Hanya (Istri) Simpanan

Hanya (Istri) Simpanan
HIS •Chapter 24


__ADS_3

...Orang yang menilai cinta dengan rupa dan harta, itu berarti belum sepenuhnya memahami cinta. Akan tetapi, cinta itu adalah peduli, pengertian tanpa mengharapkan balasan.~ Abah guru Zuhdi~...


Salsa tampak lahap menyantap nasi bungkus yang dibelikan Adan dengan lauk seadanya. Setidaknya perutnya kenyang. Sementara Adan duduk di samping adik sepupunya itu, senyuman tipis tersungging di bibirnya.


"Bila masih kurang kau makan saja nasi bungkus ku," ucap Adan yang menatap kasihan pada Salsa. Apalagi setelah mengetahui wanita itu tengah hamil.


Salsa menggeleng dengan mulut yang penuh makanan." Tidak, aku sudah cukup kenyang," balasnya menelan kasar makanan dalam mulutnya. Wanita itu kembali memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.


"Kenapa tidak kau gugurkan saja janin itu."


"Uhuk...uhuk..."


Salsa langsung tersedak mendengar celetukan Adan yang segera menyerahkan segelas air putih padanya. Ia menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit.


"Mas Adan!" Salsa menatap tajam pada pria tersebut yang merasa tidak bersalah mengucapkan itu.


"Kenapa? Memang benarkan? Untuk apa mempertahankan anak yang kau kandung. Bahkan laki-laki yang menghamili mu tidak peduli! Aku mengatakan ini karna aku sangat peduli pada mu. Lihat saja nanti, setelah kau melahirkan anak ini, dia akan merebutnya dari mu."


Salsa memalingkan wajahnya ke arah lain dengan dada yang terasa sesak. Ia benci dan tak suka bila harus mengungkit-ungkit sesuatu yang berhubungan dengan Rafka. Air mata menggenang di pelupuk wanita itu.

__ADS_1


"Cepat atau lambat laki-laki itu akan menemukan mu. Bukan karna dia menginginkan diri mu bersamanya, tapi karna anak yang kau kandung. Selama janin itu tumbuh di rahim mu, laki-laki itu tidak akan melepaskan mu. Aku mengatakan ini, karna aku tidak ingin kau di peralat. Kita hanya orang biasa yang akan lemah dan tak berdaya bila dihadapan orang-orang yang memiliki kuasa," sambung Adan yang menundukkan kepalanya dan menghela napas kasar.


"Jangan terus membahas ini. Aku hanya ingin hidup tenang tanpa harus dibayangi tentang bapak Rafka," ucap Salsa parau dan tidak bisa menahan air mata yang kini membasahi pipinya.


Saat ini perasaannya sangat sensitif.


Tangan Adan terulur mengusap punggung Salsa. Ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


"Masa depan ku sudah hancur, dan menjadi aib buruk untuk kedua orangtua ku. Biarkan dia tetap dalam rahim ku hingga aku melahirkannya. Aku ingin membesarkannya."


Adan hanya diam, tangan kanannya terus mengusap pucuk kepala Salsa yang menyandarkan kepalanya di dada kokoh kakak sepupunya. Bagaimana pun Adan sudah menganggap Salsa sebagai adik kandungnya. Dan sebagai kakak, Adan ingin hal yang terbaik untuk Salsa.




Ceklek


Suara pintu terbuka membuat perhatian Rafka teralihkan. Ia menatap Arjo yang langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu. Namun, raut wajah asistennya itu tampak aneh menurutnya.

__ADS_1


"Bagaimana? Sudah kau cek?" tanya Rafka yang terselip harapan besar.


Arjo tidak mengatakan apapun, tapi menyerahkan ponsel miliknya pada Rafka. Di sana sudah ada rekaman CCTV sewaktu Salsa meninggalkan apartemen.


Rafka mengambil benda pipih itu dan mulai memutar isi rekaman yang Ia pikir akan menjadi kunci untuk bisa menemukan istri sirinya itu.


Wajah Rafka langsung menegang ketika baru beberapa menit menontonnya. Ia melirik Arjo yang langsung menundukkan kepalanya seolah tahu apa Rafka pikirkan.


"Seharusnya dari awal anda lebih berhati-hati lagi. Sekarang anda tahu alasan saya kenapa meminta anda menyembunyikan nona Salsa di tempat yang jauh," ucap Arjo buka suara setelah beberapa menit hening.


Rafka memejamkan matanya ketika dalam rekaman itu Azkiya menampar dan mendorong Salsa. Dan saat ini perasaannya tak karuan dan dilema.


"Siapkan mobil. Aku ingin segera pulang," ucap Rafka yang langsung menyudahi menonton rekaman itu." Kau cek CCTV di jalan raya yang dilintasi Salsa." perintahnya lagi. Arjo menggangguk.


Rafka membereskan semua berkas yang berserakan di atas meja setelah itu mengenakan jas hitam yang kini membalut tubuh besarnya.


_____________


Hai girl! Terima kasih sudah mampir

__ADS_1


InsyaAllah malam ini akan update lagi. Double update!!


See you di part berikutnya.


__ADS_2