
Pagi hari Wita bangun lebih cepat mungkin karena lelah dan tubuh Wita yang terasa lengket karena olahraga malam dengan Aditya suaminya memilih langsung mandi sedangkan , berbeda dengan Aditya masih meringkuk di balik selimut karena memang udara pagi masih terasa nyaman untuk terus berbaring di atas tempat tidur.
Tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan oleh Wita untuk membersihkan tubuhnya dan dia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dan hanya menutupi bagian dada sampi pangkal paha dia keluar dengan bernyanyi kecil untuk menghilangkan rasa dingin.
Wita berpose di depan cermin dengan senyum yang menawan tanpa dia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan tubuhnya yang sangat seksi dan menggoda.
Aditya berjalan mendekati Wita sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang " Istri akuu sudah mandi dan wangi" dan menciumi pundak istrinya yang terbuka dan ciuman itu seperti sengat listrik bagi Wita dan Wita cepat menjauh dari suaminya itu dan berlari ke lemari dan mengambil pakaian dan memakai nya dan berlari kedapur. Wita takut kalau\-kalau suaminya itu meminta jatah lagi " ini saja masih remuk masa mau tambah lagi" gumamnya.
Aditya yang melihat tingkah istrinya itu tertawa dan merasa sangat geram dengan istrinya " awas ya istri nanti aku akan melahap kamu" dengan senyum devilnya.
Wita tidak memperdulikan dia terus berlari dan menuju dapur dan mengerjakan aktivitas nya seperti biasa membuat sarapan dan menyiapkan segala keperluan Dito dan suaminya dan setelah semua masakan selesai Wita naik ke atas menuju kamar untuk melihat apakah suaminya sudah selesai berpakaian, ketika dia masuk ke kamar itu dia melihat suaminya telah rapih dan terlihat begitu tampan. " Kamu sudah siap mas? Kalau kamu udah siap kamu ke bawah duluan ya mas , temenin Dito aku mau siap\-siap" .
" Beres mamanya Dito yang cantik" Aditya keluar menuju lantai bawah menemui Dito dan membiarkan istrinya untuk bersiap\-siap.
Setelah Wita merasa sidah siap dia juga turun ke bawah untuk menemui suami dan anaknya dan melayani suami dan anak laki\-lakinya. Setelah sarapan mereka melanjutkan aktivitas seperti biasa Aditya kekantornya ,Wita dan Dito kesekolah seperti biasa namun hari ini Wita dan Dito diantar langsung oleh suaminya dengan disupiri pak Eko.
__ADS_1
Sampai di sekolah tempat Wita mengajar pak Eko langsung membuka pintu untuk nyonyanya dan sebelum keluar Wita mencium tangan suaminya " ingat ya suami kamu harus percaya sama aku apa pun yang terjadi jangan seperti kemarin\-kemarin" bisiknya.
" Kamu juga harus siap\-siap aku lahap ntar malem soalnya jatah aku yang seminggu kemarin belum di terbayar lunas" kata Aditya yang menohok itu membuat Wita kelagapan dan berpikir harus keluar dari dalam mobil sebelum suaminya itu berpikir semakin aneh dan Aditya yang melihat istrinya seperti ketakutan Aditya hanya tersenyum karena tingkah istrinya membuat dia geli " tadi dia begitu garang seperti singa tiba\-tiba berubah malu seperti kucing " gumamnya.
Pak Eko melanjutkan perjalanan setelah bosnya menyuruh maju karena nyonyanya sudah masuk ke dalam sekolah.
Dalam perjalanan ke kantor pikiran Aditya melambung dan pikirannya terkenang atas apa yang dilakukannya kepada istri nya , dia telah menuduhkan apa yang tidak pernah istrinya lakukan.
Sesampainya di kantor Angga melihat bosnya yang sudah kelihatan lebih baik dari kemarin wajah yang berseri memancarkan aura yang positif senyum yang tidak lekang dari wajah tampannya pun memberikan arti bahagia sedang menyelimuti hati bosnya.
" Selamat pagi bos, bagaimana apakah anda masih ingin tahu dengan Roy Gunawan?" Kata Angga spontan.
Wajah Aditya seketika puas dan langsung menjawab " aku tidak perlu lagi karena semua sudah ku tahu dan informasi mu sangat lambat Angga" sambil Aditya menjelaskan tentang semua yang dikatakan Amora tadi malam dan dimana Roy terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
" Tapi...masih ada yang kurang bos" kata Angga lagi karena Aditya kesannya seperti meremehkan kerja Angga.
" Apa...apa...yang belum ku ketahui dari si brengsek Roy itu?" Aditya terlihat kesal.
" Dia adalah kembaran dari Rey seorang bandar narkoba yang pernah bos bunuh sewaktu bos masih menjadi perwira polisi disebuah diskotik" Angga menjelaskan.
" Ooh pantas saja wajah si Roy itu familiar dengan ku, ternyata...." Kata Adit sambil berfikir. " Berarti dia sengaja ingin agar rumah tangga ku hancur, atau dia butuh nyawaku untuk membalaskan dendam terhadap aku" katanya lagi sambil mengepalkan tangannya.
" Kalau itu aku kurang tahu bos, yang jelas bos harus lebih waspada dan keamanan terhadap anggota keluarga bos juga harus diperketat jangan sampai semua berantakan dan hancur bos. Selagi bisa di cegah kita harus mencegah sebelum semuanya terlambat" kata Angga menyakinkan Aditya.
" Kamu benar Angga sekarang kamu atur semua aku mau kau kerjakan dengan rapih tanpa ada yang curiga dan buat anggota keluarga aku tidak merasa terkungkung dan tidak nyaman buat sewajarnya saja" kata Adit.
" Baik bos percayakan semuanya kepada saya" kata Angga dan berpamitan untuk keluar dari ruangan bosnya itu dan Adit hanya mengangguk tanda bahwa dia mengiyakan.
***Bagaimana cerita selanjutnya jangan lupa like ya 🤗***
__ADS_1