
" Selamat pagi ibu guru cantik " kata Adit menyapa Wita yang sedang berjalan menuju ruang guru dan tidak merespon sapaan dari lelaki yang sedang tebar pesona itu.
Senyum yang tadinya begitu merekah bagai bunga yang sedang menampilkan keindahan warnanya menjadi layu seketika seperti digulung oleh angin puyuh.
"Sial" batinnya dan menoleh kearah Mateo yang sedang mengulum senyumnya karena melihat Aditiya yang dibuat garing oleh seorang wanita. " apakah pesona diriku tidak membuat dia terpesona" batin Aditya.
Akhirnya Aditiya masuk kedalam mobil dinasnya dan saat didalam mobil, dia memukul stir mobil dan berkata " Sial banget gua dicuekin gitu emang gue apaan, baru kali ini seumur hidup gue dicuekin dengan cewek" sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Hahaha, emang enak dicuekin loe sih sok kegantengan" kata Mateo dengan nada mengejek.
" Maksud loe? Gua nggak ganteng? Gila aja lu bilang gua tidak ganteng. Ini Aditia permana pria tampan dengan karir yang cemerlang " sambil menarik kerah bajunya dan menyombongkan dirinya.
"Iya gua akui lo memang tampan dengan karier cemerlang, namun tidak semua wanita semata-mata tertarik dengan ketampanan dan karier mu itu. Contoh nya ibu guru tadi biasa saja liat lo" sambil menegaskan kepada Adit.
" Itu dia yang membuat gua penasaran, pokoknya gw harus bisa dapatin itu hati ibu guru" ucapkan dengan yakin.
" Ya kita liat saja sampai seberapa geregetan kamu mendapatkan cintanya " tantang Mateo.
" Iya lihat saja, pasti dia klepek -klepek " semakin percaya diri.
__ADS_1
Sesampainya dikantor wajah Adit sangat kusut dan membuat anak buahnya enggan bertanya karena takut salah bicara. Akhirnya Adit masuk ruangan Kapolsek dan kelihatan seperti melamun.
" Kenapa wajah komandan kita itu Teo? " kata salah seorang teman Mateo.
" Biasa dicuekin cewek! " kata Mateo enteng tanpa beban.
" Apa?? Komandan dicuekin cewek?? Bukankah selama ini komandan yang selalu dikejar cewek?? Helmi tak percaya.
" Itu makanya dia merasa, sial kenapa cewek itu begitu antipati kepadanya" Mateo mencoba menjelaskan.
" Emang kalian jumpa dimana dengan cewek itu? " Helmi semakin penasaran karena yang dia tahu kalau cewek Indonesia biasanya sangat tergila-gila dengan sosok polisi tapi kenapa cewek ini tidak ya? Batinnya.
" Jangan bilang cewek itu Wita?" kembali Hilmi bertanya.
"Iya, kamu kok tahu? " Mateo sekarang penasaran karena pertanyaan Hilmi.
" Pantes saja, karena cewek satu itu memang tidak suka dengan cowok seperti kita"
" Maksud kamu, seperti kita?? "
__ADS_1
" Iya dia sangat Alergi dengan Polisi, apa pun jabatan dan pangkatnya. Karena bagi dia Polisi adalah biang masalah. Dia teman saya, saya tahu betul siapa dia. Kalau untuk berteman mungkin bisa tapi kalau untuk mendapatkan hatinya sih sulit" kata Hilmi dengan penegasan.
" Ciih...kalau belum berusaha sudah menyerah bagaimana bisa jadi pria sejati" ledek Anton yang tiba-tiba ikut nimbrung kayak kilat menyambar.
" ya saran aku sih pepet saja terus pasti juga ntar dia kepincut" kata Anton lagi.
"Cewek ini memang beda dari yang lain, dan perlu kamu tahu kalau ayahnya juga seorang polisi." kata Hilmi lagi.
Tiba-tiba seorang polisi separuh baya melewati mereka yang sedang asik mengobrol dan mereka terdiam sejenak dan salah satu mereka membuka suara "itu lah ayah Wita gadis yang sedari tadi kita bicarakan " tentu saja Helmi yang mengatakan.
" Ohh" yang lain seakan tak percaya ternyata anak buah dari komandan mereka adalah orang tua calon gebetan komandan nya.
" Hahaha " mereka tak percaya.
Mateo berlari ke ruangan komandannya dan menjelaskan apa saja yang baru diketahui nya kepada komandannya dan sang komandan terseyum bahagia mendengar kabar berita itu.
Apa yang akan dilakukan Aditia setelah mendengar penjelasan Mateo selanjutnya, jangan lupa tiggalkan jejak kamu ya ditulisan saya ini. Terimakasih biar saya lebih semangat menulisnya.
terus ikuti kisahnya dan jangan lupa like dan komen ya 😊
__ADS_1