
"Akhirnya kamu pulang, Mas," ucap Azkiya yang menyambut kedatangan suaminya. Senyuman penuh binar menghiasi wajah cantik wanita yang mengenakan piyama berwarna abu-abu itu.
Azkiya membantu Rafka melepaskan jas hitam yang membalut tubuh kekar suaminya.
"Aku ingin bicara dengan mu," ucap Rafka buka suara dengan raut wajah yang tampak serius. Pergerakan tangan Azkiya yang tengah melepaskan dasi Rafka, terhenti.
"Sebaiknya kita makan malam dulu. Aku sudah menyiapkan makanan favorit mu, Mas," balas Azkiya tersenyum tipis.
Rafka menghela napas pelan dan mengangguk.
Suara detingan sendok dan garpu saling beradu terdengar jelas di ruang makan itu. Azkiya tampak menikmati makan malamnya saat ini bersama Rafka.
Sementara Rafka menampilkan raut wajah datarnya seraya menyantap makanan yang Azkiya buat. Biasanya pria itu akan memuji setiap makanan yang istrinya buat, tapi sekarang Rafka lebih banyak diam.
"Aku sudah selesai..." ucap Rafka yang sudah selesai dengan makan malamnya. Ia mengambil tissu di dekatnya dan mengusap bibirnya.
"Mas ingin buah mangga? Akan aku kupaskan," tawar Azkiya penuh perhatian.
"Tidak usah," tolak Rafka."Ooh iya. Aku ingin bertanya sesuatu yang penting dengan mu."
Azkiya yang awalnya menunduk kini mengangkat kepalanya menatap Rafka dengan kening berkerut.
"Bertanya apa?"
"Sejak kapan kamu tahu hubungan ku dengan Salsa? Dan satu lagi, kenapa kamu bersikap kasar dan keterlaluan dengan Salsa?"
Azkiya terkekeh pelan mendengar pertanyaan bodoh suaminya. Apa Rafka lupa, bila Ia bisa melakukan apa saja termasuk menggali informasi tentang wanita sialan itu.
"Kenapa? Marah?" Azkiya balik bertanya dengan senyuman yang masih tersungging dibibirnya."Bukankah hal yang wajar bila seorang istri menyingkirkan orang-orang yang berusaha merusak rumah tangganya? Dan aku benar-benar kecewa dengan mu, Mas. Aku kira kamu laki-laki yang setia tapi sama saja," ucap Azkiya tenang, namun terlihat jelas raut kekecewaan dari sorot mata wanita itu.
"Walaupun aku tahu semuanya, tapi aku tetap ingin hubungan kita baik-baik saja. Karna aku yakin pasti perempuan murahan itu yang lebih dulu menggoda mu," sambung Azkiya.
Rafka menggeleng pelan."Dia bukan wanita murahan," sanggahnya tegas.
"Lalu? Sebutan apa yang pantas untuk perempuan yang berusaha menggangu laki-laki yang sudah beristri? J*lang?"
"Stop, Azkiya! Jangan mengatakan sesuatu yang buruk tentang Salsa. Di sini aku yang salah!"
Azkiya tersenyum kecut.
"Apa kamu tertarik dengannya?"
Rafka langsung bungkam, terdiam seribu bahasa. Tatapan mata pria itu bergulir. Azkiya meneguk ludahnya kasar dengan rasa sakit yang meremas dadanya. Dari postur tubuh dan raut wajah suaminya sudah menjawab semuanya.
"Kita membangun rumah tangga ini tidaklah mudah selama tiga tahun. Tapi sekarang, kita bertengkar dan berdebat karna perempuan j*lang itu!" sentak Azkiya yang tidak mampu lagi meredam amarah, emosi, dan cemburu yang beberapa hari ini Ia pendam.
Lagi, Rafka hanya diam mendengar setiap ucapan yang keluar dari bibir Azkiya. Wanita itu meremas sendok dan garpu yang Ia genggam sekarang.
__ADS_1
"Tapi dia sedang mengandung anak ku. Aku telah memperkosanya. Dan tidak mungkin aku lepas tanggungjawab," ucap Rafka buka suara setelah beberapa menit memilih diam.
Jedarr
Seperti disambar petir, badan Azkiya langsung menegang dan kaku. Wanita itu mengerjapkan matanya dengan bibir bergetar. Badan Azkiya langsung lemas mendengar pernyataan suaminya.
"Azkiya!" Rafka langsung bangkit dari tempat duduknya dan menangkap tubuh mungil istrinya yang hampir jatuh dari kursi ke lantai.
"Kamu memperkosanya? Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kamu pasti bercanda..." Azkiya tertawa dengan lelehan air mata yang berguguran.
Wanita itu melepaskan pelukan suaminya dan kini berdiri berhadapan dengan Rafka yang menampilkan raut wajah penuh penyesalan dan sangat bersalah pada Azkiya.
"Katakan kalau ini bohong! Katakan Mas!" bentak Azkiya melotot tajam dan meremas kerah baju Rafka." Katakan ini bohong! Suami ku tidak mungkin melakukan hal menjijikkan itu!"
