Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 50


__ADS_3

...🍁 Happy Reading 🍁...


..." Hargailah selagi masih ada , karena kamu akan tahu sakitnya terluka saat kehilangan " Aleandra Maheswari...


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Bukan suatu hal yang mudah bagi Alea untuk menerima keluarga kandungnya . Tapi bukankah dia tidak bisa egois ? Bukankah baik Alea maupun Keluarganya menderita ?


Alea masih bernasib baik , karena dikelilingi oleh banyak orang yang menyayanginya . Bagaimana dengan Mamanya , Aiko , yang harus terguncang jiwanya . Bukan setahun atau dua tahun . Tapi berpuluh tahun kan !


Menjalin dan memulai kembali hubungan yang telah lama putus adalah hal yang indah . Menjalin kedekatan , saling bertukar informasi . Apa warna kesukaanmu ? makanan favoritmu ? dan masih banyak hal lagi


Ini sudah 2 bulan semenjak Alea pulang dari bulan madu , dan juga semenjak dia resmi mengetahui bahwa dia adalah anak dari Keluarga Alexander


" Sayang , aku akan berkunjung ke Kota Z selama 2 minggu loh . Kamu beneran nggak apa - apa aku tinggalin ? " Alea bertanya sambil mengelus dada telanjang Davian . Mereka bahkan masih diselimut yang sama


Apa mereka tidak malu , bahkan burungpun sudah terbang kesana kemari mencari makan . Matahari juga sudah meninggi , mungkin karena ini weekend atau karena sudah dirumah mereka sendiri . Jadi bermalas-malasan lebih asyik


" Iya sayang pergilah . Kasihan Mama Papa dan Juga Kakakmu kan . Mereka juga pasti ingin lebih dekat denganmu . Aku tidak seegois itu sayang , aku akan berkunjung kesana nanti . Atau aku bisa menjemputmu lebih awal dan menginap " Davian mengelus pipi Alea


" Beneran ya , lalu bagaimana kalau aku tidak bisa tidur karena tidak memelukmu . Akhir-akhir ini aku selalu ingin berada dipelukanmu "


" Aish manja sekali ya ternyata istriku ini . Kita bisa melakukan panggilan video nanti , aku akan mengakhiri panggilan saat kamu sudah tertidur nanti "


" Baiklah - baiklah Tuan . Aku akan mematuhimu " Alea tertawa setelah mengatakan itu


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang , mereka segera bangun . Tidak perlu memasak , makan diluar saja sambil jalan-jalan . Alea yang mendengar itu senang


Alea sudah mempersiapkan satu koper kecil barang yang akan dia bawa , Sang Mama berkata bahwa tidak perlu membawa baju . Karena Mamanya sudah menyiapkan banyak sekali baju , tas dan juga sepatu


Sepasang suami istri ini sudah selesai mandi . Mereka memakai baju yang sama , celana jeans warna hitam dan sweater berwarna mint . Ah terlihat sangat segar sekali , semakin kesini Alea terlihat semakin cantik dan dewasa


" Kenapa harus berdandan secantik ini sayang ? " Davian memeluk Alea dari belakang


" Hei berdandan apanya , aku bahkan tidak memakai bedak . Lihatlah , aku hanya mengoles sedikit cream wajah dan juga sunscreen aja kok . Kamu ini yang terlalu mencolok "


" Bagaimana kalau kita dikamar saja , tidak jadi keluar " melihat istri cantiknya dikaca

__ADS_1


" Enak saja , aku sudah sangat lapar . Ayo kita beli makanan dan mampir ke Mansion Mommy , aku kangen dengan semuanya "


" Baiklah mari kita berangkat "


Sekretaris Al tidak ikut , sepertinya dia sekarang juga ingin mencari pasangan . Biar tidak jomblo terus . Davian menyetir mobilnya sendiri


Saat diperjalanan , terlihat suasana yang sangat ramai . Ternyata itu pesta rakyat . Banyak sekali penjual beraneka macam makanan disana


" Sayang , ayo kita kesana . Aku yakin pasti banyak makanan enak . Wah membayangkannya saja sudah bikin aku ngiler " Alea sangat semangat


" Baiklah , apapun untuk Tuan Putri " Davian tersenyum pada sang istri . Dia heran karena beberapa hari ini Alea sangat doyan makan . Terbukti dengan tubuhnya yang semakin berisi saja


