Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 41


__ADS_3

...๐Ÿ Happy Reading ๐Ÿ...


Saat ini tiba waktunya Keluarga Alexander berkunjung ke Kediaman Alkendrick . Waktu yang sudah sangat dinantikan oleh keluarga Alexander itu


Aiko beserta suami , anak dan sekertarisnya sedang mempersiapkan dirinya . Bukan hanya mempersiapkan penampilan saja , tetapi juga hati mereka tentunya


" Apa kamu gugup sayang " Yoga bertanya pada Aiko


" Benar , aku sangat gugup sekali "


" Tenanglah , pikirkan hal-hal yang baik saja ya " lalu memeluk tubuh ramping istrinya . Padahal dirinya sendiri juga gugup


" Sayang , apa kita harus berkunjung ke rumahku juga ? "


" Kalau kamu sudah siap bertemu dengan kedua orang tuamu , tidak masalah sayang . Bukankah sudah waktunya juga kita kesana . Banyak hal yang harus diluruskan " Yoga menjawab , banyak sekali hal yang harus ia selesaikan . Berhubung kesehatan Aiko selama ini memburuk , dia tidak bisa memaksa


" Baiklah ayo kita turun , semua sudah menunggu kita " Berjalan bergandengan , terlihat begitu serasi


Dibawah sudah terlihat Dareen dan Sekertarisnya , Santi dan juga Sekertaris Yoga . Mereka sudah bersiap untuk melakukan perjalanan


Setelah berbasa-basi sedikit dengan kepala pelayan , mereka langsung berangkat menuju Kota B


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


Tak berbeda jauh dengan Keluarga Alexander , di Mansion Alkendrick pun ada yang merasa gelisah . Siapa lagi kalau bukan Alea


Selesai sarapan mereka semua berbincang di ruang santai , berhubung hari ini weekend semua ada dirumah termasuk Alea . Seharusnya hari ini Toko Kue buka , namun dia tidak pergi ke Toko . Kedua sahabatnya juga memakluminya


" Bagaimana kabarmu hari ini sayang ? " tanya Mommy Zee pada Alea , dia melihat wajah menantunya sedikit tidak nyaman sedari tadi


" Ehm , aku baik kok Mom " tersenyum manis


" Kalian jadi berangkat bulan madu lusa ? " Giliran Daddy Morgan yang bertanya


" Iya Dad , lusa kami berangkat " Davian menjawab sambil melihat ke arah Alea , membuat sang empunya merona


" Cie cie , yang mau happy-happy . Jangan lupa pulang bawakan aku keponakan yang lucu " Fira selalu aja kan cekikikan sendiri

__ADS_1


" Yaelah Fir , emang bisa bulan madu seminggu pulang-pulang sudah bawa bayi . Kamu ini ada-ada aja " Mommy memukul pelan tangan Fira , yang malah dibalas cengiran


Lihatlah Alea , dia daritadi malah malu sendiri . Membayangkan bulan madu mereka nanti . Apakah benar semanis madu ? yang pasti lebih manis dari madu . Hei tapi madu itu kan rada asam !


Waktu berjalan begitu cepat , matahari sudah mulai terbenam , tanda hari sudah sore . Mommy Zee memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan hidangan ini dan itu . Juga membersihkan kamar tamu , untuk Keluarga Alexander menginap


Sebenarnya Yoga menolak untuk menginap , takut jika malah merepotkan , tapi Zee memaksa untuk menginap saja . Daripada tidur di hotel katanya . Akhirnya Yoga menyetujuinya


Bik Tami memberi kabar jika Keluarga Alexander sudah tiba . Mommy Zee memerintahkan untuk membawa mereka keruang tamu


" Ayo semuanya tamu kita sudah sampai "


Lalu mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu , tiba-tiba Zee menghentikan langkah kakinya melihat sahabatnya Aiko


" Ada apa sayang ? " Morgan bertanya pada istrinya itu


" I itu Aiko sahabatku sayang " ucapan Zee terdengar oleh semuanya


Mereka langsung menoleh pada seorang wanita paruh baya yang masih cantik . Seumuran dengan Mommy Zee , terlihat wanita itu duduk dengan gelisah


" Dia benar Aiko sahabatmu ? " dijawab anggukan oleh Zee


Davian , Alea dan Fira hanya diam saja . Karena mereka memang tidak mengetahui jika Mommynya bersahabat dengan Nyonya Alexander


" Apakah yang Mommy maksud Aiko anak Nenek yang kemaren ? " batin Alea dalam hati


Mereka sampai diruang tamu , Aiko juga terlihat sedikit syok . Dia mencoba mengatur nafasnya dan mencoba tersenyum


