Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Kegelisahan Davian


__ADS_3

Kling Kling Kling


Dengan tergesa Alea masuk ke Toko Kue nya , kedua sahabatnya sampai heran .


" Kamu ini kenapa sih Al , kayak habis dikejar hantu aja " seloroh Ayana , Brenda hanya menganggukkan kepalanya sambil mengernyit


" Lebih parah dari itu pokoknya . Aaahhhh aku malu " masih tersirat rona merah dipipinya


" Kamu diantar suamimu kan , kamu diapain sih sampai kayak gitu hmm ? " tanya Ayana lagi


" Udah ah nanti aku ceritain , pokoknya aku malu " beranjak begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya yang kebingungan . Lalu kedua gadis yang tertinggal itu saling mengendikkan bahunya


Sesaat kemudian Kling kling Kling pelanggan datang ternyata itu adalah Bryan


" Selamat datang di toko kami , mau pesan apa Tuan ?" Ramah gadis manis dengan lesung dipipinya , Brenda namanya


" Mau pesan waffle sama croisant ya dibungkus masing masing 3 "


" Baik , silahkan ditunggu sebentar " ah bukankah dia yang sama anak kecil imut itu ya , kok tumben gak diajak anaknya gumam Brenda sambil menyiapkan pesanan


" Silahkan Tuan pesanannya , ngomong ngomong dimana anak anda Tuan ?" tanya Brenda yang penasaran


" Ah Cellina , dia lagi sakit . Jadi tidak ikut kemari , ini uangnya Nona " sembari menyodorkan uang pada gadis berlesung pipi di depannya


" Ah iya baik Tuan , ini kembaliannya . Terimakasih sudah mampir ketoko kami dan semoga anaknya lekas sembuh " Tersenyum manis dan ramah Brenda lakukan . Bukan hanya untuk Bryan , tapi untuk semua pelanggannya . Duda beranak satu itu tersenyum dan melangkah keluar sambil menenteng kuenya .


" Kamu ini kenapa Bre ? " tanya Alea saat menghampiri Brenda yang sedang senyum senyum sendiri


" Ada cowok ganteng Al , sayangnya udah punya anak hehehe . Gapapa sih ya , cuma buat cuci mata doang " seloroh Brenda


" Ye kamu ini Bre , suami orang itu . Awas jangan jadi pelakor " Ayana ikut menyauti


" Ish ya nggak lah , cuci mata aja kan gapapa . Oiya Al kamu belum cerita tentang . Ayo ayo cerita mumpung belum ada pembeli lagi " paksa Brenda


Menghembuskan nafasnya kasar " Davian ngajakin aku memulai hubungan kami . Ya kalian tau sendiri kan selama ini hubungan kami seperti apa . Jujur sih aku ada rasa sedikit ragu dan takut . Tapi ya akanku coba , semoga semuanya berjalan baik "

__ADS_1


" Bagus dong Al , iya kan Bre . Setidaknya Davian sudah menunjukkan niat baiknya . Kami cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kamu Al " Ayana tulus mengucapkan dari lubuk hati yang terdalam


" Terimakasih ya , aku seneng punya sahabat kayak kalian berdua " berpelukanlah mereka bertiga


" Eh eh nanti reuni Dav jadi nganterin kamu Al "


" Iya Bre , kalian mau sekalian bareng aja kan nanti ?"


" Kayaknya nggak deh , aku sama Ayana dijemput sama Dion aja " jawab Brenda


" Yaudah nanti ketemu disana aja ya . Ah mudah mudahan nanti gak ada drama aneh aneh ya " seloroh Alea , kedua sahabatnya hanya tersenyum menanggapi


Waktunya bekerja kembali , para pelanggan satu persatu sudah mulai memasuki Toko mereka . Salah satu impian semua orang , punya usaha sendiri biar bisa jadi Bosnya . Usaha sekecil apapun yang kita lakukan , maka kita sendirilah Bosnya . Hehehe


Di Kantor Davian


Tok tok tok


" Masuk " bukan Dav melainkan Sekertarisnya yang menjawab


" Maaf Tuan , diluar ada seorang wanita yang memaksa ingin bertemu Tuan Davian . Kami sudah mencegahnya , namun beliau tetap memaksa masuk . Jadi saya melapor dulu pada anda Tuan " jawab Staff Sekertaris


" Siapa ?"


" Nona Diana Tuan "


Al langsung menoleh ke Tuannya . Terlihat Dav menganggukkan kepalanya tanda setuju


" Bawa dia masuk "


" Baik Tuan , permisi " membungkukkan sedikit badannya sebelum keluar


" Kenapa anda mengizinkan Diana masuk Tuan " Al penasaran


" Bukankah kamu juga penasaran tujuannya kemari Al ?" bukannya menjawab malah ganti bertanya

__ADS_1


" Benar Tuan , semoga ini tidak ada hubungannya dengan Miranda "


" Kita lihat saja nanti Al " kembali serius setelah menjawab ucapan Sekertarisnya itu


Berjalan dengan angkuh dan berlenggak lenggok seperti model kelas atas . Dengan baju dress ketat dan riasan tebal , berharap bisa memikat hati seorang Davian . Diana Lestari teman baik Miranda Oliver , teman baik katanya . Tapi kalau dibelakang gak tau lagi .


Tok Tok Tok


" Masuk " Diana mengernyit , kok bukan suara Dav begitu gumamnya


" Hai Dav gimana kabarmu ?" Langsung duduk disofa tanpa dipersilahkan . Kurang ajar memang perempuan ini begitu geram Sekertaris Al


" Jangan basa basi , untuk apa menemuiku " dingin jawaban Dav tanpa menoleh ke arahnya


" Ternyata kamu masih sama Dav , kamu sudah berpisah dengan Miranda kan . Bagaimana kalau aku yang menggantikan posisi Miranda dihatimu "


" Lancang " menatap tajam wanita itu , begitupun dengan Sekertaris Al yang ikut geram . Tapi masih diam mencerna situasi


" Hahaha kenapa Dav , bukankah aku bahkan lebih cantik dan seksi dari Miranda itu . Ah ya bahkan aku lebih menggoda dari istri kecilmu itu kan " menaik turunkan alisnya menggoda Dav


" Tutup mulutmu . Antar wanita tak tahu malu ini keluar Al " titah Dav tanpa bisa dibantah


" Baik Tuan . Mari Nona silahkan saya antar anda keluar " Al berkata tak kalah dingin


" Tidak perlu Al , kamu masih sama juga ya . Baiklah aku pergi dulu sayang , tak apa sekarang kamu menolakku . Lihat saja nanti aku akan membuatmu mengejarku " berjalan keluar sambil menggerutu


Menghela nafasnya kasar lalu menyandarkan kepalanya di kursi


" Dasar wanita gila , apa dia mengenal istriku Al "


" Tidak Tuan , tapi sepertinya dia akan mencari tau . Sebaiknya anda waspada padanya Tuan "


" Tentu saja " menutup mata sembari gelisah memikirkan Alea . Semoga tidak terjadi apa apa pada istrinya nanti


Ternyata anda sudah mencintai Nona Alea , syukurlah Sekertaris Al

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2