Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Persiapan


__ADS_3

Hari berjalan seperti biasanya , Alea sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya di taman kota . Mereka berjanji untuk bertemu hari ini , mumpung Toko Kue libur saatnya me time bareng sahabat , pikir mereka . Davian juga tidak melarang Alea untuk pergi bersama sahabatnya itu . Bukan hari libur tapi ketiganya sepakat untuk menutup Toko Kuenya sehari aja , butuh Healing katanya wkwkwk


" Haaaa indahnya hari ini " ucap gadis cantik dengn gaya rambut ekor kuda dan pakaian santainya , dia Alea .


" Iya , kita kan udah jarang begini . Setiap hari hanya bertarung dengan kue dan pelanggan haha " Brenda gadis manis itu menjawab dengan tertawa


" Hei kita udah dewasa , sudah tidak ada waktunya untuk bermain - main saja kan . Tuhan kapan aku dapat jodoh huhuhu " Ayana mulai mendrama , bisa galau juga kamu Ayana pikir Alea dan Brenda


" Santai aja sih Ay , kalau sudah waktunya pasti datang . Jangan gegabah memilih pasangan hidup "


" Tumben jawaban kamu bijak banget Bre " ejek Alea


" Hiiss kalian ini , sebenarnya aku juga galau tau . Alea aja udah nikah , nah aku pacar aja gak punya . Ya gak Ay , ah nasib jomblo "


" Yee katanya sok bijak , katanya doank nyatanya enggak " ejek Ayana


Mereka bertiga akhirnya larut dalam obrolan yang luar biasa panjangnya . Mulai dari cerita bangun tidur sampai mau tidur lagi . Enaknya punya sahabat seperti itu ya hehe . Selalu ada dalam suka dan duka


Terdengar sebuah keributan di lobi perusahaan Davian , seorang perempuan memaksa masuk padahal tidak diijinkan . Siapa lagi kalau bukan si Diana itu , Security sampai dibentak bentak . Susah ya musuh orang kayak begitu .


" Tuan , Diana membuat keributan di depan " ucap Sekertaris Al pada Davian


" Mau apa lagi dia , jangan biarkan dia masuk . Usir saja !"


" Baik Tuan " melangkah keluar menuju tempat terjadinya keributan


" Apa yang anda lakukan disini Nona Diana?" Sekertaris Al bertanya dengan dingin


" Dimana Dav , aku ingin bertemu dengannya "


" Tuan Muda tidak ingin bertemu dengan anda , jadi silahkan pergi . Atau saya akan lapor polisi karena sudah membuat keributan disini " ancam lelaki tampan didepannya


" Hei aku cuma ingin bertemu calon suamiku , kamu ini cuma bawahannya saja , jangan belagu " Diana bicara dengan berapi-api


" Jangan bicara sembarangan , Tuan kami sudah memiliki istri . Pak seret paksa dia keluar , jika masih tidak mau pergi panggil polisi saja " Tegas Sekertaris Al


" Baik Sekertaris Al " kedua security langsung menyeret paksa Diana , yang langsung membuat sang empu teriak seperti orang gila . Ditambah tatapan mata mencemooh dan jijik dari para pegawai yang melihatnya


Brak suara mobil ditutup dengan sangat kencang

__ADS_1


" Aaarrgghhh , sialan kan memang . Awas saja kamu Al , lihat saja nanti Dav aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku " mengendarai mobilnya dengan kencang menuju apartemennya .


Tau gak sih gaes , tahta tertinggi dari mencintai adalah merelakan dan melepaskan . Jika memang dia tidak ditakdirkan jadi jodoh kita ya udah relakan dan lepaskan . Jangan malah menggila dan melakukan hal yang merugikan diri sendiri .Tapi jika kita ditakdirkan berjodoh dengan orang yang kita cintai , maka pertahankan dan bahagiakan bukan malah disia-siakan .


" Sudah pergi ?"


" Sudah Tuan . Tuan ada proposal penawaran kerja sama dari perusahaan terbesar di kota Z . Perusahaan ini milik Keluarga Alexander " Sekertaris Al menjelaskan , membuat Davian mengangkat sebelah alisnya .


" Apa ini sebuah kebetulan , atau memang disengaja ?"


" Entah Tuan , tapi kita bisa melihat niat sebenarnya setelah menghadiri undangan untuk meeting bersama "


" Kapan ?"