" Selamat sore semuanya ? " Zee menyapa tamunya ramah lalu tersenyum tipis melihat wajah Aiko


" Selamat sore , terimakasih sudah menerima kedatangan kami disini Nyonya Alkendrick " Yoga menjawab salam dari Zee


" Bagaimana perjalanan kalian kemari . Tidak perlu memperkenalkan diri lagi kan , kita semua sudah saling mengenal " Morgan berbasa-basi


Semuanya saling pandang dan tersenyum , menandakan kalau memang sudah saling kenal , walau hanya sebatas tahu namanya . Kecuali Davian dan Dareen yang sudah menjalin kerjasama , artinya sudah lebih kenal


" Bagaimana kabarmu Zee ? " Aiko mencoba mencairkan suasana

__ADS_1


" Kamu masih mengingatku Aiko ? " menatap Aiko seperti meminta penjelasan lebih


" Bagaimana mungkin aku melupakanmu " Aiko menjawab dengan wajah yang mulai memucat , Zee menyadari itu . Yoga yang disebelahnya langsung mengelus tangan istrinya menenangkan


" Kita bisa membahas itu nanti Aiko , aku ingin kita membicarakan masalah kita nanti . Hanya berdua saja . Sekarang anda semua bisa istirahat dulu . Nanti selesai makan malam , kita bisa membahas tujuan anda semua kemari " berkata sambil tersenyum


" Benar , kalian semua pasti sangat lelah . Silahkan istirahat dikamar tamu dahulu . Saya dan Fira akan mengantar ke kamar tamu " Alea berbicara dengan ramah , lalu berdiri disusul oleh Fira


Rombongan Keluarga Alexander berdiri lalu berjalan mengikuti Alea dan Fira setelah berpamitan Davian, Morgan dan Zee


Aiko melihat Alea dengan tatapan kerinduan , tak jauh berbeda dengan Dareen dan juga Yoga . Mereka ingin langsung memeluk Alea , tapi mereka harus menjaga sikapnya saat ini


Aiko sangat yakin , dengan melihat wajah Alea saja dia tahu jika Alea adalah Gabynya . Sabar Aiko , sabar sebentar . Walau sekarang hanya bisa melihat saja , tapi setidaknya bisa mengobati rasa rindu dihatimu


Sebenarnya Alea sendiri merasa berdebar-debar sedari tadi . Ada gejolak dihatinya yang tidak tahu itu apa . Mungkinkah ikatan batin , melihat keluarganya berkumpul membuat emosi dihatinya ingin keluar ?


Tapi Alea bisa meredakan emosi nya . Bukan emosi marah ya , tapi gelombang antara kesedihan , kebahagiaan dan juga kegelisahan bercampur menjadi satu


Mereka semua sudah tiba dilantai dua sisi utara . Terdapat beberapa kamar tamu yang sudah dibersihkan oleh para pelayan


" Silahkan Tuan dan Nyonya , sudah sampai dikamar Tamu . Ada 5 kamar tamu disini , anda bisa membaginya sendiri ya ? Silahkan beristirahat . Nanti saat jam makan malam Bik Tami akan datang untuk memberi tahu " Tak lupa senyum manis selalu Alea tampilkan


" Terimakasih Alea , jangan panggil kami Tuan dan Nyonya . Panggil Om dan Tante saja , kamu bisa memanggil Dareen dan Kevin Kakak " Aiko berkata pada Alea . Walau hatinya ingin dipanggil Mama . Tapi dia harus mengikuti aturan yang sudah disetujui oleh suaminya . Harus ada bukti konkrit dulu


" Baiklah Om Tante dan juga Kakak Kakak . Saya dan Fira permisi dulu . Selamat beristirahat " Lalu Alea dan Fira membungkukkan sedikit badannya dan berjalan meninggalkan keluarga Alexander . Yang diperkirakan merupakan keluarga kandungnya


" Kamu baik-baik saja Kakak Ipar ? " tanya Fira sambil menggandeng tangan Alea


" Santai saja Fir , Kakak baik-baik saja kok . Kamu nggak usah khawatir " mengelus tangan Fira


" Aku tahu itu . Kakak Ipar kan perempuan yang kuat dan tidak cengeng . Makanya aku sangat ngefans sama Kakak Ipar dari dulu "


Kedua gadia itu berjalan sambil tersenyum , entah apa yang ada dipikiran mereka


Bersambung


Ikuti terus kelanjutan kisah Davian dan Alea ya โค

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya untuk Authorโค


Maaf juga jika masih ada typo dalam penulisannya๐Ÿ˜˜


__ADS_2