Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Mencoba Membuka Hati


__ADS_3

Halloo semuanya , maaf ya kalau masih banyak typo dipenulisannya . Mohon dimaklumi , author masih belajar 🤗 dan selalu berusaha memperbaiki . Jangan lupa beri like dan vote nya ya , juga comentnya . Jejak kalian sangat berarti buat author , selamat membaca 😍


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah kepergian Sekertaris Al , Davian merenung sejenak . Selama pernikahannya Alea sama sekali tidak pernah melakukan sesuatu yang melukai hatinya . Justru sebaliknya , Alea selalu melakukan kewajibannya sebagai seorang istri . Kecuali melayaninya diatas ranjang .


Apa memang sudah saatnya aku mencoba memahami Alea ya . Sepertinya Al dan Dion juga tertarik padanya . Sebenarnya aku hanya takut terluka lagi , aku masih terlalu sulit untuk berkata memulai semuanya . Baiklah aku akan menemui nya .


Beranjak dari duduknya untuk menemui istrinya . Lelaki jangkung dengan paras tampan itu selalu terlihat mempesona . Melangkahkan kakinya menuju kamar , terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi . Lalu Davian naik ke ranjangnya menunggu Alea sambil memainkan ponselnya .


Ceklek


" Kamu sudah mau tidur Dav ? " gadis cantik itu bertanya pada suaminya


" Hmm , kemarilah ada yang ingin kubicarakan " meletakkan ponselnya dan membenarkan posisi duduk


Tumben dia sedikit hangat mendekati Dav sambil mengernyitkan dahinya . Lalu duduk disamping suaminya sambil memeluk bantal guling


" Ada apa Dav ? "


" Mengenai hubungan kita , aku ingin mencobanya "


" Haa , a apa ? " sedikit syok membuat gadis cantik bermata bulat itu membelalakkan matanya sambil mengerjap ngerjapkannya


Lucu sekali wajahnya sedikit tersenyum lalu memegang tangan sang istri yang sedang syok


" Ayo kita coba memulai pernikahan kita sebagaimana mestinya Alea "


" Kamu tidak bercanda kan ? "


" Tentu saja tidak " masih saling berpegangan tangan dan suasana menjadi canggung


" Ehemm baiklah Dav , bagaimana kalau kita mulai dari cara kita memanggil satu sama lain dulu "


" Boleh " Lelaki tampan itu tersenyum sambil menganggukkan kepala


" Aku harus memanggilmu apa ? Suamiku atau sayang " terkekeh geli membuat Dav ikut tersenyum

__ADS_1


" Sayang saja "


" Ha , baiklah sayang . Ehm karena kita sudah sepakat untuk memulai hubungan ini , tolong lebih terbuka padaku ya . Jangan lupa untuk selalu melibatkanku dalam segala hal , akupun akan melakukan itu padamu "


" Tentu saja "


" Baiklah kalau begitu mari kita tidur . Besok sudah mulai bekerja lagi . Selamat malam tidur yang nyenyak dan mimpi indah , sayang " ucap Alea malu malu


" Mimpi indah juga sayang "


Cup mengecup kening tiba tiba membuat sang empunya merona . Lalu mereka membaringkan badannya dan tidur


Lucu sekali wajahnya kalau merona seperti itu . Apa semuanya akan semudah ini Davian


Kenapa tiba tiba menciumku , wahai penduduk bumi aku malu Alea


Sepasang suami istri itu sedang mencoba tidur sambil meresapi hatinya masing masing . Memang tidak mudah untuk menumbuhkah rasa cinta yang mendalam , tapi selama mencoba memupuknya cinta itu pasti tumbuh . Semoga kedua insan ini bisa saling melengkapi .


Pagi hari di meja makan


" Eh eh lihat itu Mom , sepertinya ada bau bau kebahagiaan " seloroh gadis manis berambut lurus


" Selamat pagi Mom Dad Fira " ramah Alea menyapa sambil tersenyum hangat menuju kursi makannya . Tersirat sedikit rona bahagia disana , pun dengan sang suami yang terlihat lebih cerah


" Pagi juga Kak , ehm kayaknya ada yang beda nih hehehe "


" Pagi juga sayangnya Mommy , hari ini kamu terlihat lebih cantik dari biasanya Alea " Puji Mommy membuat pipi Alea merona , dan itu berhasil membuat Davian gemas dan mengelus pipi sang empunya


" Pipimu merah sayang " gemas Davian membuat Alea tampak lebih malu malu lagi


Ucapan Davian sontak membuat semua keluarganya kaget sekaligus bahagia . Akhirnya , begitu pikir mereka bertiga


" Cie yang udah sayang sayangan . Ah Mom Dad aku juga pengen nikah dong biar ada yang manjain hihi "


" Fira Fira kamu ini , belum waktunya untuk menikah nak . Tapi Mommy senang sekali akhirnya kalian sudah terlihat mesra , ya kan Dad . Mommy mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua " wanita paruh baya itu sedikit meneteskan air mata haru


" Benar Davian Alea , kami ikut berbahagia untuk kalian . Baiklah sekarang waktunya sarapan , ayo kita makan " sambung sang Daddy

__ADS_1


Terlihat pemandangan yang menyejukkan mata , dimana sepasang suami istri baru itu saling perhatian satu sama lain . Dari kejauhan terlihat Sekertaris Al tersenyum menyaksikan Tuannya .


Akhirnya kamu sadar Dav , semoga hubungan kalian bahagia selalu lelaki dengan tubuh gagah itu bergumam dan bergabung dimeja makan


Sesaat kemudian


" Kami berangkat dulu Dad Mom " pamit Davian


" Hati hati dijalan dan sering seringlah menginap disini " sang Mommy memeluk dan mencium pipi Alea


" Kak jangan lupa yang kemaren " Fira cengengesan , Alea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


" Kita antar Alea dulu Al "


" Baik Tuan Muda "


Di mobil


" Nanti berangkat reuni pukul berapa sayang ?" tanpa melihat Alea dan fokus pada tabletnya


" 7 malam sayang , jadi apa kamu bisa ikut ?"


" Tentu saja , nanti pulang kerja aku jemput kamu ya "


" Iya sayang " gadis cantik itu tersenyum manis


Sekertaris Al tersenyum mendengar kedua insan itu saling memanggil sayang . Nasib jomblo begitu kata hati Sekertaris Al .


" Sudah sampai sayang , aku turun dulu ya . Terimakasih dan selamat bekerja "


" Tunggu sayang , ada yang tertinggal " tahan Davian lalu mengecup kening Alea


" Ish kamu ini , malu sama Sekertaris Al . Dah aku turun , terimakasih Sekertaris Al " turun dari mobil lalu berlari begitu saja


" Bukankah dia lucu Al . Pipinya memerah dan itu menggemaskan " Davian tersenyum


" Benar Tuan . Saya turut bahagia untuk anda " kembali fokus menyetir menuju Perusahaan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2