Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 35


__ADS_3

Hari- hari berjalan begitu cepat , sekarang adalah waktunya Alea untuk pulang . Kedua sahabatnya juga ikut datang untuk mengantar Alea pulang . Davian juga meluangkan waktu untuk menjemput sang istri tercinta , dia akan ke kantor saat jam meeting nanti siang saja katanya


Mommy juga sudah ada di Rumah Sakit , Daddy sudah berangkat ke Kantor begitu juga dengan Fira yang sudah berangkat kuliah . Ada jam pagi katanya , kalau tidak pasti ikut menjemput Kakak Ipar tercinta


Terlihat Davian membereskan barang milik Alea , tidak ada istilah canggung dan sebagainya . Malah Alea yang merasa malu , kenapa harus Davian yang membereskan barang-barangku gumamnya


" Pulang ke Mansion Mommy saja nak , setidaknya ada Mommy memantau mu . Kalau kerumahmu sendiri , kamu juga akan ditinggal Davian kerja kan "


" Apa tidak merepotkan Mommy ? "


" Apanya yang merepotkan sih , kamu kan sudah Mommy anggap seperti anak Mommy sendiri sayang " ucap Mommy tulus sambil mengusap kepala Alea


" Aku terserah Davian saja Mom , gimana sayang aku pulang bersama Mommy atau kerumah kita ? "


" Sementara waktu kita menginap di Mansion Mommy dulu saja sayang . Nanti kalaukamu benar - benar sudah pulih 100% kita bisa pulang kerumah " Davian menjawab sambil memasukkan barang Alea ke dalam tas . Tadinya Mommy yang akan membereskan , tapi Davian tidak mengizinkannya . Biar aku saja , ini kan barang istriku


Tok tok tok , ceklek


" Selamat pagi semuanya " Ayana dan Brenda serempak memberi salam


" Pagi sayang , kalian cantik sekali . Kalian ikut menjemput Alea juga ? " Mommy Zee ramah menyapa kedua sahabat menantunya itu


" Iya Tante , hari ini kami menutup Toko Kue hehe . Ingin ikut mengantar Alea pulang . Beberapa hari tidak jumpa kami sudah rindu Tante " seloroh Brenda , Ayana hanya tersenyum simpul . Tak beda dengan Davian yang hanya menggelengkan kepala lalu duduk di sofa


" Baiklah silahkan kalian kangen-kangenan dulu . Tante mau duduk di sofa " melangkahkan kakinya menuju sofa dimana anaknya duduk


" Kamu pulang jam berapa nanti Al , bagaimana apa sudah benar-benar tidak sakit ? " kali ini Ayana yang bertanya


" Aku sudah baik dan sehat banget . Nanti menunggu Dokter datang untuk memeriksaku sebelum pulang . Hahh aku sudah gak betah rasanya disini " memanyunkan bibirnya yang sudah tidak pucat lagi


" Kamu ini Al , semua orang juga nggak betah kali di Rumah Sakit . Kalau gak sakit juga nggak akan nginep disini kan . Eh ngomong-ngomong sekarang suamimu sudah tidak sedingin dulu ya " Brenda mulai kepo dan mendapat jitakan dari Ayana


" Kayak gak ada waktu aja sih tanya yang enggak-enggak . Kalau orangnya denger gimana , tuh yang kamu omongin ada disana " sambil menunjuk menggunakan dagunya , Alea hanya tersenyum . Memang mereka berdua ini tidak berubah gumamnya


" Sebenarnya aku sudah kangen pengen ke Toko , tapi dibolehin nggak ya sama Davian ? " galau dia Si Alea

__ADS_1


" Alah Al yang pasti kamu nggak boleh kemana-mana dulu . Percaya deh sama aku , iya nggak Ay " Brenda menyenggol bahu Ayana , yang dibalas anggukan kepala


Alea menghela nafasnya berat , padahal kan lukanya sudah kering , aku juga sudah baik - baik saja , gumamnya


" Ish kamu ini kenapa sih Al , itu tandanya mereka menyayangimu tau " jadi sewot kan Brenda melihat si Alea manyun


" Iya iya aku tahu kok . Bagaimana kabar Toko ? "


" Toko selalu rame Al , kamu tenang saja . Kami masih mampu mengatasinya " Ayana menjawab dengan lembut


Tok tok tok , ceklek


Dokter dan perawat masuk ke dalam kamar Alea , Dokter berjalan mendekati ranjang Alea bersama perawat . Davian dan Mommy juga ikut mendekat ke ranjang Alea


