
...🍁 Happy Reading 🍁...
Mendengar pertanyaan Zee , Alea langsung berhenti mengunyah . Dan karena kaget dia jadi tersedak , dan sedikit merasa kram di perutnya
" Uhuk aduh sayang , perutku tiba-tiba kram " Davian langsung panik . Begitupun dengan yang lain
Zee langsung bergegas ke dapur untuk mengambilkan air hangat
" Minum dulu sayang , pelan-pelan " Zee mengelus punggung Alea
" Maafkan Mommy ya , karena pertanyaan tadi membuat mu tersedak "
" Tidak apa-apa Mom , aku hanya kaget saja . Aku belum mendapatkan tamu bulanan hingga hari ini Mom . Apa itu artinya aku hamil ? "
" Fira akan ke apotik sebentar untuk membelikan Kak Alea alat tes uji kehamilan Mom "
Fira lantas langsung bergegas keluar Mansion .
" Apa tidak sebaiknya ke Dokter Kandungan saja Mom , biar lebih jelas " Davian bertanya pada Mommynya
" Kita tunggu Fira dulu nak , tidak masalah jika melakukan tes urine dirumah . Nanti kita bisa membawanya ke Rumah Sakit "
" Iya Dav , kita tunggu Adik kamu kembali dulu . Sepertinya dia semangat sekali " Morgan ikut menambahi
" Kamu baik-baik saja sayang , wajahmu terlihat pucat " Davian menyentuh pipi Alea
" Aku baik sayang , aku hanya takut saja , kalau-kalau nanti hasilnya tidak memuaskan " Wanita pucat itu menunduk
" Kamu ini bilang apa sih , apapun hasilnya kami tidak masalah kok "
Zee berdiri untuk menaruh kembali gelas yang dia bawa ke dapur . Dia ingat jika Alea akan pergi kerumah Aiko , kalau Alea positif hamil , dia akan mencegahnya untuk pergi
Sekembalinya dari dapur Zee duduk disamping Alea
" Alea , apa kamu jadi ke Mansion keluargamu ? "
" Iya Mom , aku sudah menyiapkan perlengkapannya . Ada apa Mom ? " Alea penasaran
" Jika nanti ternyata hasilnya positif hamil . Lebih baik kamu mengundur kepergianmu sayang . Nanti Mommy akan menghubungi Aiko , agar dia bisa memaklumi dan biar dia yang datang kemari saja ya "
" Iya Mom , aku nurut apa kata Mommy saja . Aku tahu itu pasti yang terbaik "
Beberapa saat mereka menunggu , akhirnya Fira datang membawa kantong putih kecil
__ADS_1
" Ini Mom , ayo Kak buruan di cek hehe " mengambil benda di dalam kantong plastik lalu memberikan pada Alea
" Baiklah , aku ke kamar mandi sebentar ya " wanita cantik itu berdiri menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur
Empat orang diruang santai menunggu dengan penasaran . Alea kenapa lama sekali ya disana , begitu yang mereka pikirkan
Disisi Lain
" Tuhan , apapun hasilnya aku akan menerima dengam senang hati . Apalagi jika memang secepat ini Engkau memberikan kepercayaan padaku " Alea berdoa sambil menunggu hasilnya
Beberapa menit kemudian , dia melihat hasil yang ditunjukan oleh alat penguji kehamilan . Ada 2 garis merah disana , dan itu membuat Alea sangat senang
Dia langsung keluar dari kamar mandi menuju ke ruang santai
" Bagaimana hasilnya sayang ? " Davian berdiri dan melihat Alea , yang dilihat malah menangis sambil memberikan alat yang dia bawa
" Dua garis merah ? " ucapan Davian sontak membuat Zee dan Fira bangun dari duduknya
" Akhirnya aku akan menjadi Oma ! Selamat sayang , selamat ya " Zee memeluk Alea , dia ikut menangis terharu
" Yeay , aku akan memiliki keponakan yang lucu . Akhirnya , selamat ya Kak " Fira ikut memeluk Alea , Alea hanya mengangguk dan masih menangis
Morgan ikut memeluk dan menepuk pundak anak lelakinya
Davian menghampiri Alea lalu memeluk dan mencium pucuk kepalanya
