Hanya (Istri) Simpanan

Hanya (Istri) Simpanan
HIS •Chapter 18


__ADS_3

• Rafka Adelard Anggara



• Salsa Kasyafani



...Seorang pria akan berubah lebih baik lagi demi wanita yang dia cintai. Dan rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan wanita yang dia cintai....


Hampir setengah jam Salsa duduk termenung di sisi kasur. Baru satu jam yang lalu wanita itu sampai ke apartemen dengan berjalan kaki setelah perdebatan cukup panjang dengan pegawai minimarket. Salsa memejamkan matanya rapat-rapat dan menghela napas panjang.


Ingatan ketika Rafka menarik masuk seorang wanita ke dalam mobil dan berakhir meninggalkan dirinya di minimarket masih tergambar jelas dalam kepalanya. Ada sedikit rasa sesak di rongga dadanya bila mengingat hal itu. Apakah Rafka memang memiliki kekasih? Kalaupun iya, kenapa pria itu tidak jujur? Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dalam kepalanya.


Terlalu sibuk dengan lamunannya hingga Salsa tak menyadari seseorang sudah masuk ke dalam kamar dan kini berdiri tegap dihadapannya.


"Maafkan saya karna meninggalkan mu ." Suara bariton yang terdengar serak membuat Salsa mendongak menatap sosok Rafka.


Pria itu duduk di samping Salsa dan meletakkan kantong belanjaan di meja.


"Saya ada urusan__"


"Dengan perempuan lain," sela Salsa memotong ucapan Rafka yang langsung mengantupkan bibirnya rapat-rapat." Kali ini aku ingin Bapak jujur, apakah Bapak sudah menikah atau memiliki kekasih?" tanya Salsa tanpa ragu. Bahkan Ia berharap pria itu jujur.


Rafka mengangguk." Tapi saja bisa menjelaskan ini semua___"


"Ingin menjelaskan apa?" Lagi, Salsa memotong ucapan Rafka. Tatapan wanita itu bergulir menatap netra hitam milik suaminya seolah mencari sesuatu di dalam sana.

__ADS_1


Rafka meraih kedua tangan Salsa dan menggengamnya lembut. Pandangan mata pria itu kali ini sangat berbeda menatap istri sirinya tersebut, seolah menyiratkan sesuatu.


"Saya sudah menikah dengan perempuan lain jauh sebelum menikahi mu."


Pupil mata Salsa membesar dan mendadak matanya terasa perih. Napas wanita itu memberat serta rasa nyeri  menghantam dadanya.


"Jadi aku hanya istri simpanan, Bapak?" Suara Salsa bergetar. Air mata meluruh kian deras membasahi wajahnya yang memucat bersamaan rasa sakit yang menghujam dadanya dengan kenyataan yang harus Ia terima.


Salsa membungkam mulutnya, merendam isak tangis yang tak mampu Ia tahan.


"Salsa lihat saya." Rafka menangkup pipi wanita tersebut hingga menatap Ia sepenuhnya."Kau tidak perlu khawatir, saya akan tetap mempertahankan pernikahan ini dan tidak ada perceraian diantara kita berdua. Tapi saya mohon agar kau tetap menjadi istri simpanan saya tanpa diketahui oleh keluarga besar dan orang terdekat saya termasuk istri saya, Azkiya."


Tangis Salsa semakin tak terkendali mendengar pernyataan dari suaminya. Rafka menarik tubuh mungil Salsa ke dalam dekapannya. Hatinya terasa sakit sekaligus iba mendengar tangisan Salsa yang seolah menggambarkan perasaannya sekarang. Ia tahu, Salsa pasti shock dan terkejut mendengar ini, tapi Ia tak mungkin terus menyembunyikan statusnya yang sudah menjalin pernikahan dengan Azkiya. Dan Ia berharap Salsa paham akan kondisi dan keadaannya sekarang.


Rafka menguraikan pelukannya dan menghapus air mata yang terus berguguran dari pelupuk mata wanita tersebut.


"Ke-kenapa Bapak tidak jujur dari awal?" tanya Salsa yang kini menangis sesegukan.


Salsa menundukkan kepalanya dengan tatapan mata yang bergulir.


"Salsa..."


Wanita itu mendongak ketika Rafka memanggil namanya. Ia menatap raut wajah pria tersebut yang kini terlihat serius tidak seperti tadi, yang terlihat sendu.


"Saya akan memenuhi semua kebutuhan keluarga mu, memberikan apapun yang kau inginkan dan membiayai pendidikan adik mu sampai kuliah. Dan saya akan membuka hati untuk belajar mencintaimu seperti saya mencintai Azkiya. Tapi dengan syarat..." Rafka menjeda ucapannya bersama dengan tarikkan napas dalam.


Salsa mengkerutkan keningnya, menunggu ucapan Rafka selanjutnya dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Dengan syarat, setelah kau melahirkan anak yang kau kandung, kau harus menyerahkannya pada Azkiya. Karna selama tiga tahun pernikahan ku dan Azkiya, kami belum mendapatkan anak. Jadi saya mohon agar kau mau menyerahkan anak itu untuk Azkiya  jaga dan rawat."


Tubuh Salsa terasa lemas dan hati yang begitu sakit mendengar permintaan suaminya. 


"Jadi, ini maksud Bapak? Memberikan sebuah penawaran tapi dengan syarat harus menukar dengan anak yang aku kandung pada wanita lain. Dan sekarang aku tahu kenapa Bapak meminta ku untuk menandatangani surat perjanjian itu." Air mata yang belum mengering di pipi Salsa, kini kembali basah.


"Bukan seperti itu, Salsa. Saya hanya meminta agar kau mengizinkan Azkiya untuk merawat anak kita. Kau masih bisa mengandung lagi__"


Plak


Salsa langsung menampar pipi kanan Rafka cukup kuat, hingga menciptakan bekas kemerahan di wajah tampan pria itu. Napas wanita tersebut tersengal-sengal dengan emosi yang kini sudah memuncak.


"Kau laki-laki yang paling brengsek yang aku kenal! Aku bukan mesin pembuat anak!" teriak Salsa yang kini bangkit dari tempat duduknya. Tubuh Salsa bergetar hebat.


Sakit, rasanya sangat sakit. Kenapa hidupnya sangat rumit dan menyakitkan seperti ini, bathin Salsa.


Rafka mengusap pipinya yang terasa kebas dan nyeri. Dan tatapannya langsung terotasi pada Salsa. Pria itu bangkit dari tempat duduknya.


"Masa depan ku sudah hancur dan Bapak ingin menghancurkan lagi hiks..." Salsa menangkup wajahnya dan menangis sesegukan.


Sementara Rafka berdiri terpaku di tempatnya menatap Salsa yang tak terkendali.


______


Hei girl. Terima kasih sudah mampir.


Bila ada kekurangan atau kekeliruan dalam cerita ini tegur saja, akan langsung saya perbaiki:))

__ADS_1


jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.


See you untuk part selanjutnya.


__ADS_2