Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
45. Diam


__ADS_3

Wita berlari dan mengejar suaminya dengan air mata yang tak henti berderai dikedua pipi mulusnya " suami dengarkan aku....tunggu aku jangan tinggalkan aku disini. Aku tidak ada apa\-apa dengannya kamu harus percaya aku suami".



Adit terus berlari dan terus menjauh meninggalkan Wita tanpa ingin mendengar apa pun yang akan dikatakan oleh Wita karena saat ini Aditya sangat marah dan benci melihat istrinya yang dia pikir sudah menghianatinya.



Roy juga berada dibelakang Wita dan melihat apa yang terjadi dengan sepasang suami istri itu hatinya sangat puas karena semua rencananya berhasil.



Wita masuk ke mobil yang tadi di kendarai oleh pak Eko saat ke hotel Mona itu " kita pulang pak" pinta Wita.



Sesampainya dirumah dia langsung naik ke atas menuju kamarnya dengan Aditya, dia melihat Adit duduk disebuah sofa yang terletak dikamar mereka dan memandang ke arah Wita dengan tatapan mata yang menakutkan.



Wita bersimpuh di depan suaminya dan menangis di hadapan suaminya itu " maafkan aku suami aku tidak melakukan apa pun yang dituduhkan Roy tadi".



Adit bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menjauhi istrinya " biarkan aku tenang dulu jangan kamu membuat aku bertambah marah, aku belum bisa menerima penghianatan mu ini" kata Adit dengan nada marah.

__ADS_1



Wita hanya bisa diam dengan tangisannya dan dia tidak berani mendekati Adit yang sedang marah dan dia memilih untuk duduk di sofa yang tadi duduki Aditya dan tak terasa waktu beranjak malam dan entah karena terlalu lelah dengan masalahnya dia tertidur dengan pulas sekali namun air mata tetap mengalir walau matanya tertutup.



Aditya yang tadi berada di atas ranjang dan juga tertidur, mereka memang seperti itu jika ada masalah mereka akan tertidur dan setelah tertidur baru mereka sama\-sama membahas nya setelah emosi mereda. Adit yang lebih dulu terbangun dan Adit melihat wanita yang sangat dicintainya itu tertidur di sofa dengan air mata yang masih mengalir. Di lubuk hati terdalam Adit merasa sangat sedih melihat air mata istrinya itu namun entah kenapa Aditya masih belum bisa berdamai dengan diri nya sendiri biasanya dia akan kembali membaik jika istrinya itu menangis.



" Ooh Tuhan siapa yang harus aku percaya" gumamnya.



Janji saling setia terhadap pasangan hidup itu telah di ingkari oleh salah satu pasangan, sesuatu yang tidak mungkin di maafkan dan di tolerir pikirnya. Tapi.... entah mengapa perasaan Adit dengan pikirannya tidak kompak , hatinya sakit melihat Wita yang tertidur pulas dengan derai air mata itu.




Wita yang mendengar gemericik air langsung terjaga dan menyiapkan pakaian santai suaminya dan setelah tiga puluh menit kemudian Adit keluar dari kamar mandi dan dia melihat Wita tidak ada lagi dikamar mereka, dia hanya melihat semua keperluan nya sudah berada di atas ranjang tidur. Aditya tidak mengenakan pakaian yang sudah di siapkan Wita untuk dirinya dia mengambil pakaian baru lagi dan mengenakan nya dan turun ke bawah ingin makan karena perutnya sudah keroncongan.



Sesampainya di bawah dia melihat wanita yang merupakan istrinya itu sedang menyuapi Dito dan dia melihat mata Wita yang sembab karena menangis namun Aditya tidak memperdulikan Wita. " Ijah, tolong siapkan makanan saya lapar " katanya pada Ijah.

__ADS_1



Sakit hati Wita karena Adit tidak menyuruhnya untuk menyiapkan makanan untuk Adit dan ketika pandangan Wita ke pakaian suaminya lagi\-lagi Wita mengeluarkan air matanya namun dia langsung menyeka air mata itu agar tidak terlihat oleh orang lain termasuk suaminya.



Aditya menyantap makan malam itu dengan lahap dan dia tidak memperdulikan Wita, dia makan tanpa bertanya apakah Wita sudah makan apa belum, hari ini ke egoisan itu menyelimutinya dan merasa benar dengan tindakan diam tanpa perlu bicara.



Selesai makan Adit langsung ke ruang kerjanya dan disana ia menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai karena tadi dia harus ke hotel Mona untuk menjumpai Wita dengan masalah yang sebenarnya dibuat\-buat dan dia menemukan istrinya dengan pria lain.



Wita yang tadi ada dikamar dan sudah membersihkan dirinya dan mengenakan kimono yang terbuat dari bahan dari sutera tertidur dengan mata yang lagi\-lagi menangis dan mata itu sampai sembab. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Adit juga sudah selesai dengan pekerjaannya dan kantuk menyerang nya dan dia masuk ke kamar dilihatnya lagi Wita yang tertidur dengan mata bengkak dan masih terlihat jelas sisa air matanya di kedua pipinya itu.



Sebenarnya Adit tidak tega namun rasa sakit hatinya masih menguasai dirinya " ooh Tuhan apa yang harus aku lakukan jujur aku sangat mencintai nya dan menyayangi nya" gumamnya dan matanya memandang wajah istrinya dengan lamat dan hatinya semakin terenyuh.



" Sayang aku mencintaimu tetapi mengapa kau menghianati aku? Apa salah ku ke pada mu sampai kau tega" katanya lagi, namun tak terbesit sedikit pun niat untuk bertanya kepada Wita dari hati ke hati.


__ADS_1


Apakah Adit akan mengalah atau dia akan kembali diam, ikutin terus ya dan jangan lupa like ya?🤗


__ADS_2