Hanya (Istri) Simpanan

Hanya (Istri) Simpanan
HIS •Chapter 14


__ADS_3

...Allah mengetahui apa yang kau inginkan. Tetapi Allah lebih tahu apa yang kau butuhkan....


...Belajarlah menerima apa yang menjadi ketetapan-Nya, karna yang terbaik adalah apa yang Ar-Rahman pilihkan....


...Quotes...


Dengan sedikit kesusahan Salsa bangun dari pembaringannya dan mengubah posisinya menjadi duduk. Ia membenarkan selang infus yang sedikit macet hingga cairan dalam infus tidak mengalir sempurna. Salsa terperanjat kaget ketika pintu terbuka tiba-tiba, Ia menatap ke arah pintu di mana Rafka kembali masuk ke dalam ruangan ini. Ia kira Rafka akan meninggalkannya dan tidak akan kembali lagi ke sini karna marah.


Pria itu membawa begitu banyak papper bag dan kantong kresek hitam yang entah apa itu isinya. Salsa mengernyitkan keningnya dengan pandangan penuh tanya melihat Rafka meletakkan semua yang pria itu bawa di atas meja.


"Ayo makan dulu. Saya sudah banyak membelikan kau makanan." Rafka mengeluarkan salah satu makanan dari kantong plastik." Kau harus banyak makan, apalagi janin yang kau kandung butuh asupan makanan."


Rafka membuka bungkus bubur. Salsa hanya diam memperhatikan suaminya. Ia mengusap perutnya.


"Sini..." Rafka membenarkan posisi duduk Salsa, dan meletakkan bantal di belakang wanita itu agar bersandar dengan nyaman. Sementara Salsa hanya diam dan pasrah, Ia memejamkan matanya sejenak dan menghirup dalam aroma tubuh suaminya.


"Berapa kali biasanya kau makan sampai badan mu sangat kurus seperti ini?" tanya Rafka, setelahnya meniup-niup bubur yang akan Ia suapkan pada Salsa.

__ADS_1


"Du-dua kali sehari," balas Salsa dan setelahnya menerima suapan dari Rafka tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Rafka.


Hening. Tidak ada percakapan lagi. Sesekali Rafka mengusap sudut bibir wanita tersebut yang blepotan. Salsa tampak tak biasa dengan perhatian yang diberikan suaminya, ini terasa sangat aneh baginya. Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut mungil itu.


"Itu apa?" tanya Salsa menunjuk papper bag yang ada di dekat Rafka. Aroma harum roti tercium jelas di indra penciumannya.


Rafka mengambil papper bag yang di tunjuk Salsa dan mengeluarkan roti isi coklat yang Ia beli di sebrang rumah sakit tadi. Mata Salsa tampak berbinar, air liur rasanya ingin menetes melihatnya. Wanita itu langsung mengambil roti yang Rafka sodorkan dan memakannya dengan lahap sampai tersedak. Seolah seharian Ia tidak makan sama sekali. Rafka mengenyitkan keningnya memandangi bagaimana Salsa memakan roti yang Ia berikan dengan lahap.


Bila n*fsu makan Salsa sebesar ini kenapa tubuhnya sangat kurus sekali, bathin Rafka.


"Pelan-pelan makannya," tegur Rafka.


"Biasanya kau makan serakus ini?"


Salsa menggeleng cepat." Biashanya akhu makhan tidhak serakhus ini," balas Salsa dengan mulut yang penuh makanan tapi Rafka masih paham apa yang wanita itu maksud.


"Apa setiap pagi kau masih selalu muntah?"

__ADS_1


Lagi-lagi Salsa mengangguk, Ia menelan kasar makanan dalam mulutnya sebelum menjawab pertanyaan suaminya." Iya, setiap pagi aku selalu muntah. Tapi terkadang di waktu tertentu juga bisa muntah dan merasakan pusing."


Rafka terdiam sejenak, Ia memperhatikan Salsa yang kembali mengambil roti di tangannya. Ia memang sengaja membeli roti itu dua. Mata yang sembab dan hidung yang memerah masih tampak di wajah cantik Salsa. Dan Rafka yang melihat itu antara kasihan dan merasa bersalah.


"Arjo akan ke sini dan membawa surat perjanjian untuk kau tanda tangani," ucap Rafka membuat Salsa menghentikan kunyahannya.


"Maksudnya surat apa? Apa Bapak ingin saya menandatangani surat pernikahan kontrak?" tanya Salsa. Entahlah, tapi pikirannya langsung mengarah ke sana karna tidak menutup kemungkinan Rafka tidak ingin terus terikat pernikahan dengannya.


Wanita itu menundukkan kepalanya sejenak, raut wajah Salsa langsung berubah.


"Apa nanti setelah kita berpisah, aku boleh membawa anakku?"


"Saya tidak mengizinkan!" sarkas Rafka melotot tajam.


__________


Hei girl! Terima kasih sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen. Terima kasih.


See you di part selanjutnya:)


__ADS_2