Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
46. Masih diam


__ADS_3

Setelah sarapan Adit berangkat ke kantor namun Adit ingin berlalu begitu saja... Wita langsung memegang tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya " biar pun aku tidak salah tapi aku harus mengalah demi rumah tangga ku , aku tidak rumah tangga aku rusak karena fitnah " batinnya.



Adit juga tidak menepis tangan istrinya itu dia membiarkan istrinya melakukan hal yang lazim dilakukan istrinya itu dan dia juga mencium puncak kepala istrinya dan Dito juga tersenyum melihat tingkah papa mamanya seolah dia mengerti perasaan yang dirasakan oleh orang tuanya. " Papa pergi ya sayang" Adit mencium pipi pangeran gembul nya itu.



Dito tertawa " pa...papa..." Kata itu terucap dari mulut Dito, Aditya yang mendengar celotehan anaknya itu kaget " aduh anak papa , iya sayang papa berangkat ya" kata Adit sambil mengelus puncak kepalanya.



" Dada...pa....ti...ti...pa..." Kata Dito yang sedang belajar bicara.



" Iya sayang makasih sayang papa pergi ya" Adit masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya namun Aditya tidak berkata lagi dengan Wita hanya wajah datar yang di perlihatkan nya.



Wita dengan menggendong Dito berdiri di depan pintu hingga mobil Aditya tidak terlihat lagi baru Wita masuk, dan bergegas untuk kesekolah.


*****************************


Sampai dikantor Adit nampak tak bersemangat dan Angga menyapa Adit " pagi pak ?" kata Angga sambil menunduk kepada Adit.



" Pagi " balas Adit tidak bersemangat.


__ADS_1


" Bapak ada masalah?" lanjut Angga.



" Angga, kamu ada tugas . Tolong selidiki Roy Gunawan dan cari tahu ada hubungan apa dia dengan istri saya." Titahnya.



" Baik pak akan saya laksanakan"



" Kamu harus melaporkan kepada saya secepatnya" Adit duduk dan melanjutkan pekerjaannya.


**********************************


Disekolah Wita merasa sedih sekali karena Adit lebih percaya kepada Roy yang notabene adalah bohong, Wita sangat kecewa melihat sikap Adit yang terus diam kepadanya.




" Masuk" kata Wita pada orang yang berada di luar.



Seseorang yang ada di balik pintu itu masuk dan berkata " selamat pagi Wita mantan kekasihku yang cantik" kata pria yang sekarang sedang berdiri didepan Wita.



" Kamu? Untuk apa kamu ke sini? Apa tidak cukup kekacauan kemarin? Apa tidak cukup kau buat aku dan suamiku bertengkar dengan fitnah yang kau katakan kemarin" kata Wita dengan nada tinggi.

__ADS_1



" Aku belum puas sebelum kau kembali ke pelukan aku sayang" kata Roy dengan mengangkat ujung bibirnya.



" Apa maksudmu dengan sebelum kau kembali?" Semakin marah.



" Sebelum kau kembali ke akulah emang kamu tidak tahu arti dari kalimat yang aku katakan" dengan senyum devilnya Roy mengatakan tanpa ada rasa bersalah.



" Maafkan aku Roy mungkin itu sudah takdir kita untuk tidak bersatu anggaplah memang kita tidak berjodoh" kata Wita mencoba menjelaskan " lagi pula kamu yang menghianati aku dan membuat aku merasakan sakit yang begitu luar biasa, aku meratap hampir gila karena aku menunggu mu dengan setia namun kau berhianat dan menduakan cinta aku" katanya lagi dan air mata yang sedari tadi ditahan agar tidak jatuh akhirnya lolos dari ujung matanya.



" Ahh omong kosong kaulah yang menghianati aku Wita, buktinya kau yang lebih dulu menikah dari aku" kata Roy tak mau disalahkan.



" Sudahlah aku tidak mau membahas sesuatu yang tidak berarti bagi ku lagi, sekarang aku minta kau pergi dari sini sebelum aku panggil satpam" sambil mengarahkan jari telunjuk ke pintu keluar.



" Baik aku pergi sekarang namun perlu kau ingat aku tidak akan berhenti sampai disini sebelum kau kembali kepada ku, ingat itu" dengan nada mengancam.



Wita terdiam sejenak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Roy.

__ADS_1



Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like ya 🤗


__ADS_2