" Selamat pagi Nona Alea , apa yang anda rasakan sekarang ? " tanya Dokter ramah , sambil mengecek kondisi Alea


" Pagi juga Dok , saya sudah merasa sehat dan baik " menjawab sambil tersenyum ramah


" Dibagian yang dijahit apa masih merasa sakit atau gatal mungkin ? "


" Tidak Dokter "


" Baik Dokter , terimakasih " Alea terssenyum manis


" Jangan lupa juga minum obatnya , kalau begitu saya permisi dulu . Selamat pagi semuanya " Dokter berjalan keluar , semua yang didalam tersenyum menanggapi perkataan Dokter . Hanya tinggal perawat yang sedang mengganti plester khusus yang digunakan setelah menjalani operasi dan jahit luka


Selesai mengganti , perawar langsung pamit undur diri .


" Kamu sudah mengurus administrasinya nak ? "


" Sudah Mom , kita tinggal pulang . Ayo semuanya , Brenda dan Ayana ikut mobil kami saja . Sopir sudah menunggu dibawah "


" Baik , terimakasih " Ucap kedua gadis itu bersamaan


Alea turun dari ranjangnya dengan hati-hati dibantu Davian . Ketiga orang didepannya melihat sambil senyum-senyum sendiri . Brenda membawakan tas barang milik Alea

__ADS_1


" Pakai kursi roda saja ya sayang , sepertinya masih sakit ? "


" Tidak perlu sayang , ayo jalan saja . Aku ingin berlatih berjalan pelan-pelan . Beberapa hari hanya berbaring di ranjang membuat tubuhku sedikit kaku " jawab Alea


" Baiklah , ayo jalan pelan-pelan " sambil merangkul tubuh istrinya , menjadi penopang agar tidak jatuh


Mereka keluar bersama-sama menuju Mansion Alkendrick . Perjalanan mereka ramai oleh candaan Alea dan kedua sahabatnya itu . Jangan lupakan Mommy yang ikut menanggapi mereka . Davian , ah dia hanya geleng-geleng kepala dan sesekali tersenyum


Davian juga sudah memberi titah agar Alea tidak pergi ke Toko Kuenya dulu . Itu didukung penuh oleh sang Mommy dan juga kedua sahabatnya


" Iya sayang kamu dirumah dulu saja sama Mommy , kalau kamu rindu membuat kue ayo kita membuat kue bersama nanti "


" Iya Al , sudah kamu tenang saja . Masalah Toko serahkan sama kami . Kamu baik-baik dirumah , jangan nakal " canda Brenda


Mobil sudah berhenti , sopir turun dan membukakan pintu untuk majikannya . Sudah terlihat Kepala Pelayan menyambut . Jangan lupakan ternyata Kakek sudah ada disana juga


" Bagaimana kabarmu nak ? " tanyanya pada Alea lembut " Hei cucu kurang ajar , kamu bahkan membiarkan Alea berjalan sendiri ! kenapa tidak pakai kursi roda dulu " intonasinya berubah pada Davian


Davian hanya mendengus sebal , sebenarnya cucunya ini aku apa Alea sih . Davian menggerutu juga . Mommy hanya tertawa , sedangkan Brenda dan Ayana hanya diam kikuk


" Kakek , aku sudah membaik . Aku juga yang meminta berjalan sendiri , untuk melatih tubuhku yang agak kaku karena terlalu lama berbaring Kek . Terimakasih atas waktunya , Kakek menyempatkan diri kesini untuk Alea " Alea berkata lembut sambil memegang tangan sang Kakek


" Baiklah aku percaya padamu nak , ayo masuk . Mereka berdua sahabatmu ? "


" Benar Kakek , perkenalkan Brenda dan Ayana " kedua gadis itu maju dan memberi salam pada Kakek


" Kalian manis sekali , ayo kita masuk "


Mereka semua masuk dan duduk diruang santai , Alea masih ingin mengobrol jadi dia tidak masuk kekamar . Mereka mengobrol bersama dengan hangat sambil bersendau gurau


Bersambung


jangan lupa nantikan kelanjuta kisah Davian dan Alea ya ❤


Tinggalkan jejak kalian disini . Like Vote dan hadiah ya , dukungan kalian sangat berharga untuk Author ❤

__ADS_1


Tinggalkan komen berharga kalian juga ya , semoga bisa menjadi koreksi dan semangat untuk author ❤


I Lope You super banyak ❤


__ADS_2