" Lusa , di Toko Kue milik Nona Alea "


" Apa tidak ada tempat lain , kenapa harus disana "


" Saya juga tidak tahu Tuan "


" Kamu sudah menyuruh orang untuk menyelidiki ?"


" Apa itu "


" Istri dari Tuan Alexander mengalami gangguan mental semenjak kehilangan anak perempuannya . Menurut hasil penyelidikan anak perempuannya meninggal saat kecelakaan 20 tahun yang lalu " Davian langsung berdiri dari kursi kebesarannya , melonggarkan dasinya dan duduk di sofa santai


" Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Alea ?" peka sekali anda Tuan , pikir Sekertaris Al


" Saya belum bisa memastikan Tuan , masih terlalu abu - abu "


" Baiklah lanjutkan penyelidikan dan kita terima undangan itu " Titah Davian pada Sekertaris Al


" Baik Tuan , saya permisi " Davian menganggukkan kepalanya lalu memejamkan matanya . Apa mungkin Alea adalah anak keluarga Alexander yang hilang ? pikiran itu memenuhi kepala Davian


Di Tempat Lain


" Ma , lusa Papa dan juga Dareen ada pertemuan bisnis di luar kota untuk beberapa hari . Mama tidak apa-apa kan ditinggal sendiri?" ucap lelaki paruh baya di depan seorang wanita paruh baya yang masih cantik itu


" Kenapa harus pergi bersama Pa ? apa ada masalah penting ?" tanya sang Mama

__ADS_1


" Tidak Ma , tapi pertemuan ini mengharuskan Papa untuk hadir " Papa mencoba menjelaskan


" Baiklah Pa , tapi jangan lupa untuk memberi kabar ya . Nanti Mama khawatir , apalagi Papa perginya sama Dareen juga "


" Iya Ma tentu saja Papa akan memberi kabar nanti " maafkan aku Ma , batin Papa


Aiko lalu mengemas baju untuk suaminya lusa , seperti biasa dia sendiri yang selalu meyiapkan kebutuhan suaminya itu . Sebenarnya Aiko sendiri memiliki firasat tentang kepergian suami dan anaknya . Pasti untuk menemui gadis yang mereka bicarakan waktu itu pikirnya . Namun Aiko berusaha untuk tetap diam dan tenang , menunggu kabar dari suami dan anak lelakinya . Bukan hal yang mudah menjadi Aiko , tetap bertahan ya Mama Aiko ❤


Tak jauh berbeda dengan Dareen dan Kevin sekertarisnya


" Bagaimana , apa dia menyetujui undangan kita ?"


" Iya Tuan Muda , Tuan Davian menyetujuinya . Sepertinya beliau sedikit curiga pada kita "


" Apa terjadi sesuatu ?"


" Benar Tuan , ada yang sedang menyelidiki Tuan Muda "


" Biarkan saja , selama itu tidak merugikan "


" Baik , untuk persiapan lusa sudah saya siapkan Tuan Muda "


" Terimakasih " Dareen tersenyum dan menepuk bahu lelaki didepannya , orang yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi . Seperti pinang dibelah dua saja hehe . Kembali duduk dikursi kebesarannya namun entah pikirannya malah kemana - mana .


Jika benar Alea adalah adiknya , bagaimana reaksi gadis itu ? Bagaimana reaksi Papa jika melihat wajah gadis itu nanti ? Apa Papa akan langsung memeluknya dan mengatakan kamu anakku ? Huh yang benar saja , aku jadi pusing sendiri gumamnya .


Ada rasa haru , gelisah , dan juga takut di hati seorang Dareen . Bagaimana dia mengatakan semuanya pada sang Mama nanti ? Apa dia tega mengatakan jika ternyata Alea bukan adiknya ? Terlalu banyak dugaan dan menerka - nerka sesuatu yang belum pasti memang melelahkan .


Sabar Dareen , jika memang Alea adikmu kalian pasti bisa berkumpul kembali . Semoga saja bisa menjadi kebahagiaan tersendiri untuk keluarga tercintamu Dareen , terutama Mama Aiko .


Bersambung


Jangan lupa dukungannya ya para pembaca tercinta 😍


Maaf jika masih ada typo dalam penulisan , maupun alur yang masih berantakan 🙏


Author butuh kritik dan saran dari kalian semua , jangan lupa tinggalkan jejak . Klik like coment dan juga vote ya 😍


I Love You banyak banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2