Mobil sudah berhenti diparkiran , semua menatap penuh pemujaan . Mobil sebagus ini kenapa berhenti disini , apa orang kaya doyan jajanan rakyat biasa . Begitu yang ada dipikiran para pengunjung lain


Alea dna Davian keluar , Davian menggunakan masker . Tapi tidak dengan Alea


" Wah ramai sekali sayang , ayo cepat kita harus membeli semuanya kalau bisa " Alea menoleh pada suaminya yang malah diam kebingungan . Kenapa dia gumam Alea


" Kamu mau membeli semua makanan disini . Kamu yakin akan menghabiskannya " Davian ragu


" Hei sayang , kita mau kemansion Mommy kan . Disana pasti banyak yang mau . Sudahlah ayo " Alea menggandeng Davian


Bubur ayam dimangkok sudah tandas saja , kedua manusia itu sudah merasa kenyang . Sesuai janji mereka akan berkeliling


Ada makanan kekinian seperti seblak hot jeletot atau apa itu namanya , rujak buah juga ada , sate ayam , sate maranggi . Ah banyak sekali macamnya , gorengan ada , lumpia , sosis solo . Pokoknya semua ada


Davian sudah sangat kerepotan , ditangan kanan dan kirinya sudah banyak plastik makanan yang dia bawa . Lihat bahkan istrinya juga membawa banyak sekali ditangannya


" Apa Alea baik-baik saja . Makanan sebanyak ini dia beli untuk apa " Batin Davian bergejolak sendiri


" Ayo sayang kita pulang , sudah lengkap semuanya . Eh tunggu , aku mau es disebelah sana " Berjalan mendahului Davian , lelaki tampan itu hanya bengong . Namun tetap mengikuti istrinya


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Mobil Davian sudah memasuki gerbang Mansion . Keluarga sedang dirumah semua , tidak ada yang keluar hari ini karena tahu jika Davian dan Alea datang


Kepala Pelayan kaget melihat Tuan dan Nona Mudanya membawa belanjaan banyak sekali . Apalagi yang dibawa adalah makanan , bukankah itu cukup untuk satu komplek pikirnya

__ADS_1


" Selamat datang Tuan dan Nona Muda , silahkan masuk . Pelayan tolong bawakan belanjaannya "


" Terimakasih ya " ucap Alea hangat , dia masih meminum minuman cup ditangannya


" Kalian sudah datang " Zee menyapa , dia heran kenapa pelayan membawa banyak sekali bungkusan makanan


" Apa itu , kenapa kalian membawa banyak bungkusan kemari " Zee bertanya pada salah satu pelayannya


" Maaf Nyonya , ini makanan milik Nona Muda . Permisi " ucapan pelayan sontak membuat Mommy , Daddy dan Fira terkejut


" Kakak Ipar mau hajatan atau apa . Makanan sebanyak ini siapa yang mau makan ? "


Fira terlihat mengecek ada makanan apa saja , wih ternyata ada makanan kesukaannya disana . Dia langsung mengambilnya


" Ya kan ada kamu Fir , habiskan saja . Mommy dan Daddy juga , ayo silahkan makan . Sayang kamu nggak pengen makan itu " Alea bicara dengan santai


Zee dan Morgan tidak menjawab , dia masih tertegun . Malah keduanya saling bertatapan


" Kamu tahu sayang , aku sudah kenyang hanya dengan melihatnya saja . Kan kamu yang beli , jadi kamu juga harus memakannya kan ? " Davian bicara dengan santai juga


" Ah , aku sudah tidak selera sayang . Aku cuma pengen membelinya saja . Aku tidak mau memakannya , Eh aku mau incip yang ini , rujak buah kayaknya enak deh "


" Kalau kamu tidak mau makan semunya , kenapa harus membeli sebanyak itu sih sayang " Davian geleng kepala


" Kamu pelit sekali sih ? " Alea manyun


" Bukan pelit , hanya mubazir sayang "


" Yasudah berikan saja pada semua pelayan disini , aku cuma mau rujak saja " Fira hanya cekikikan , Alea juga bodo amat dan malah memakan rujaknya


Morgan , Zee dan Davian hanya saling pandang


" Kapan terakhir kamu datang bulan sayang ? " pertanyaan Zee membuat Alea berhenti mengunyah , semuanya menatap Alea , menanti jawaban darinya


Bersambung


Terimakasih yang sudah mampir ❤

__ADS_1


Dukung terus Davian dan Alea ya ❤


Author tunggu like , komentar , vote dan hadiahnya ❤


__ADS_2