Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
Teh goyang


__ADS_3

Disekolah Wita juga seyum-seyum sendiri memikirkan perbuatan Adit yang menciumnya secara tiba-tiba dan ntah kenapa ciuman itu membuat hatinya terasa terusik dan membuatnya mabuk seperti ABG yang baru tahu rasanya dicium.



Tak seperti ciuman yang diberikan Kevin waktu mereka dulu pacaran, ciuman itu tak berasa walau Wita merasa mencintai Kevin.



Sampai pandangan dan pikiran Wita terbang melambung jauh menerawang " tapi tunggu kok aku jadi begini ya? "batin Wita "tidak....tidak...aku tidak boleh seperti ini, bisa saja itu hanya perasaan ku saja" pada dirinya sendiri.



Wita melanjutkan pekerjaannya untuk mengisi rapor peserta didiknya dan tak terasa sudah sore dan sambil menunggu Adit menjemput Wita memeriksa pekerjaannya lagi takut jika masih ada yang kurang atau salah.



Mang Ade sampam sekolah Wita menjumpai Wita diruangan lab " maaf bu Wita ada yang cari".



" Siapa mang? "



" Pak Aditia suami ibu, mau jemput ibu katanya"



" Ohh iya pak sebentar lagi saya kesana, saya bereskan dulu pekerjaan saya"



" Baik bu, akan saya sampaikan " mang Ade pun pergi menjumpai Adit dan mengatakan bahwa Wita akan segara datang.



Ternyata Wita tak kunjung datang, Adit yang kelelahan malah tertidur sambil menunggu, tak mau mengganggu Wita pun hanya masuk kedalam mobil dan membiarkan Adit tertidur.



Wita mengelus lembut pipi suaminya itu dan ternyata Adit telah terjaga dari tidurnya, namun Adit membiarkan tangan halus istrinya seperti setrikaan mondar-mandir dipipinya dan merasakan belaian lembut istrinya itu. Adit sangat menikmati setiap belaian dan Adit percaya kalau istrunya itu memang mencintainya atau mulai mencintainya.



Akhirnya Adit bersandiwara baru bangun dari tidur dan mencoba mengerakkan tangan seolah-olah sepert orang yang benar -benar baru bagun sambil pura -pura dan berkata " ehh...kamu uda disini, maaf ya aku ketiduran. Udah lama nunggunya? "



" Ahh baru kok" Wita tersipu malu dan membayangkan apa yang baru dia lakukan. "Untung dia tadi tidak sadar dengan apa yang aku lakukan" sambil mengelus dadanya.

__ADS_1



" Kamu kenapa kok kayak orang ketakutan sampai mengelus dada" kata Adit sambil tersenyum karena dia tahu sekali apa yang membuat istrinya itu ketakutan karena malu ketahuan kalau dia mengelus wajah Adit.



" Ah tidak apa - apa, ayok kita jalan aku udah gerah dan sebentar lagi malam, aku belum masak makanan untuk makan malam" kata Wita berkilah.



" Ok " sambil menginjak gas mobilnya, namun baru beberapa menit perjalanan Adit berenti disebuah warung bakso paling terkenal didaerah itu yang rasa bahso iti membuat lidah siapa saja yang mencicipi pasti akan bergoyang.



" Kamu suka bahso? " kata Adit menanyakan.



" Tidak begitu, emang kenapa? " kata Wita jujur karena dia memang kurang begitu suka dengan bahso karena satu-satunya bahso yang dia suka adalah bahso buatan neneknya yang telah tiada.



" kamu coba dech yang ini pasti kamu suka" kata Adit.



" Pak bahsonya dua ya, GPL alias ga pakek lama ya pak. Soalnya saya lapar belum makan dari siang" katanya sambil tersenyum.




" Iya belum aku belum makan, aku kalau udah kerja lupa makan. Biasanya mama yang cerewet ingatin aku" dengan wajah sedih.



" Maaf ya aku tidak tahu kalau kamu seperti itu, lupa makan kalau sedang kerja. Ntar aku yang ingatin kamu ya" dengan merasa bersalah.



" Udah tidak usah dipikirkan ayo kita makan, mumpung masih panas kalau uda dingin nanti kurang enak" katanya sambil mulai menyuapkan sesendok bahso kemulutnya dan saat itu dia melihat Wita yang sedang berdoa, malunya Adit karena dia lupa berdoa.



Setelah selesai makan bahso mereka pulang kerumah, setelah sampai dirumah mereka langsung mandi dan membersihkan tubuh mereka dari segala debu. Malam ini ntah kenapa Wita merasa lelah sekali " Mas, aku sangat lelah dan aku juga kurang enak badan. Gimana makan malan kita? " kata wo merasa tak enak hati.



" Sudah sayang, jangan khawatir kan sekarang udah muda kita pesab on line aja ya? " sambil mengelus lembut puncak kepala istrinya, Adit mulai mengambil benda pipih itu dari atas nakas tempat tidur dan mulai memesan makanan lewat aplikasi.

__ADS_1



" Oh ya kamu mau makan apa Wit? "



" Apa ya mas, nasi Padang pakai rendang aj deh mas. Aku lagi pengen makan itu" katanya sambil mengigit bibir tipisnya.



Hal itu membuat jiwa kelaki-lakian Adit semakin tak tertahan tapi Adit mengurungkan niatnya dan melemparkan pandangannya dari bibir tipis Adit. " ok, minumnya apa? " kata Adit lagi.



" Aku mau minum teh goyang aja mas, dan aku mau buat sendiri saja karena perut aku agak gembung sepertinya aku masuk angin" kata Wita sambil mengelus perutnya yang memang agak masuk angin.



" Teh goyang? Teh apaan itu? " katanya heran.



" Nanti dech aku buat dulu baru ntar aku kasih kamu cicipi ya mas" kata Wita sambil tersenyum dan menuju dapur dan membuat teh goyang yang Wita maksud.



Tak lama pesanan on line itu datang dan Wita langsung menyajikan semua diatas meja makan, termasuk teh goyang yang tadi Wita buat.



" Mas, coba deh kamu cicipi teh goyangnya kan kamu tadi penasaran dengan rasanya" sambil menyodorkan minuman itu sambil tersenyum.



Adit mulai meminum dan langsung berkomentar " ini mah teh tawar" katanya protes.



" iya memang teh tawar " itu bahasa medan mas sambil tertawa.



" Serius tadi aku penasaran banget ternyat kamu ngerjai aku ya " Adit mencubit hidung istrinya dan sang istri merasa kesakitan.



" sakit mas...aduh....aduh..." kata Wita sambil memegangi hidungnya yang sakit.


__ADS_1


Mereka pun mulai makan dan suasana makan mereka seperti pengantin baru yang memang saling mencintai.


__ADS_2