
Ketika Adit benar-benar ingin memegang gagang pintu tiba-tiba Mateo berseru " Komandan kenapa kok galau sih?" ledeknya.
" Aku lagi kesal dan geram dengan Wita setiap ketemu selalu saja cuek terhadap ku, dan yang lebih menyebalkan lagi dia ternyata sudah punya calon istri sob" sambil mengusap kasar wajahnya.
Kedekatan Adit dengan teman sebaya yang ada di Polsek nya memang sangat akrab, karena Aditia menaruh rasa persahabatan dan persaudaraan dilingkungan tempat dia bekerja sebagai pemimpin, dan semua anak buahnya jadi merasa nyaman dengan perlakuan komandannya itu. Kepada yang lebih tua Adit selalu hormat karena Adit adalah orang yang sangat rendah hati dibalik sikap yang playboy nya itu.
" Jadi komandan menyerah, setelah tahu kalau Wita sudah punya calon suami? " katanya penasaran.
" Idih bukan Adit Pramana namanya kalau menyerah sebelum berperang, sedang suami istri bisa cerai apa lagi baru calon yang masih bersetatus masih pacar. Pasti bisa putus, ya kan? " Adit menjelaskan bahwa dia tidak akan menyerah begitu saja.
" Mantap ndan saya suka cara lo" kata mateo sambil tersenyum memberi semangat sambil mengepalkan jari tangannya dan mengangkat menandakan kalau dia setuju sekali dengan keputusan komandan nya itu.
" Hey kalian tidak pulang sudah sore ini" kata Helmi kepada teman-teman nya yang lain.
Saat Helmi tadi berteriak Adit dan Mateo sama-sama melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. " Wah gawat nih uda jam 5 aja" Mateo panik.
__ADS_1
" Kenapa Teo, kamu jadi sepanik itu? " kata Adit yang merasa aneh melihat sikap sahabatnya itu.
" Biasa ndan, calon ibu negara minta dijemput pulang kuliah. Hemmm....bisa marah besar nih" katanya lagi.
" Makanya pacaran jangan sama ABG, repot sendikan lo? " kata Adit dengan nada mengejek.
" Dari pada situ cari gebetan yang galak dan cuek, mending sama ABG, paling marah-marah manja. Ntar dibujuk dikit juga baik lagi, coba kalau wanita yang dewasa susah bujuknya dan hubungan juga harus serius. Udah ahhh...nanti malah tambah lambat" kata Mateo sambil pergi menjauh meninggalkan Adit sendiri.
Adit pun segera masuk ruangan dan merapihkannya dan setelah beres dia meraih tas kerjanya dan menentengnya dan membawanya masuk kedalam mobil dinasnya dan melaju meninggalkan Polsek.
"Tuhan indahnya ciptaan mu dan aku tidak ada apa-apanya yang hanyalah seonggok daging yang tak berdaya jika tidak mendapat nafas kehidupan daru Mu". Katanya dalam hati dan terus menikmati perjalanan.
"Tuhan aku mencintai salah satu makhluk mu, namun sepertinya dia tidak suka pada ku. Jika Engkau berkenan dekatkanlah aku dengannya ya Tuhan. Amin". Sambil berkata sendiri dalam hatinya "uda gila kayaknya aku karena cinta, aduh kenapa aku jadi segila ini dan ini pasti gara-gara Wita si guru galak itu".
Tidak terasa akhirnya sampai juga diasrama dan dia turun dari mobil dinasnya, lalu masuk kedalam rumah dan menguncinya kembali. Adit langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri. Setelah mandi dia mengenakan pakaian samtai kaos oblong warna merah dan celana pendek dia terlihat lebih gagah dan menarik.
__ADS_1
Adit pergi keruang makan dan dan menyantap makanan yang sidah disediakan asisten rumah tangga yang disediakan ibunya agar anak kesayangan ibunya itu tidak terlantar dalam soal makan.
Adit memang sangat diperhatikan oleh ibunya, dan seorang ibu pastilah sangat menyanyangi anaknya tak terkecuali ibu Adit. Walaupun demikian hal itu tak membuat Adit menjadi tumbuh sebagai anak manja, karena Adit tidak serta merta bergantung dengan orang lain. Sejak kecil dia sudah tumbuh menjadi anak yang mandiri selagi semua bisa dikerjakan sendiri maka dia akan mengerjakannya sendiri.
Selesai makan dia membaringkan tubuhnya yang atletis itu disebuah sofa sambil menonton TV dan dia mengutak atik ponselnya dan dia berfikir untuk memeriksa akun sosial medianya dab ternyata sangat banyak sekali pesan dari cewek - cewek yang tertarik pada nya.
Tapi tak secuil pun hatinya tergerak untuk membaca pesan itu dia malah sibuk mencari akun Wita Nova dan dia menemukan foto gadis cantik incarannya itu dan dia memndangi foto cantik Wita dengan berbagai fose yang memancarkan kecantikan nya sebagai seorang wanita dan Aditia berkata " kenapa kamu secuek itu sih ke aku? Salah ku dimana? " wajahnya berubah kesal saat mengingat sikap Wita hari ini.
" Lihat saja aku tidak akan nyerah untuk dapetin kamu" katanya lagi kedirinya sendiri.
Dengan terus menatap foto Wita dengan cara yang tak biasa memperhatikan secara detail baju yang dikenakan dan memandangi foto itu dengan cara seksama tiba-tiba dia melihat sebuah foto yang menunjukkan Wita bersama dengan seorang pria yang berseragam tentara dengan captionnya " Kamu harus kembali untuk aku dan kamu jangan nakal disana" dengan emod love.
Aditia pun penasaran dan ingin tahu "apakah lelaki itu yang dimaksud dengan calon suami yang dia katakan kemarin" katanya dalam hati.
Jika memang si tentara itu yang menjadi saingannya berat juga fikirnya, tapi aku tidak boeh menyerah begitu saja. Karena prinsipnya Jangan Menyerah Sebelum Berjuang.
__ADS_1
Apalagi yang akan dilakukan Adit? Selanjutnya untuk bisa mendapatkan hati Wita terus ikuti ya, dan aku berharap kalian suka dengan certaku kasih aku votenya dong dan tinggalkan jejak kamu dicerita aku ya 😊