Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 30


__ADS_3

Di Kediaman Alkendrick


Setelah mendapat kabar dari Ve , Zee langsung mencari suami nya . Sepertinya lagi diruang kerja , gumamnya


" Dad Daddy sini cepetan " kebiasaan gak sabaran masih melekat pada wanita yang sudah tidak muda lagi itu


" Ada apa sih , heboh banget " melangkah menuju sofa dan duduk disamping istrinya itu


" Barusan aku dapat kabar dari Ve , ternyata Alea adalah anak dari keluarga Alexander yang hilang Dad . Katanya gelang itu hanya dimiliki oleh keluarga Alexander saja "


" Lalu , apa itu sudah 100% benar . Kita juga harus melakukan tes DNA dulu Mom " ucap suami nya


" Aku tau itu Dad . Kita harus segera menghubungi Davian . Ayo siap - siap kembali ke Rumah Sakit Dad , kita harus membahas hal ini langsung "


" Bagaimana dengan Alea , dia masih belum pulih "


" Hei , kita hanya memberi tahu Davian dulu . Nanti kalau Alea sudah pulih baru kita beritahu kabar ini " bergegas berdiri dan menggandeng tangan suaminya menuju kamar untuk siap - siap kembali Ke Rumah Sakit


Keadaan Alea sebenarnya sudah membaik , hanya saja suami dan mertuanya belum mengizinkannya pulang . Tunggu sampai lukamu benar - benar sembuh katanya . Mungkin sebagai bentuk kasih sayangnya pada sang menantu .


Fira yang ada dirumah pun ikutan heboh sendiri . Bertanya ini dan itu ada sang Mommy , dan memaksa ikut ke Rumah Sakit lagi . Pengen lihat reaksi kakaknya katanya .


" Jadi beneran Mom , Kak Alea anak dari keluarga berkuasa itu ?" masih bertanya lagi , padahal sudah didalam mobil


" Aduh Fir , kamu bertanya sudah berapa kali sih " menepuk jidatnya heran dengan anaknya yang satu ini . Kenapa sih anakku ini keponya kebangetan gumam Zee


" Ya kan aku penasaran sih Mom . Masa gak boleh sih "


" Boleh kok , boleh banget malahan . Ingat ya untuk tidak ngomong yang bukan - bukan nanti ok . Biar Kak Davian dulu yang tau , Kakak Iparmu nanti saja biar dia pulih dulu "


" Iya Mommy sayang tenang saja . Lagi pula Mom , gak segampang itu kan langsung memutuskan Kak Alea anak siapa . Masih harus melakukan tes DNA juga supaya beneran yakin "


" Daddy dan Mommy juga sudah tau sayang . Kakakmu juga pasti meminta hal itu , walaupun nanti hasilnya memang cocok . Mereka juga tidak bisa seenaknya membawa Alea begitu saja dong " Daddy hanya manggut - manggut mendengarkan kedua wanita berbeda usia itu berbicara .

__ADS_1


Dasar ya wanita , kalau ada topik yang seru aja gak berhenti ngomongnya , gumam Lelaki paruh baya yang masih tampan itu .


" Mommy mendengar kabar ini dari Tante Ve kan ? Gimana kalau kenalannya Tante Ve sudah menghubungi Keluarga Alexander itu ? Bukankah artinya mereka pasti juga langsung menuju kemari Mom ?" Mendengar pertanyaan anaknya Zee langsung kaget . Iya juga ya , keluarga Alea kan bukan orang biasa . Bisa jadi mereka langsung menuju kesini nanti , gumamnya


" Ahh jadi gimana nih Dad . Kita juga harus memberitahu Alea sekarang kan . Jangan sampai nanti Alea tahu belakangan Dad , aduh kok jadi pusing ini "


" Kita lihat kondisi Alea dulu Mom , jika memang memungkinkan ya tidak masalah untuk memberi kabar baik ini . Alea juga berhak tahu dan mempersiapkan hatinya Mom "


" Bener kata Daddy tuh Mom . Akhirnya sampai juga , ayo cepat kita turun "


Kedua wanita beda usia ini sudah tergopoh -gopoh turun dari mobil . Berbeda dengan sang Daddy yang terlihat masih santai .


Lihat kekiri dan kekanan tidak ada tanda - tanda adanya Keluarga Alexander gumamnya . Hais padahal nggak tau juga kan kalau Keluarga Alexander datang mereka menggunakan kendaraan apa .


