Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Terluka


__ADS_3

Diana meninggalkan perusahaan Davian dengan perasaan marah , dia menyetir mobilnya dengan kencang dan sembrono membuat banyak pengendara memaki - maki di dalam mobil masing - masing . Dasar orang gila , kecelakaan baru tau rasa gumam orang - orang yang merasa terganggu . Saat melewati taman kota tidak sengaja matanya melihat pemandangan tiga gadis yang sedang bersendau gurau . Membuat emosinya kembali tersulut , langsung memutar balik arah untuk kembali ke taman kota .


" Itu Alea kan , awas kamu Davian . Aku akan melukai istri yang tidak kamu anggap itu " membuka tas nya dan tersenyum melihat pisau lipat kecil yang selalu dia bawa . Lalu tersenyum seperti seorang psikopat saja .


Sesaat setelah sampai di Taman Kota , Diana langsung turun dan membanting pintu mobilnya kencang . Membuat beberapa pengunjung menoleh kearahnya . Kenapa dia begitu pikir mereka . Berjalan tergesa mendekati gerombolan Alea dan sahabatnya , tiba - tiba Plak


Suara tamparan itu sangat kuat , membuat Alea merasakan panas dipipinya . Sontak itu membuat Alea kaget dan langsung berdiri dari kursi dan memelintir tangan Diana .


" Heh wanita gila , apa maksudmu menamparku sembarangan " Alea sedikit emosi , ah panas sekali pipiku gumam Alea . Brenda dan Ayana tak kalah terkejut untuk itu


" Kenapa , tamparan itu pantas buat kamu . Kamu sudah merebut Davian dariku ! Lepaskan tanganku " Teriak Diana lantang membuat beberapa pengunjung merasa terganggu , tapi ada juga yang merasa ada tontonan seru . Oh pelakor , banyak yang menyimpulkan begitu tanpa tahu kenyataannya .


Brenda ingin membantu Alea tapi melihat Alea menggelengkan kepalanya membuat dia kembali diam , duduk dengan tenang disamping Ayana . Tenang saja Alea pasti bisa mengatasinya bisik Ayana .


" Siapa yang merebut siapa ? Kamu gila ya , sudah tahu lelaki incaranmu sudah beristri masih saja kamu kejar . Oh apa kamu memang tidak laku , sampai mau merebut suami orang ?" sarkas ucapan Alea membuat Brenda dan Ayana tak bisa menahan untuk tidak tertawa .


" Jaga mulutmu Alea , atau aku akan merobeknya ! Kamu pikir kamu pantas buat Davian , tidak ! hanya aku Diana yang pantas bersanding dengannya " Alea semakin meremas tangan Diana membuat sang empunya meringis kesakitan .


" Pantas tidak pantas kamu tidak berhak menilai , kamu ini cuma benalu . Selamanya akan begitu "


" Haha Alea Alea disini kamulah benalunya , kenapa kamu tidak sadar juga ? Dilihat dari sudut manapun jelas aku lebih baik dari kamu . Aku cantik , seksi , karirku bagus . Sementara kamu , kamu hanya seorang pegawai ditoko kecil mana pantas untuk Davian " Alea langsung melepas tangan Diana , membuat Diana membalikkan badannya menghadap Alea . Lalu Plak tamparan yang lebih keras mendarar dipipi kanan Diana , lihat ujung bibirnya sampai berdarah .


" Jika satu tamparan dariku masih belum membuatmu sadar , aku akan mengulanginya " Plak satu tamparan lagi di pipi kirinya . Mereka yang melihat hanya meringis


" Ingat satu hal Diana , sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan keinginanmu memiliki Davian terwujud . Seberapa keras kamu berusaha , aku akan menghalanginya "


" Kamu salah Alea , aku yang akan membuat Davian meninggalkanmu dan menjadikannya milikku " ucapnya percaya diri sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah .


" Lakukanlah jika kamu bisa , jangan sampai tindakanmu malah menjadi bomerang untukmu sendiri " setelah berbicara seperti itu Alea mengambil tasnya lalu berjalan meninggalkan taman kota bersama sahabatnya , sebelum langkahnya jauh Diana berlari menyusul Alea sembari membawa pisau kecilnya . Hal diluar dugaan pun terjadi , dia menusuk perut Alea lalu kabur melarikan diri .


