Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Ke Perusahaan


__ADS_3

Alea terlihat membawa nampan untuk suami dan Sekertarisnya


" Silahkan dinikmati sayang , Sekertaris Al " tersenyum manis sekali


" Ehm , setelah ini ikut aku ke perusahaan ya . Nanti sekalian langsung ke mansion Mommy " pinta Davian


" Baiklah aku izin sama Brenda dan Ayan dulu , aku tinggal ke belakang ya "


Ketiga orang di meja sebelah hanya melihat saja , sambil memasukkan kue kedalam mulutnya . Enak begitu pikir mereka


" Ada apa anda memata - matai istri saya Tuan Darren ?" tanya Davian dingin


" Ternyata anda cukup cekatan ya Tuan Davian , saya hanya ingin memastikan sesuatu " Dareen menjawab dengan wajah yang dibuat biasa saja


" Apa itu , ingat Alea adalah istri saya jadi anda jangan macam macam " Davian menekankan jika Alea miliknya


" Tenang saja Tuan Davian , saya tidak akan mengganggu istri anda " tersenyum tipis sambil melihat Davian . Tapi nanti jika Alea memang adikku bukankah kamu harus bersikap baik padaku gumam Dareen


Dibelakang


" Ay Bre , aku mau izin ikut ke perusahaan suamiku bolehkan . Sekalian nanti langsung ke mansion Mommy " pinta Alea to the point


" Boleh dong , tumben kamu kesana Al . Gak terjadi sesuatu kan Al ?" Brenda sudah kepo aja


" Tidak kok , maaf ya malah merepotkan kalian . Harus aku tinggal duluan hehe "


" Husst kesini deh kalian , lihat sepertinya suamimu dan pria di meja sebelah saling kenal " bisik Ayana lalu menarik kedua sahabatnya itu mengintip para lelaki di depan sana


" Sepertinya begitu Ay , tapi kok tadi pas aku disana mereka seperti tidak saling kenal ya ?"


" Ya mana aku tahu Al , jangan jangan mereka itu musuh seperti pesaing bisnis mungkin " tebak Brenda


" Entahlah " mengendikkan kedua bahunya " ya udah deh aku kesana ya , ayuk sekalian ikut . Kamu gak pengen lihat sekertaris Al dari dekat Ay ?" menyenggol tangan Ayana , Ayana hanya memanyunkan bibirnya sedangkan Brenda sudah cekikikan . Mereka bertiga berjalan menuju meja tempat Davian dan Sekertarisnya duduk . Ayana sudah salah tingkah sendiri , padahal Sekertaris Al biasa aja bahkan tidak melihat ke arahnya .


" Kita bisa pergi sekarang sayang " Alea berbicara tepat disamping suaminya

__ADS_1


" Baiklah ayo , maaf ya Brenda dan Ayana aku membawa istriku sebelum jam pulang " Davian berdiri dan berkata manis sambil mengacak rambu Alea , membuat sang empunya nerveous


" Tidak apa apa kok , di bawa saja hehe . Hati hati dijalan ya " Brenda tersenyum manis begitupun Ayana . Lalu terlihat mereka bertiga melangkah pergi meninggalkan Toko Kue nya


Saat akan kembali ke pantry , tiba -tiba lelaki tampan di meja sebelah bertanya . Membuat kedua gadis cantik itu menghentikan langkahnya


" Permisi Nona , apa kalian teman Nona Alea ?" Kevin lelaki tampan itu yang bertanya


" Eh iya , ada perlu apa ya ?" Buset kenapa hari ini banyak cowok keren , dilihat dari dekat sangat keren hihihi gumam Brenda , Ayana hanya diam saja


" Tidak ada Nona hanya bertanya saja , kalian terlihat sangat akrab "


" Oh iya , mari kami ke belakang dulu . Silahkan dinikmati " Segera menarik tangan Ayana lalu berbisik-bisik ,membuat keduanya tertawa


" Sepertinya kedua teman Nona Alea sedikit curiga Tuan " Kevin menatap wajah Tuannya


" Sepertinya begitu , bagaimana kalau kita menuju ke Panti Asuhan tempat Alea dulu dirawat " Dareen memberi ide sekaligus perintah


" Baik Tuan " Kevin dan Bimo serempak menjawab . Mereka bertiga lalu berdiri dan berjalan keluar , Kevin berjalan menuju kasir untuk membayar tagihannya