"Ini benar, Sayang." Rafka kembali menarik Azkiya dalam pelukannya. Wanita itu menangis sejadi-jadinya dalam dekapan suaminya. Rasa sakit dihatinya semakin besar dan sangat-sangat menyakitkan.
"Suruh dia menggugurkan kandungannya! Aku tidak sudi keturunan mu lahir dari rahim perempuan itu! Atau perlu bunuh dia!" ucap Azkiya dengan mantap.
Rafka menggelengkan kepalanya, tentu saja Ia menolak."Tidak. Aku sangat menginginkan anak itu. Dan jangan bertindak gila seperti ini, Azkiya."
Pria itu mendorong pelan Azkiya yang mundur beberapa langkah.
"Tapi aku tidak menginginkannya! Aku tidak akan mengizinkan mu menikahi perempuan itu! Dan jika itu terjadi, siap-siap saja surat gugatan cerai akan kamu terima!" kencam Azkiya tak main-main. Dan Ia yakin Rafka akan mengikuti apa yang Ia inginkan. Karna pria itu sangat mencintainya!
Rafka memalingkan wajahnya dengan ancaman yang istrinya berikan. Azkiya tersenyum miring dan beranjak dari hadapan suaminya dengan luka bathin yang menggores perasaannya saat ini.
*
*
Pria itu memijit pangkal hidungnya.
Drrtt...
Suara dering ponsel membuat Rafka menghela napas panjang. Dengan malas Ia mengangkat panggilan masuk dari asistennya.
"Ada apa?"
"...."
"Kau yakin?"
"...."
"Siapkan penerbangan ku besok."
Setelah sambungan telpon dimatikan senyuman lebar penuh seringai muncul di wajah tampan pria itu.
__ADS_1
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan," gumamnya.
*
*
"Di mana mas Rafka?" tanya Azkiya yang sudah duduk di kursi dan siap akan menyantap sarapan paginya. Ia celingukan mencari suaminya.
"Tuan Rafka sudah pergi pagi-pagi sekali, sekitar pukul lima pagi, Nona," jawab salah satu pelayan dengan kepala tertunduk sopan.
Azkiya terdiam. Tidak biasanya Rafka pergi sepagi itu. Apa mungkin pria itu marah karna masalah tadi malam atau sengaja menghindar? Segala kemungkinan muncul di kepala Azkiya.
Sementara di tempat lain, Salsa sudah mengenakan baju putih berlengan panjang dan celana hitam. Penampilan wanita itu sangat rapi pagi ini. Ia keluar dari rumah kontrakan nya dengan membawa sebuah map, hari ini Ia akan melamar bekerja sebagai Office girls di sebuah perusahaan yang di rekomendasi Adan.
"Semoga di terima," gumamnya penuh harap.
Wanita itu melangkahkan kakinya penuh semangat dengan wajah penuh binar bahagia. Sekitar 25 lima menitan Salsa sudah sampai diperusahaan yang Ia tuju. Wanita itu mendongak menatap gedung yang ada di hadapannya sekarang.
"Nona Salsa, kan?" tanya seorang Satpam yang tiba-tiba saja menghampiri Salsa.
"I-iya, saya Salsa," balasnya kaku.
"Perkenalkan saya, Baron, teman Adan. Dia sudah mengatakan sebelumnya bila Nona akan melamar bekerja di sini."
"Begini, saya sudah bicara dengan pihak HRD bila Nona Salsa akan melamar bekerja di perusahaan ini sebagai OG, dan mereka meminta agar Nona Salsa langsung menemui atasan," papar Baron panjang lebar. Salsa mengernyitkan keningnya, bingung.
"Bukannya saat Ingin melamar bekerja di sebuah perusahaan harus melalui HRD?"
"Memang betul, Nona. Tapi peraturan diperusahaan ini memang harus menemui atasan terlebih dahulu ketika Ingin melamar bekerja."
Salsa terdiam sejenak, dan sedetik kemudian mengangguk.
"Mari saya antar Nona," ucap Baron.
Dan saat memasuki perusahaan itu semua mata mengarah menatap Salsa dengan pandangan yang berbeda-beda. Entahlah, tapi wanita itu merasa aneh dengan peraturan diperusahaan ini yang menurutnya sedikit aneh.
"Silahkan masuk, Nona. Di dalam sudah ada atasan kami yang menunggu."
Lagi, Salsa mengernyit bingung dengan ucapan satpam itu. Walaupun begitu Ia tetap masuk ke dalam dengan perasaan gugup. Baru saja masuk ke dalam, menutup pintu dan berbalik badan, tubuh Salsa langsung menegang kaku.
"Akhirnya saya menemukan mu," ucap Rafka yang tersenyum lebar. Pria itu duduk manis dan menatap lekat wajah Salsa yang menegang bercampur takut.
Wanita itu langsung berbalik badan dan memutar tuas pintu. Tapi sayang, seseorang sudah mengunci dari luar. Salsa semakin ketakutan ketika Rafka bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekat. Pria itu melepaskan dasi yang melingkar di lehernya.
______________
Hei girl! Terima kasih sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.
See you di part selanjutnya:))