Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
Pernyataan Cinta Adit


__ADS_3

Setelah pertemuan itu Aditia semakin akrab dengan Pak Sanjaya Adit pun semakin sering bersilatuhrahmi kerumah Pak Sanjaya. Walaupun maksud sebenarnya dia ingin dekat dengan Wita putrinya itu, tapi dia tidak bosan untuk terus bertahan agar Adit dapat menaklukkan hati si guru galak itu.



Lagi pula mamanya mengatakan kalau mau mendapatkan hatinya Wita Adit harus mendapatkan hati orang tuanya biar jalannya lebih mudah, itu pesan mamanya kepadanya.



Cara itu memang benar karena jalan satu-satunya untuk dia bisa terus berkomunikasi dan bertandang kerumah Wita ya dengan mendekati kedua orangtuanya.


Apa lagi sekarang dia bahkan sering diundang mama Wita untuk makan dirumah dan Aditia juga sering diminta bantuan untuk mengantarkan Arini kemana pun Arini minta, selagi tidak mengganggu pekerjaan Adit dan Aditia pun senang melakukannya.


Hingga suatu hari Arini juga meminta tolong kepada Aditia untuk mengantarkan pesanan kue kepada ibu Kapolres yang sedang mengadakan acara arisan ibu Bayangkari, dan kebanyakan dari istri polisi itu diantarkan oleh suaminya. Dengan memakai segam pink semua ibu-ibu itu terlihat cantik. Tapi... karena Aditia belum punya istri tentu saja dia datang bersama Wita untuk mengantarkan pesanan kue karena ibu Arini mama Wita tidak bisa hadir karena kurang enak badan.


Sesampainya dirumah Kapolres itu mereka mengucapkan salam " selamat sore ibu-ibu " sapa Wita dengan ditemani Aditia yang berdiri tepat disampinya.



" Hey...Wita kamu sudah sampai, kamu bawakan pesanan ibu? " kata Mira si ibu Kapolres.



" Iya bu, ini" kata Wita sambil menyerahkan bingkisan yang ada ditanganya.



"Ya sudah kami permisi dulu ya bu" kata Wita berpamitan.



" Eh...tunggu, ibu ambil uangnya dulu" kata Mira sambil berjalan kearah kamar dan keluar lagi dengan membawa uang pecahan seratus ribu beberapa lembar dan menyerahkannya kepada Wita.



" Makasih bu" kata Wita sambil memutar tubuhnya berjalan kearah mobil Adit, karena menurut Wita dia sudah selesai dengan tugas mengantar pesanan dan sipemesan sudah mendapat apa yang dipesannya.



" Eh...tunggu jangan buru-buru pulang, kaluan disini aja dulu. Nanti juga setelah kamu menikah pasti ikut acara ini" kata Mira menggoda Wita.



" Iya kan pak Adit" kata Mira lagi.



" Maksudnya bu? " kata Adit cepat.



" Ya maksud ibu setelah kalian menikah?" kata Mira mencoba menjelaskan.



Adit pun mengerti apa yang dimaksud oleh Mira, Mira menyangka Adit dan wita berpacaran. " Ooh...Wita lebih suka jadi ibu Persit bu ketimbang jadi ibu bayangkari " kata Adit sambil tersenyum.



" Loh bukannya kalian pacaran, kan selama dua bulan ini saya sering liat kamu antar ibu Arini acara ibu bayangkari " kata Mira merasa heran " Ibu fikir ya kalian pacaran, maaf ya Wita " kata Mira merasa bersalah.

__ADS_1



" Iya ibu tidak apa-apa" sambil tersenyum.



" Ya udah ibu kami pulang dulu karena sudah sore" kata Adit.



" Ooh iya silakan pak Adit " kata Mira ramah.



Mereka masuk kedalam mobil dan melaju selang beberapa menit didalam mobil terdengar suara panggilan video dari telepon Wita, ternyata itu Kevin.



Wita segera menggeser warna hijau yang ada di HP nya itu dan terdengarlah suara Kevin berkata " Sore calon ibu persitku, apa kabar mu sayang" kata Kevin dengan seyum yang begitu menawan.



" Baik sayang " dengan tak kalah bahagia.



" Maaf ya baru bisa telepon kamu sekarang karena kemarin ditempat aku tugas tidak ada sinyal, maklumlah sayang, kamu kan tahu sendiri bagaimana kalau sudah tak ada sinyal" katanya dengan nada sedih.



" Iya aku ngerti kok sayang, tapi kamu harus cepat pulang ya. Aku rindu berat nih" kata Wita dengan nada manja tanpa memperdulikan Adit yang sedari tadi gerah mendengar percakapan mereka.