" Terimakasih sayang , saking bahagianya aku sampai tidak tahu harus berkata apa " Sepasang suami istri itu menangis bersama
" Nah karena Alea sedang hamil . Lebih baik kalian tinggal disini saja , Mommy tidak mau Alea akan kerepotan sendiri nanti . Lagipula jika disini akan banyak yang memperhatikan kondisinya " Zee memberi masukan pada anak dan menantunya
" Baik Mom , Alea disini saja . Dirumah juga terlalu sepi . Bagaimana sayang , tidak apa-apa kan ? "
" Tentu saja sayang , aku tidak ingin kamu kesepian dan mengubah moodmu menjadi buruk nanti " Davian sangat pengertian sekali
" Aku akan menghubungi Kakek , wah Kakek pasti akan sangat bahagia " Fira berdiri untuk mengambil ponselnya di dalam kamar
" Iya benar hubungi Kakekmu nak " Morgan ikut membenarkan
" Sebaiknya aku juga menghubungi Mama Aiko ya " ucapan Alea disetujui oleh semuanya
Alea mengambil ponselnya , lalu menekan nama " Mama Aiko " disana . Tidak butuh waktu lama , panggilan itu langsung diterima
" Halo Mama , selamat pagi , Mama apa kabar ? "
__ADS_1
" Mama baik nak , kamu sendiri bagaimana ? Sudah selesai membereskan perlengkapan yang akan kamu bawakan ? tidak perlu membawa banyak barang sayang "
" Alea ingin memberi kabar , kalau tidak jadi kesana dulu Ma " perkataan Alea membuat orang yang diseberang sana terdiam sesaat
" Loh kenapa sayang ? "
" Baru saja aku melakukan tes urine Ma , dan ternyata hasilnya positif hamil . Setelah ini kami akan pergi ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut . Alea takut melakukan perjalanan panjang saat hamil muda . Apa Mama tidak apa-apa , jika aku mengundur kepulanganku kesana "
" Wah ternyata kamu hamil sayang ? Baiklah baiklah , jangan kesini dulu . Nanti Mama , Papa dan Kak Dareen yang akan kesana . Tenang saja , Mama tidak akan marah , Mama mengerti kondisimu . Jaga kesehatan baik-baik ya ? Mommy akan memberi kabar baik ini oada semuanya , salam untuk Keluarga disana . Mama tutup dulu "
" Baik Ma , terimakasih pengertiannya . Kami menunggu kedatangan Mama dan semuanya kemari " Tut panggilan ditutup
" Baiklah , sekarang kamu mandi dan ayo kita bersiap untuk keRumah Sakit " Davian mengajak Alea untuk membersihkan diri dan bersiap . Hal itu disetujui oleh Alea
" Mommy ikut sayang , ayo Dad kita harus ikut "
" Baiklah ayo " Morgan pasrah saja
" Jangan tinggalkan aku , aku juga harus ikut " Fira tidak mau kalah
Kabar kehamilan Alea sudah tercium oleh semua pelayan yang ada diMansion . Mereka sangat senang sekali mendengarnya , itu adalah kabar yang sangat mereka tunggu-tunggu
Kehadiran bayi kecil diMansion sebesar ini pasti sangat menyenangkan . Itu yang selama ini mereka pikirkan , pasti akan ramai saat ada suara tangisan dan tawa bayi dirumah
Tidak butuh waktu lama satu keluarga ini sudah siap untuk pergi ke Rumah Sakit . Kakek berjanji akan datang saat makan malam nanti. Sekertaris Al juga tahu kabar itu , dia ikut bahagia
Butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak . Mereka akan melakukan pemeriksaan disana saja .
Tidak terlalu banyak antrian hari ini , disana hanya ada dua Ibu hamil bersama suaminya .
" Hah , aku sangat nerveos sayang " Alea berkata pada suaminya
" Tidak usah takut , santai saja sayang " Davian menenangkan
Zee , Morgan dan Fira hanya diam dan memandang sekeliling . Sampai tiba saatnya nama Alea disebut mereka semua ikut berdiri
Bersambung
Terimakasih yang sudah mampir ❤
Ikuti terus kisah Davian dan Alea ya ❤
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤
__ADS_1