Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 43


__ADS_3

...🍁 Happy Reading 🍁...


..." Tidak ada kata terlambat untuk memulai . Terlambat adalah sepatah kata untuk sebuah penyesalan " Davian Zeggar Alkendrick...


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Aiko berjalan dibelakang Zee . Dia tahu sahabatnya itu pasti sangat marah , dan juga kecewa . Bagaimanapun juga Aiko harus memberi penjelasan pada Zee


Ve sudah dihubungi oleh Zee , namun sayang dia tidak bisa datang karena ada sebuah urusan katanya


" Duduklah Aiko "


" Terimakasih Zee " terlihat Aiko meremas ujung gaun yang dia pakai


" Kamu hanya akan diam seperti itu ? " Zee menaikkan sebelah alisnya . Bukan karena marah , tapi karena tidak sabar dengan apa yang akan diucapkan Aiko


" Setelah pergi dari rumah orang tuamu , aku pindah ke Kota Z . Beruntung aku memiliki sedikit tabungan , dan juga kebaikan hati orang tuamu memberiku uang saku tambahan " Zee masih menyimak dan mengingat waktu Aiko berpamitan


" Sebelum pergi ke Kota Z , aku membuang ponsel ku Zee . Aku tahu Ayah ku tidak akan melepaskanku dengan mudah . Aku juga mencatat nomor ponsel mu dan juga Ve "


" Sampai di Kota Z , aku mencari kontrakan rumah dan juga pekerjaan . Saat aku membuka tasku , nomor kalian tidak aku temukan . Aku berpikir nanti saja , aku akan mencoba mengingat "


" Akhirnya aku mendapat pekerjaan di sebuah Restoran cepat saji . Disanapun aku menyembunyikan identitasku , karena aku takut Ayah menemukan keberadaanku "


" Beberapa bulan berlalu aku baru bisa membeli ponsel baru , aku mencoba mengingat nomor ponsel kalian . Namun aku tidak ingat sama sekali , kamu tahu aku kan zee , dulu diantara kita bertiga akulah yang memiliki daya ingat rendah " Zee masih terlihat dia menyimak


" Aku tidak tahu bagaimana awalnya , saat aku mengantar makanan pesanan pelanggan . Aku mendengar pembicaraan orang asing , yang menyebut nama Ayahku dan mencariku . Katanya dia akan menyakiti sahabatku untuk mengancamku agar mau menikah "


" Tak ada yang mengenaliku karena aku selalu memakai masker . Kamu tahu Zee , saat itu aku sangat takut . Bagaimana kalau Ayahku benar-benar mendatangi kalian ? "


" Maka dari itu aku benar-benar menghilangkan jejak dengan tidak menghubungi kalian berdua . Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk tidak menyakiti sahabat yang aku sayangi "


" Hah , apa kamu tidak tahu . Aku dan juga Ve kebingungan mencarimu kemana-mana . Aku tidak menyangka kamu akan pergi sejauh itu " Zee akhirnya angkat bicara


" Maafkan aku Zee , jalan pikiranku benar-benar sudah buntu waktu itu . Seharusnya aku tahu , Ayah tidak akan seberani itu mengancam kalian "

__ADS_1


" Huhh itu kamu tahu , seandainya kamu menghubungi kami . Kami juga tidak akan pernah membiarkan orang tuamu tahu keberadaanmu kan . Kami tidak sebodoh itu Aiko ! tapi yasudah lah semua sudah terjadi " Zee melihat Aiko meneteskan air matanya


" Aku senang akhirnya bisa melihatmu lagi Aiko . Tapi ingat , aku bukan orang yang mudah memaafkan "


" Aku tahu itu Zee , aku juga senang bisa melihatmu kembali . Terimakasih karena sudah menjaga Alea dengan baik " Aiko mencoba mengubah alur pembicaraan


" Belum ada kepastian jika Alea adalah anakmu yang hilangkan . Alea adalah menantuku , jadi sudah kewajibanku menjaganya " Aiko memahami perkataan Zee , Zee bukanlah orang yang mudah lupa kesalahan orang lain


" Iya Zee , aku tahu itu . Kenapa kamu masih sama seperti dulu ? "


" Memangnya apa yang harus berubah dariku ? Aku memang seperti ini dari dulu kan . Minumlah , aku tahu kamu tegang daritadi " Mommy Zee terlalu terus terang ya , nggak bisa apa ya basa-basi sedikit


