya tersipu-sipu malu. Namun Wita menatapnya dengan tatapan penuh dengan kebencian.
Setelah upacara bendera itu selesai Aditia beserta rekan seprofesi dengan dia, diundang kepala sekolah untuk berbincang -bincang bagaiman caranya agar peserta didiknya dapat masuk Akpol seperti Aditia dan rekannya itu. Karena itu sudah menjadi sebuah tradisi untuk menjamu dan berbasa - basi sebagai bentuk tata karma.
__ADS_1
Namun Aditiya mencari sosok wanita yang membuat dia terpanah tadi, namun tak jua sosok itu ada dipandangannya sampai dia meninggalkan ruangan kepala sekolah itu.
Dia pun menuju tempat parkir untuk mengambil mobil patroli polisi yang digunakan saat kesekolah dimana dia tadi menjadi seorang pembina upacara, dan dia memutuskan untuk pulang karena sosok yang dia cari tak juga dia dapatkan. Langkahnya terhenti ketika seorang peserta didik memanggil gurunya " ibu" kata perserta didik itu sambil berlari kecil mendekati Wita dan membawa buku tugas yang ingin ditunjukkan pada sang guru agar dapat dinilai.
Adit hanya memperhatikan dari kejauhan apa yang dilakukan Wita kepada muridnya saat berinteraksi, begitu terampil dia saat menjelaskan pelajaran yang sedang Wita bahas bersama peserta didiknya itu. Tak sadar Aditia sangatlah mengagumi sosok Wita yang merupakan seorang guru, dari dulu Aditia sangatlah suka dengan sosok guru menjadi pendamping nya kelak.
Wita dengan telaten memeriksa pekerjaan peserta didik itu dan memberi nilai dan peserta didik itu berjingkrak senang karena mendapat nilai seratus " makasih ya bu" sambil meninggalkan peserta didiknya Wita melangkah dengan pasti melanjutkan perjalanannya menuju ruangan guru dan sambil tersenyum entah apa yang dia senyumi hanya dia yang tahu.
__ADS_1
Sementara tanpa disadari Wita ada sepasang mata yang dengan serius sedari tadi memperhatikan Wita yang sedang berjalan.
BAGAIMANA CERITA SELANJUTNYA APAKAH ADITIA MAMPU MENDAPAKAN PUJAAN HATINYA ITU ATAU DIA HANYA GIFIT JARI?? BERIKAN LIKE JIKA LAKENYA LEBIH DARI LIMAPULUH LIKE SAYA LANJUT KAN, MAKANYA BUAT DONG JEJAK KAMU DITULISAN SAYA INI 😊