
Cellina Aurora Smith adalah anak dari Miranda dan juga Bryan , hidup tanpa kasih sayang dari seorang Ibu membuatnya sangat kesepian . Dimansion dia hanya bisa bermain dengan para maid dan pengasuhnya , sedangkan sang Daddy harus sibuk bekerja . Bryan Smith sang Daddy merupakan seorang pengusaha sukses , bisa dikatakan setara dengan Davian . Tapi karena obsesi Miranda terhadap Davian membuatnya tak mau menolehkan mukanya pada sang buah hati .
" Daddy hari ini bisakah kita pergi jalan jalan ?" tanya Cellina dengan wajah penuh harap
" Tentu saja sayang , kamu mau kita pergi kemana hemm ?" Bryan mengusap pipi anak semata wayangnya itu
" Emmmm bagaimana kalau kita ke toko kue yang waktu itu Dad , kuenya enak sekali "
" Baiklah princess , sekarang ganti bajumu dan ayo kita pergi " Bryan menggendong anaknya menuju kamar sambil bersendau gurau
Di Perjalanan
" Daddy , apa Cellina anak nakal ?"
" Tentu saja tidak , Cellina adalah anak yang sangat baik imut dan cantik . Memangnya kenapa sayang ?"
" Kenapa Mommy tidak pernah mau menemuiku Dad , apa aku bisa bertemu dengannya , apa Mommy cantik ?"
" Tentu saja bisa sayang , Mommy sangat cantik . Baiklah sudah sampai mari kita turun " ucap Bryan sambil tersenyum
Kling Kling Kling
" Selamat datang di Toko Kue Kami , mau pesan apa Tuan ?" sapa Brenda ramah
" Baiklah princess kamu mau pesan kue apa ?" Brenda ikut mengintip kebawah , ternyata ada gadis kecil imut . Ahh sayang sekali ternyata cowok tampan ini sudah punya anak , kalau belum bisa lah dijadikan idola begitu pikir Brenda
" Aku mau Croisant dan Waffle Dad , sama coklat dingin " dengan wajah berbinar dan tidak sabar Cellina menjawab
" Seperti yang dikatakan anak saya ya Nona , ditambah teh hijau satu "
" Baik silahkan ditunggu "
" Ay ada cowok keren didepan sayangnya sudah punya anak hihihi "
__ADS_1
" Memangnya kenapa kalau keren , ish kamu ini Bre gak bisa lihat cowok bening " seloroh Ayana sambil geleng kepala
" Udah sana cepetan dianterin pesenannya cowok keren " sindir Ayana
" Siap bos " melangkahkan kakinya menuju meja dimana Bryan dan anaknya duduk
" Silahkan Tuan dan Nona Manis , semoga suka " meletakkan beberapa pesannya dan iseng bertanya pada sang anak
" Siapa namamu cantik , kamu sangat imut hehe "
" Cellina tante , tante juga cantik . Dad apa Mommy ku secantik tante ini ?" Brenda terkejut dengan pertanyaan anak kecil didepannya
" Iya sayang , cantik seperti tante ini . Ayo dimakan dulu kuenya sayang "
" Permisi Tuan dan Nona " segera masuk ke dalam menemui Ayana , sambil merasa tidak enak . Eh apa itu artinya dia seorang duda . Apa istrinya meninggal saat melahirkan anaknya . Entah pikiran Brenda jadi kemana mana
Setelah kuenya habis Bryan mengajak anaknya pulang , sebelum pulang mereka mampir ke Mall untuk jalan jalan . Secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Miranda
" Apa kamu ingin melihat wajah Mommy mu sayang ?" tanya Bryan sambil jongkok menyamakan tinggi anaknya
" Miranda Oliver , itu nama Mommy mu sayang "
" Mommy " teriak Cellina sambil berlari dan memeluk kaki Miranda . Sontak Davian dan Sekertaris Al menoleh ke arah Miranda . Berbeda dengan Sekertaris Al , Davian terlihat sedikit syok
" Hei bocah siapa kamu , aku bukan Mommy mu , Jangan sembarangan dimana orang tuamu " Miranda menepis tangan anaknya
" Jangan keterlaluan kamu Miranda ! Dia adalah anakmu , anak kandungmu . Ibu macam apa kamu sampai tega berbuat kasar pada anaknya sendiri !" geram Bryan
" Kau , apa maksudmu mengajak anak ini menemuiku . Sudah aku katakan berkali kali , aku tidak menginginkan anak ini Bryan !" Miranda emosi membuat Cellina bersembunyi dibalik kaki Daddynya
" Keterlaluan juga ada batasannya Miranda ! Berhentilah mengejar Davian , lihatlah dia sangat merindukan Mommy nya . Tidak bisakah kamu memeluknya sebentar , tunjukan sisi keibuanmu "
" Tidak akan , aku tidak akan berhenti dan tidak akan pernah mau memeluknya . Bawa dia pergi dari sini !"
__ADS_1
" Miranda apa kau pikir jika Davian tau dia masih mau mempertahankanmu hah , bodoh sekali dia jika seperti itu . Aku sudah selalu memberimu kesempatan berkali kali untuk kembali pada kami . Tapi melihat bagaimana kamu memperlakukan anakmu di depan mataku aku jadi sadar , ternyata kamu bukan wanita yang baik . Ini terakhir kali kita bertemu . Jika suatu saat Davian membuangmu jangan pernah mencari kami " berlalu pergi setelah berkata seperti itu , sambil menenangkan anaknya yang menangis
Prok Prok Prok
" Luar biasa sekali Miranda Oliver !" sentak Davian
Menoleh kebelakang , Miranda langsung syok . Badannya sampai gemetaran .
" Da Dav , ini tidak seperti yang kamu pikirkan " air mata jatuh dengan sendirinya
" Tidak seperti yang aku pikirkan , tapi aku mendengar semuanya . Kau sudah menipuku , hah lebih tepatnya membodohi ku "
" Tidak Dav , aku sungguh benar benar mencintaimu saja Dav . Aku bisa menjelaskan semuanya padamu "
" Aku tidak butuh penjelasanmu . Mulai sekarang jangan menghubungiku lagi . Masih baik aku tidak membunuhmu kan ?" ucap Dav dingin kemudian berlalu begitu saja
" Nona Miranda , selamat atas terbongkarnya rahasia besar anda . Dan ya ada kejutan kecil untuk anda ,semoga anda suka " Sekertaris Al menyeringai dan pergi mengejar Tuannya
Ahhrrrgggg sial bagaimana bisa aku tidak sadar jika ada Davian . Apa yang harus aku lakukan sekarang . Davian kamu harus tetap jadi milikku .
" Kau sudah tau semuanya Al " sambil memejamkan matanya bersandar dimobil
" Iya Tuan "
" Dan kamu tidak memberi tahuku !"
" Maaf Tuan , apa saat itu Tuan akan percaya . Sedangkan dimata Tuan hanya ada Miranda seorang . Saya hanya membiarkan anda mengetahuinya sendiri , apa anda sangat terluka Tuan "
" Kamu masih bertanya seperti itu huh "
Keheningan langsung melanda di dalam mobil Davian
*Anda boleh sakit hati Tuan , tapi jangan terlalu lama . Masih ada Nona Alea , walaupun Nona susah ditebak setidaknya Nona tipe wanita yang baik
__ADS_1
Jadi selama ini aku dipermainkan oleh wanita yang aku cintai . Sesakit ini rasanya , cinta hah aku sudah tidak percaya cinta lagi*