Sesampainya dikamar Alea


Tok tok tok tak lupa mereka mengetuk pintu , untuk berjaga - jaga kalau yang didalam sedang bermesraan .


" Masuk " Suara Bass Davian terdengar . Hanya ada Davian dan Alea , Sekertaris Al sedang ada yang diurus


" Hehe halo Kakak halo Kakak Ipar ? " Seperti biasa Fira cengengesan


" Ada hal yang ingin Mommy sampaikan pada kalian berdua "


" Hal apa Mom , kok sampai repot - repot kesini lagi . Kan Mommy bisa menelfon kami ? " balas Alea lembut


" Tidak bisa sayang , ini masalah penting . Jadi harus dibicarakan langsung dengan kalian . Kamu tidak apa - apa kan sayang " ucap Mommy Zee lembut sambil mengelus kepala Alea


" Iya Mom nggak apa - apa kok , Mommy bicara saja " sambil tersenyum Alea berkata pada Ibu Mertuanya . Hangatnya gumam Alea , usapan di kepalanya itu terasa sangat menenangkan


" Ini mengenai gelang mu waktu itu sayang " berhenti sejenak melihat mimik muka anak dan menantunya " Tadi Tante Ve memberi kabar siapa pemilik gelang itu " Terlihat wajah Alea yang penasaran begitu juga dengan Davian


" Jadi ? " Davian ikut penasaran , apa sesuai dugaanku gumamnya

__ADS_1


" Gelang itu milik Keluarga Alexander sayang , mereka kehilangan anaknya yang masih bayi 20 tahun lalu " Sang Mommy berkata dengan hati - hati sambil menelusuri mimik muka sang menantu . Sepertinya Alea baik - baik saja gumamnya


" Apa itu sudah pasti Mom ? "


" Tentu saja belum sayang , kita juga memerlukan tes DNA untuk memastikannya . Apa kamu baik - baik saja nak ? " tanya Zee


" Aku baik - baik saja Mom . Hanya aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa " menggigit bibir bawahnya , Davian langsung mengelus tangan Alea mencoba menenangkannya


" Tidak perlu kamu pendam nak , kamu bisa mencurahkan perasaan kamu saat ini pada kami " lelaki paruh baya yang sedari tadi diam saja , kini ikut berbicara


Mendengar ayah mertuanya berkata seperti itu , tanpa sadar air matanya keluar . Davian memeluknya sambil mengelus kepala Alea . Menangis lah , keluarkan semua beban dihatimu bisiknya pada Alea . Daddy Mommy dan Fira hanya diam dan saling pandang .


Memang bukan hal yang mudah untuk Alea . Bertemu dengan keluarga kandungnya bukanlah hal yang mudah , walaupun dalam mimpinya dia selalu menginginkan pertemuannya dengan keluarga kandungnya . Namun saat mimpi itu menjadi kenyataan , entah perasaan apa yang kini menyelimuti hatinya .


Ada rasa sedih , bahagia , gundah semua campur aduk menjadi satu . Walaupun hasilnya nanti belum pasti , tapi perasaan aneh itu sudah menelusup kedalam hati Alea . Perasaan yang tidak bisa digambarkan dan dijelaskan .


Setelah beberapa saat menangis , hati Alea menjadi sedikit lega . Lihatlah baju Davian pun sudah basah terkena air matanya .


" Maaf sayang , bajumu basah " ucapnya malu


" Hanya baju , tidak masalah . Bagaimana perasaanmu sekarang ? " Tanya Davian sambil menghapus jejak air mata dipipi Alea . Terlihat sangat romantis , ketiga orang yang saat ini sudah duduk di sofa senyum - senyum sendiri


" Sudah lebih baik . Walaupun sebenarnya aku sendiri tidak tahu perasaan apa ini sayang . Perasaan yang sulit sekali aku ungkapkan "


" Aku tahu sayang , memang tidak mudah . Apapun yang terjadi ingat ada aku yang selalu disampingmu " ucapnya lembut membuat yang mendengarkan merasa hangat . Jangan lupakan bibirnya yang sudah menempel di dahi Alea itu . Membuat empunya tersipu malu .


" Istirahatlah dulu , aku akan bicara dengan Mommy dan Daddy disana ya " membenarkan selimut Alea , lalu melangkah menuju sofa


Bersambung


Nantikan Kisah Davian dan Alea selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys , klik like vote dan komen ya 😍

__ADS_1


Apresiasi kalian sangat berharga untuk Author


I Lope You banyak-banyak❤


__ADS_2