
"Aku bersyukur Tuhan atas semua berkat yang Kau berikan kepada keluarga kecilku , kau kembalikan suami dan papa anak ku. Sekarang keluarga kecilku sudah lengkap dan sangat bahagia karena kasih dan karunia yang tak terbatas atas keluarga kecilku ini. Tuhan terimakasih atas semuanya. Tuhan terimakasih sudah menyembuhkan Aditya suami ku. Amin"
begitulah doa yang dipanjatkan Wita kepada Tuhan yang maha kuasa atas kesembuhan suaminya dan ternyata doa Wita itu didengar oleh Aditya yang menyadari ternyata Wita benar-benar tulus mencintainya. Setelah Wita puas menumpahkan air mata nya sambil berdoa.
" Wita istri ku terima kasih atas cinta dan kesetiaan yang kamu berikan dan matraikan dihati mu untuk aku ya sayang, aku tak menyangka kalau ternyata cinta mu lebih besar dari cintaku ke kamu". Sambil memeluk tubuh istrinya begitu eratnya seperti mengalirkan cinta yang begitu dalam terhadap Wita istrinya.
" Suami kamu bicara apa sih, ya wajar lah kalau aku mencintaimu suamiku karena aku sadar suami seperti mu adalah pilihan Tuhan yang terbaik untuk aku" sambil meraih pipi Aditya dengan menatap wajah Adit sambil menatap wajah suaminya itu dengan intens tepat ke retina mata Adit.
Adit mencium bibir istrinya itu dan Wita membalas ciuman itu dengan lembut. Tapi...tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kegiatan yang mereka lakukan. Ada Dito dan Dito menangis seolah\-olah protes dengan apa yang dilakukan oleh orang yg tuanya.
Oek...oek...oek...dan mereka menghentikan kegiatannya dan ketika sadar kalau anak mereka terbangun dan menangis dan mereka tertawa\-tawa dengan tingkah lucu Dito itu.
Wita langsung menggendong dan mencoba menenangkan Dito " cup...cup..cup sayang maaf ya sayang mama dan papa cuekin kamu ya sayang" sambil melirik kearah suaminya Adit.
" Iya maaf ya sayang papa yang salah, habis papa cinta banget sama mama kamu , maaf ya Dito sayang seharusnya papa menyadari itu sejak lama tapi karena papa tidak sadarkan diri bertahun lamanya makanya papa baru tahu sekarang dan papa juga mau minta jatah papa di rapel " Adit tersenyum dan menggoda Wita.
" Apaan si suami bicara seperti itu ke anaknya" sambil menjauhkan Dito dari papa mesumnya itu " jangan didengar papa ya sayang, ayo kita pulang dulu nanti kamu sama Oma dan opa ya sayang dirumah" sambil mengemasi barang\-barang Dito untuk dibawa pulang.
" Tuh kan Dito mama ajak kamu pulang biar tidak ganggu katanya" sambil memainkan sebelah matanya.
__ADS_1
" Iih apa\-apaan sih suami ngomongnya mesum gitu"
" Tapi memang betulkan?" Aditya tidak mau kalah.
" Ahh aku pulang dulu antar Dito pulang dan aku juga mau mandi dan membersihkan diriku , aku tinggal dulu ya ingat kalau ada apa\-apa langsung bilang ke aku ya suami" sambil berjalan menuju pintu dan keluar , Aditya yang ditinggal kan tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat malu karena godaannya.
" Aku mencintaimu sayang benar\-benar mencintai mu ternyata aku tidak kalah pilih kau memang bidadari surgaku' Adit kembali merencanakan untuk menggoda istri galaknya itu tapi sekarang seperti kucing yang ketauan mencuri ikan.
" Tunggu ini bukan akhir bahagia kalian , aku akan membalas semuanya. Kalian harus membayar lunas semua tentang apa yang pernah kalian lakukan kepada ku" seseorang yang sangat membenci mereka.
Keesokan harinya Aditya sudah diperbolehkan pulang dan hal itu membuat mereka bahagia dan ayah mertua Wita yang merupakan ayah Adit sedang menunggu mereka dirumah Adit yang dibeli Almira dan suaminya selama Adit dan Wita di luar negeri.
Setelah Adit dan Wita sampai ayah Adit yang merupakan jendral bintang tiga itu telah mengatur mutasi untuk Adit karena ayah Adit sudah mengabarkan kepada semua anggota kepolisian di daerah Adit bertugas bahwa Adit telah meninggal dunia agar kejadian yang menimpa putra tunggalnya itu kembali menimpa Adit. Karena tidak menutup kemungkinan kalau anggota kepolisian yang ada di daerah Adit ikut membantu orang yang telah sengaja ingin membunuh putranya itu.
" Aditya kamu harus pindah kesatuan atau kamu keluar saja dan memimpin perusahaan keluarga, papa tidak mau kehilangan kamu nak" ucap Permana mencoba memberikan pengertian kepada putranya itu.
__ADS_1
" Tapi...pa...aku suka mengabdi kepada negara" Adit mencoba untuk menolak.
" Pokoknya kamu harus memikirkannya lebih tenang dan papa kasih waktu malam ini dan besok pagi papa harus dapat jawabannya" Permana mengelus lembut bahu Adit dengan lembut.
Wita memberikan pengertian melalui anggukan agar suaminya mau memikirkan apa yang baru saja dikatakan mertuanya itu, Adit pun mengangguk pelan seolah\-olah menyetujui apa yang diisyaratkan istri cantiknya itu.
Mereka berjalan menuju kamar tidur mereka dan Adit mengendong Dito yang sedang tertidur ditangannya dan meletakkan Dito di ranjang tidur baby itu.
" Suami aku setuju dengan usul papa untuk kamu meninggalkan kepolisian dan bekerja di perusahaan keluarga" sambil memeluk suaminya " aku takut penjahat itu masih mengincar kamu suami" mata Wita berkaca\-kaca mengatakan hal itu.
Adit yang melihat mata Wita yang berkaca\-kaca Adit merasa bersalah jika menuruti egonya yang ingin mempertahankan kemauannya untuk terus di kepolisian. Aditya juga tahu betapa istrinya sangat takut kehilangannya.
" Ya suami kamu jangan salah memilih keputusan" dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya dan hal itu membuat Adit semakin bingung dan susah untuk menentukan pilihan namun rasa cintanya kepada keluarganya mampu menyakinkan dirinya untuk menentukan pilihan yang sangat tepat.
" Berikan jawaban yang memuaskan ya sayang untuk kami" sambil mencium pipi suaminya dan Wita langsung menuju ranjang tidur mereka.
__ADS_1
" Istri kamu mencoba menggoda ku ya dengan ciuman mu tadi" Adit mendekati istrinya yang sekarang sedang ada di atas ranjang tidur mereka, Adit langsung menindih Wita dari atas dan mencium bibir dan melanjutkan ke leher Wita, Adit bermain di daerah gunung kembar yang seperti bengkoang namun kenyal itu dan terus hingga ke bagian intim Wita dan Wita mengeluarkan erangan yang semakin membangkitkan gairah kelaki\-lakian Adit dan Adit mulai memasukan Apolonya ke landasan yang sudah lama tidak dirasakan selama dia koma. Aditya dan Wita sangat menikmati surga dunia itu dan mereka melakukan nya hingga berulang\-ulang sampai mereka kelelahan dan akhirnya mereka mengantuk dan tertidur pulas kelelahan.
"Apa keputusan yang akan di ambil oleh Aditya???"