Aiko meminum coklat hangat yang tadi dia bawa dari gazebo sebelah . Zee melihat Aiko dengan tatapan yang entah , ada rasa iba dan juga senang


" Beberapa hari yang lalu aku bertemu Ibumu Tante Lisa , saat aku dan Alea berbelanja ke Supermarket " Ucapan Zee membuat Aiko mematung sejenak


" Bagaimanan keadaannya Zee ? " Aiko bertanya dengan nada getir


" Sepertinya Tante Lisa sakit , ada perawat disampingnya . Kamu tidak ingin pulang ke rumah ? "


" Kenapa kamu penakut sekali , masalah tidak akan pernah selesai jika kamu selalu menghindar . Apapun itu hadapi saja . Sudah 20 tahun lebih kamu meninggalkan orang tuamu . Kamu tidak memikirkan perasaan mereka ? " Zee menasehati Aiko , karena Aiko masih diam , Zee melanjutkan ucapannya


" Mungkin kamu membenci Om Frans , tapi kamu juga harus ingat , masih ada Tante Lisa . Kamu sendiri tahu kan bagaimana rasanya kehilangan seorang anak , lalu kamu pikir Tante Lisa akan baik-baik saja ? "


Nyut , ucapan Zee memukul tepat dihati Aiko . Benar kalau dirinya saja sampai seperti itu kehilangan anaknya . Lalu bagaimana dengan sang Ibu ? hanya Ibu satu-satunya orang yang tidak menginginkan kepergian Aiko


Menangis lagi , hah kenapa Aiko ini cengeng sekali . Bukan cengeng , wajar ya menangis itu kan luapan emosi yang ada dihati kita . Kalau sudah penuh ya dikeluarkan , jangan malah dipendam


" Jangan menangis lagi , besok setelah dari Rumah Sakit , pulanglah ke rumah orang tuamu . Bagaimanapun juga mereka tetap orang tuamu kan " Aiko menganggukkan kepalanya sambil mengusap pipinya yang basah


Zee menghampiri dan memeluk sahabatnya itu . Walau hatinya masih belum lega , tapi Zee akan mencoba menerima alasan dari Aiko


Mereka berdua kembali berkumpul dengan yang lainnya . Semuanya sudah terlihat lebih akrab , Zee dan Aiko ikut larut dalam asyiknya mengobrol


Terlihat sangat hangat , benar-benar seperti keluarga yang harmonis . Karena waktu sudah mulai larut Fira pamit untuk tidur , disusul Davian dan Alea . Akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing

__ADS_1


Dikamar Zee


" Apa yang kamu bicarakan dengan sahabatmu itu sayang , sampai menangis begitu "


" Aku hanya bertanya dan dia menjawab sayang , aku menyuruhnya untuk pulang ke kediaman Sebastian " Zee menjawab sambil merebahkan diri diranjang dan memeluk suaminya


" Jadi dia anak Keluarga Sebastian ? "


" Apa aku belum memberitahumu ? " malah balik bertanya


" Memangnya kamu pernah bercerita padaku siapa nama keluarganya . Kamu hanya bilangkan kalau punya sahabat yang namanya Aiko "


" Benar juga ya , ya sudah sih sayang ayo tidur saja . Besok kita masih harus kerumah sakit kan "


" Baiklah mari kit tidur " klik , Morgan menyalakan lampu tidurnya


Di Kamar Davian


" Kamu sudah lelah sayang ? " Davian membenarkan anak rambut Alea


" Iya aku sudah lelah sekali , ayo kita tidur . Besok kita masih harus kerumah sakitkan "


" Kamu sudah tidak takut lagi ? "


" Tidak sayang , semoga esok hari berjalan dengan lancar " Alea menjawab sambil tersenyum


" Baiklah kalau begitu mari kita tidur . Selamat malam dan mimpi indah sayang " tak lupa mencium kening Alea lembut


" Selamat malam juga sayang , mimpi indah " ucapnya dengan wajah yang merona , menoleh cepat kesamping untuk mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur


Davian tersenyum kecil melihat Alea yang masih malu - malu . Padahal kan sekarang mereka sudah sering berciuman , kenapa masih malu !


Bersambung


Terimakasih yang sudah mampir ❤

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya❤


__ADS_2