" Masa sih? Aku jadi malu tahu, karena kamu baru kali ini muji aku terang-terangan " kata Wita yang merasa tersanjung saat dipuji.



" Iya beneran deh aku ga bohong, kamu memang tambah cantik dan manis " kata Kevin dengan sungguh dan dia tidak berbohong. Memang sore itu Wita sangat terlihat cantik.



" Iya aku percaya kok, sayang. Ohh ya kamu sehat, kamu da makan terus sekarang lagi dimana awas ya jangan gamjen" kata Wita dengan nada manja.



" Satu-satu dong nanyanya, biar enak jawabnya " kata Kevin dengan nada tidak kalah manja dari sana dan itu sukses membuat telinga Adit sakit.



" Katanya prajurit sejati masa gitu aja tidak sigap" tantang Wita.



" Ok aku jawab pertama aku sehat, aku udah makan, dan aku lagi dibarak, dan aku janji aku tidak akan ganjen, laporan selesai " kata Kevin dari seberang sana.


__ADS_1


" Ihh kamu bisa aja dech" kata Wita yang senang medapat jawaban dari Kevin pujaannya itu.



" Sayang udah dulu ya, aku masih ada urusan penting " kata Kevin.



" Ihh aku kan masih kangen kok udahan sich? " kata Wita seperti mau menangis.



" Jangan sedih dong nanti kalau ada waktu dan kesempatan aku telpon lagi ya" kata Kevin menenangkan pujaan hatinya itu.



" Ya uda dech" namun ada seraut seyum yang ditampilkan Wita dan Kevin merasa lega karena kekasihnya itu sangat pengertian kepadanya.



" I love you, sayang" kata Kevin.



" I love you too" sambil mematikan panggilan video.



Wita kembali diam dan tak memperdulikan Adit yang sedari tadi melihat dan mendengar apa yang dibicarakan Wita dan Kevin barusan dan diberkata " Duh yang baru teleponnan dengan sang pacar bahagia sekali tanpaknya, sampai tak melihat kalau ada yang lagi mendengar obrolannya " kata Adit.



"Kamu tidak tahu saja apa yang aku rasakan, sebenarnya aku itu merasa sedih berpacaran dengan Kevin. Aku senang berpacaran dengan Kevin disisi lain aku juga tersiksa karena harus menahan rindu berhari-hari, betbulan-bulan bahkan bertahun. Namun disisi lain aku merasa tidak punya pacar karena malam minggu tidak ada yang berkunjung kerumah dan aku hanya dirumah paling banter jalan sama teman atau nonton TV sama papa dan mama. Terkadang ingin rasanya aku putus saja dengan Kevin karena lama-lama aku tidak kuat, tapi ku fikirkan lagi ibu-ibu persit lain bisa kenapa aku tidak" katanya dengan tak kuasa menahan butiran kristal bening yang tak sengaja terlepas.



" Terkadang aku berfikir apa aku kuat jika nanti benar-benar menikah dengan Kevin, mungkin kata ibu benar tak semua ibu persit itu kuat. Tapi.... " Wita menghentikan kalimatnya.



Adit menepikan mobil yang dia kendarai itu ketepi jalan dan setelah mobil itu suda berada dipisisi aman, Adit memegang pundak Wita dan menatap lekat keretina mata Wita dan mata keduanya saling tatap dan Adit berkata "Kalau kamu ragu untuk memilih Kevin menjadi pendamping mu apa pun alasannya, kamu doa saat teduh, mudah-mudahan kamu diberikan jawaban atas keraguan mu itu" kata Adit sambil tersenyum.



Wita terseyum dan menganggukkan kepalanya arti tanda mengerti dan setelah Adit melihat agukan itu dia kembali berkata "Aku juga mencintaimu dan jika kamu sudah dapatkan jawabannya kamu pilih siapa, beri tahu aku. Jika kamu pilih Kevin yang kamu bilang cinta sejati mu itu aku ikhlas melepaskan mu tapi jika kau pilih aku Kevin juga harus ikhlas melepaskan kamu untuk aku" kata Adit dengan tegas.



" Maksud kamu..." lagi-lagi Wita bingung dengan penjelasan Adit yang menyatakan harus ikhlas itu.



" Sebenarnya selama ini aku juga mencintai mu, aku kerumah kamu semata-mata ingin dekat dengan mu lebih tepatnya"



Wita hanya diam dan mencoba mencerna semua kalimat Aditia kepadanya. Wita pun tak berani menatap mata Adit.


○Apakah yang akan terjadi selanjutnya apakah Wita marah atau malah senang dengan pernyataan Adit itu??? Jangan lupa votenya ya 🙏🙏🙏biar makin semangat nih nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2