Guru Galak Itu Kekasihku

Guru Galak Itu Kekasihku
Berdua


__ADS_3

Hari ini hidup mereka dimulai menjadi sepasang suami istri, yang menang semua mereka mulai dari nol. Hidup tanpa ada orang lain kecuali mereka berdua menjadi kepala rumah tangga dan Wita sebagai pendamping Adit.



Malam ini mereka kembali tidur berdua dalam satu kamar Wita tertib duluan karena mamang dia sangat lelah karena seharian sibuk membereskan rumah sendirian karena Adit harus kekantor ada masalah dikantor yang sempat dia tinggalkan.



Adit hanya memandangi wajah cantik istrinya tanpa menyentuh tubuh mungil istrinya itu, Adit mau Wita bisa menyerahkan kesucian Wita dengan rasa cinta bukan nafsu. Untuk hal yang satu itu Adit harus bersabar sampai tiba waktunya. Akhirnya setelah puas memandangi wajah istri cantiknya itu rasa kantuk pun menyerang Adit dan membuatnya masuk dalam buaian mimpi yang indah.



Keesokan harinya Wita lebih dulu bagun dari adik dan mempersiapkan semua kebutuhan suami dan dirinya sendiri, mulai dari sarapan sampan dan baju dinas suaminya.



Adit bagun dan segera membersihkan diri namun dia hanya memakai celananya karena dia tak mendapatkan baju seragamnya. Ketika dia keluar dia melihat Wita yang kebingungan dengan pangkat-pangkat yang akan disematkan diseragam itu sambil mengaruk-garuk kepalanya. Adit yang melihat tingkah istri cantiknya itu hanya tersenyum, sambil berkata "kenapa bingung ya, mau disematkan dimana pangkat - pangkat itu? "



" Iya mas, aku ga ngerti karena punya papa tidak seperti ini?" sambil menunjukkan giginya yang rapih.



Adit kembali seyum " iya tentu kamu tudak tahu karena kamu pasti belum bejar, kan selama ini kamu pelajari pangkat kodok hijau itu" .



" Ihh apaan sih orang memang aku nggak pernah buat ginian." kata kesal dan bangkit dari duduknya dan ingin menuju kamar untuk mandi, sebelum beranjak audit langsung menarik tangan Wita dan Wita kembali duduk disamping Adit.



" Maaf, kan aku Wita aku tidak bermaksud " kata Adit sambil memegangi kedua tangan Wita karena dia merasa sangat bermasalah.

__ADS_1



" Ahh tidak apa aku tidak tersinggung dengan apa yang baru saja kamu katakan, aku tahu kamu pasti bercandakan" sambil melepaskan pegangan Adit dan berjalan menuju kamar untuk mandi.



Adit menunggu Wita dimeja makan dan dia melihat menu sederhana yang tersedia nasi goreng, telur mata sapi dan segelas susu.



Wita keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan dan langsung menyendokan nasi kepiring Adit beserta telur mata sapi yang setengah matang " maaf ya mas, kalau tidak enak" kata Wita sambil duduk.



" Apapun yang kamu masak aku suka kok, beneran" sambil mengangkat dua jarinya seperti orang berjanji.




" Ini enak banget Wita aku suka" sambil terus menikmati nasi goreng buatan Wita.



" Pelan-pelan mas ntar kamu kesedak"



" Memang enak Wita, ini enak banget kalah nasi goreng mama" katanya dengan wajah yang membenarkan ucapannya bahwa dia tidak sedang berbohong " besok kamu buatin lagi ya? " kata Adit lg.



Wita hanya seyum dan mengangguk bahwa dia akan membuatkan menu yang sama besok pagi.

__ADS_1



Selesai sarapan mereka langsung berangkat ke tempat mereka kerja dalam perjalanan " Wita, aku antar kamu dan pulang aku jemput kamu ya" kata Adit ke Wita.



" kamu antar aja ya ga usah jemput, karena aku belum tahu kapan pulang karena hari ini aku mau ngisi nilai e-rapor " kata Wita mencoba menjelaskan.



" bagus dong ntar aku jemput sekalian pulang kantor, kamu tunggu aku sampai aku jemput kamu" kata Adit tegas.



Wita hanya menjawab anggukkan merasa takut kalau harus membantah suami tampannya itu. Tak terasa mereka sampai disekolah Wita mengajar. Sebelum Wita keluar dari mobil Wita menyalam tangan Adit suaminya diluar dugaan ternyata Adit tak menyia-nyiakan kesempatan ini Adit langsung mendaratkan ciuman tepat dikening istrinya yang cantik itu, Wita hanya diam seribu bahasa wajahnya merah seperti kepiting rebus dan cepat keluar dari dalam mobil. Adit terseyum melihat tingkah laku istrinya yang seperti kucing yang malu karena ketahuan mencuri ikan.



Didalam perjalanan Adit mulai seyum-seyum sendiri dengan membayangkan wajah istrinya yang terus mengglayut diotak dan fikirannya dan seyum itu pun terus bertahan sampai dia masuk kantor dan Mateo yang aneh melihat tingkah komandannya itu berkata "ini...ni...pengantin baru pasti lagi bayangin waktu kesurga dunia" Adit yang mendengar ucapan Mateo pun langsung memasang wajah datar dan menoyor anak buah sekaligus sahabatnya itu.



" Jaga tuh mulut kalau bicara, enak aja ngomong sembarangan " sambil berbisik ketelinga Mateo Adit kembali berkata " landasan masih becek bro, jadi si apolo belum bisa mendarat "



Mateo yang mendengar pun tertawa terbahak - bahak " Kasian...banget nasib lo"



" Ya mungkin aku harus lebih bersabar bro" kata Adit " ya udah sana kembali kerja " Adit menuju ruangannya.


Mau terus ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak ya!

__ADS_1


__ADS_2