Brenda dan Ayana langsung syok melihat sahabatnya bersimbah darah , Ayana langsung menelfon ambulance . Dan Brenda menelfon Davian menggunakan ponsel Alea . Ya hari ini Boy , sedang tidak bekerja ada keperluan mendesak katanya . Sekertaris Al juga tidak menyiapkan pengganti Boy karena selama ini tidak pernah terjadi bahaya pikirnya . Para pengunjung tak kalah panik nya , ada yang mengejar Diana tapi sayangnya dia sudah bergegas mengendarai mobilnya dengan kencang . Mobil Ambulance sudah datang , dengan segera mereka mengangkat Alea dan membawanya ke Rumah Sakit .

__ADS_1


Dikantor Daviab


Suara panggilan ponsel milik Davian berbunyi , tertera nama Istriku dilayar


" Halo sayang "


"....."


" Apa , kalian dimana sekarang "


"...."


" Baik " tut tut tut . Davian langsung berdiri dan berlari keluar membuat Sekertaris Al yang akan masuk keruangannya heran .


" Ada apa Tuan "


" Ke Rumah Sakit sekarang , Alea ditusuk oleh Diana . Cepat " berlari tergopoh-gopoh bersama Sekertaris Al


" Apa yang sebenarnya terjadi Tuan , kenapa Nona Alea sampai tertusuk "


" Aku juga tidak tahu , dimana Boy . Bukankah kamu memberinya tugas untuk menjaga Alea !"


" Boy ada kepentingan Tuan , dia izin 1 hari . Dan saya tidak menugaskan orang menggantikannya Tuan . Selama ini tidak pernah terjadi hal yang membahayakan Nona Alea , maafkan saya Tuan "


" Huft sudahlah , semua sudah terjadi . Cepat kenapa lama sekali !"


" Lampu merah Tuan , ini memang jam nya macet "


" Segera urus Diana , jangan diberi ampun !" titah Davian geram


" Baik Tuan "

__ADS_1


Davian dan Sekertaris Al sedang gundah karena jalanan sedang macet , kenapa harus macet sih pikir mereka . Hei ini jalan umum bukan jalan pribadi Tuan Davian , jadi bersabarlah .


Di Rumah Sakit terlihat Brenda dan Ayana menangis mengkhawatirkan sahabatnya itu .


" Gimana ini Ay , aku takut "


" Ayolah Bre , aku juga takut . Kita doakan saja semoga Alea tidak kenapa - kenapa . Dokter bilang tadi lukanya tidak mengenai organ fatal , semoga Alea kuat "


" Diana awas saja dia , Bodoh bodoh kenapa aku tadi tidak mengejar Diana " menyalahkan dirinya sendiri


" Tenang Bre tenang , kita tadi hanya fokus pada Alea saja . Davian dan polisi pasti sedang mengurusnya . Jangan menyalahkan diri sendiri , kita tidak tahu jika ternyata Diana membawa pisau lipat kan "


" Iya Ay huhuhu "


Mereka berdua benar - benar khawatir dengan keadaan Alea . Tuhan tolong selamatkan Alea , begitu yang ada di hati mereka . Alea pasti kuat dan bisa melewatinya , dia bukan gadis yang cengeng maupun lemah kan .


Di Kota Z


Dareen mendapat kabar dari orang yang memata - matai Alea bahwa Alea tertusuk . Membuat Dareen syok dan khawatir , segera dia meminta Kevin untuk pergi kesana hari ini juga . Walaupun belum ada kepastian jika Alea adalah adiknya , tapi dia punya keyakinan yang kuat jika Alea adalah adiknya . Tanpa pikir panjang Kevin langsung membatalkan beberapa jadwal Tuan Mudanya itu dan langsung terbang ke Kota B .


Tuan Besar Alexander , Papa Dareen yang saat itu sedang berada di Perusahaan anaknya pun ikut panik . Akhirnya beliau juga ikut ke Kota B sekarang , saking paniknya sampai lupa memberi kabar pada istri tercintanya .


Semoga Alea baik - baik saja ya !


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers tercinta 😍


Beri author kritik dan saran juga


Jangan lupa tekan like vote dan juga komentar ya 😍😍

__ADS_1


I Lope You banyak banyak untuk semua pembaca 😍


__ADS_2