Beberapa saat kemudian


" Ya mana aku tau sih Bre , kan kita sama sama baru ketemu hari ini "


" Iya juga ya , ah siap siap aja gak bisa tidur karena penasaran " menelungkupkan kepalanya diatas meja sambil geleng - geleng . Jangan lupakan kakinya di bawah meja yang menendang - nendang seperti anak kecil minta permen tapi gak dibolehin emaknya


" Ish kamu ini Bre , buang kebiasaan burukmu itu . Semoga aja bukan hal buruk Bre " Ayana menimpali sambil mainkan ponselnya


Di Mobil Davian


" Sepertinya kamu mengenal tiga orang lelaki tadi sayang " pancing Alea yang juga penasaran


" Tidak juga sayang , apa kamu tau jika mereka mengintaimu ?" Davian bertanya lembut , tumben pikir Alea


" Aku tau kok , Brenda dan Ayan juga tau . Apa mereka pesaing bisnismu sayang ?"

__ADS_1


" Tidak , kami belum pernah menjalin kerja sama . Entahlah apa yang membuat mereka mengintaimu . Jika suatu saat kamu merasa ada yang tidak beres , jangan lupa untuk menghubungiku ya . Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu " pinta Davian pada Alea tulus dari dalam hati


" Tentu saja sayang " Keduanya saling menautkan tangan , sekertaris Al hanya diam didepan . Kapan aku begitu gumamnya . Cinta memang manis ya , apalagi jika keduanya sama - sama memiliki rasa yang sama .


Haah ngomongin tentang cinta , memang tidak semua beruntung . Ada yang diberikan jodoh kaya luar biasa tapi cintanya cuma sebuah kebohongan . Ada juga yang diberikan kehidupan yang pas pasan tapi keduanya memiliki cinta yang besar dan saling menguatkan . Ya mungkin memang setiap hubungan ditakdirkan memiliki masalah nya masing - masing . Terkadang ada yang iri dengan kehidupan si A pun sebaliknya dengan si A yang iri dengan si B . Manuasiawi sih , kalau kata orang jawa hidup itu " Sawang Sinawang " . Udah ah lanjut lagi ke cerita hehe


Beberapa saat kemudian , mobil yang ditumpangi oleh Davian dan Alea sudah sampai di depan gedung yang menjulang tinggi . Perusahaan milik Davian pastinya . Terlihat satpam langsung menyambut sang Tuan , begitu pun dengan para Resepsionist . Mereka sedikit terkejut dengan kedatangan Nyonya Davian , ya bagaimanapun ini adalah kali pertama Alea menginjakkan kaki di Perusahaan Davian . Wah tinggi sekali gedungnya , mewah sih bangunannya juga modern . Alea masih terkagum kagum , Dav kemudian menggandeng tangan Alea menuju ruangannya


" Apa kamu terkesan ?"


" Tentu saja sayang "


" Maaf ya aku baru sempat membawa mu kesini "


" Tak masalah sayang " menepuk nepuk tangan Davian


" Duduklah di sofa , lakukan apaun yang kamu mau . Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu " Titah Davian pada Alea


" Oke sayang " Alea duduk kemudian bermain ponselnya


Sekertaris Al masuk beserta staffnya membawakan minuman dan juga beberapa camilan untuk Alea


"Silahkan dinikmati Nona " ucap wanita cantik yang merupakan staff Sekertaris


" Trimakasih ya " tersenyum ramah


Waktu berlalu begitu cepat , sudah tiba waktunya pulang . Davian bersiap - siap begitu juga dengan Alea . Rencananya mereka akan langsung menuju Mansion sang Mommy .


Di mobil


" Kamu tidak lupa membawa gelang mu kan sayang ?" Tanya Davian pada istrinya


" Tidak , aku selalu membawanya kok . Selalu aku simpan di dalam dompet sayang . Semoga akan ada kabar baik nantinya ya sayang "


" Tentu saja , apapun hasilnya nanti kamu tidak boleh bersedih " Mengelus kepala Alea lembut

__ADS_1


" Iya sayang aku tahu " tersenyum manis pada sang suami . Jangan tanyakan lelaki jomblo di depannya , nasib jomblo batinnya


Bersambung


__ADS_2