
Di Kediaman Alexander
Pagi hari semua sudah bangun seperti biasa , melakukan kegiatan masing masing . Aiko menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya , setelah selesai menyiapkan pakaian untuk suaminya
Hari ini dia terlihat lebih sehat dan segar dari kemaren . Para pelayan melarang Nyonya nya agar tidak terlalu lelah di dapur , biar kami saja , tapi Aiko tidak mau . Dia ingin seperti biasanya , menyiapkan sarapan untuk orang yang dia sayangi
Santi sebagai Asisten Pribadinya selalu menemani kegiatan Aiko , termasuk pagi ini dia ikut membantu menyiangi sayuran untuk dimasak
" Istirahat saja Nyonya , biar saya yang melanjutkan masaknya "
" Aku tidak capek kok Santi , tenang saja . Aku harus belajar membiasakan diri untuk tidak bermalas-malasan lagi . Kamu tahu kan kalau Gaby ku sudah ketemu "
" Iya Nyonya saya sudah dengar , dan saya ikut bahagia akan hal itu . Tapi kesehatan anda juga penting "
" Kamu tenang saja , aku pasti istirahat kalau sudah lelah . Bukankah aku yang lebih tahu keadaan tubuhku ? " ucapnya lembut namun ada penegasan di dalamnya
" Baik Nyonya " sudah mengalah saja , Nyonya mu memang suka begitu hihihi
Kevin terlihat sudah tampan dan wangi . Dia tidur di Mansion hari ini , biasanya dia tidur di Mansion Alexander 2 kali seminggu . Setelah mendapat kabar dari Sekrertaris Al dia menemui Dareen di kamarnya
Tok tok tok
" Siapa ? " terdengar suara berat khas Dareen
" Saya Kevin Tuan "
" Masuk Vin " membuka pintu dan melangkah masuk ke kamar Tuan Mudanya
Mengambilkan jas yang cocok untuk Tuannya , membantu mengambilkan jam tangan juga sepatu
" Ada apa pagi-pagi sudah mencariku Vin " ucapnya sambil membenarkan letak jam tangannya
" Saya baru saja mendapat kabar dari Sekertaris Al , kalau Nona Alea sudah bisa pulang hari ini Tuan . Keluarga Alkendrick mempersilahkan jika kita ingin berkunjung ke Mansionnya "
" Syukurlah kalau Alea sudah pulih . Bagaimana dengan jadwalku ? "
" Untuk minggu ini anda memiliki banyak pertemuan yang tidak bisa dicancel Tuan Muda "
" Haaah , baiklah ayo kita beritahu kabar ini pada Papa "
" Baik "
Berjalan bersama menuju kamar sang Papa , sepertinya belum turun kebawah . Dan benar mereka berpapasan di depan tangga
" Selamat pagi Pa "
__ADS_1
" Selamat pagi Tuan Besar " Dareen dan Kevin serempak menyapa
" Selamat pagi , ayo kita sarapan " berjalan menuruni tangga
" Pa , ada yang ingin Dareen sampaikan "
" Iya , ada apa nak . Ayo kita bicarakan saja di meja makan "
" Apa tidak apa-apa Pa , ini mengenai Alea "
" Tidak apa-apa nak , biarkan Mamamu ikut mendengarkan " sampai di meja makan lalu duduk di kursinya
Aiko dan Asisten Pribadi beserta pelayan menyiapkan makanan dimeja . Aiko ikut bergabung dengan ketiga lelaki didepannya
" Kalian sudah siap semua " yang dibalas senyuman dan anggukan
" Apa yang ingin kamu katakan nak ? " Yoga bertanya pada anaknya
" Ehm , hari ini Alea sudah boleh pulang Pa . Kondisinya juga sudah membaik . Keluarga Alkendrick mempersilahkan kita untuk berkunjung kesana . Tapi sayangnya minggu ini jadwal Dareen padat Pa , tidak bisa digeser lagi "
klontang sendok nasi yang dipegang Aiko terjatuh
" Mama tidak apa-apa ? " semua orang dimeja makan panik
" Alea masuk Rumah Sakit , kenapa kalian tidak bilang " terlihat wajah khawatir dari Aiko
" Apakah Nyonya keluarga Alkendrick itu bernama Zeenanta Prameswari ? "
" Bagaimana Mama tahu itu ? " Dareen kaget menanggapi itu
" Karena Zee adalah salah satu sahabat Mama nak " menangis begitu saja mengingat sahabatnya
" Bukankah itu bagus Ma , kenapa Mama malah menangis " Yoga masih mengelus tangan Aiko , sementara Dareen terus penasaran
" Mama tidak menepati janji Mama pada mereka dulu . Ada sesuatu hal yang membuat Mama tidak bisa menepati janji Mama . Apa Zee masih mau menerima Mama sebagai sahabatnya ? Mama takut Zee akan marah dan menghalangi Mama menemui Alea "
" Terlepas dari janji itu , mereka pasti mengizinkan Ma . Nanti Mama bisa menjelaskan alasan Mama tidak menepati janji . Jangan takut Ma , ada kami "
" Benar kata Dareen sayang , sahabatmu pasti bisa memahaminya . Kamu bisa menjelaskan nanti " ucapan anak dan suami Aiko membuatnya lebih tenang
" Baiklah mari kita sarapan dulu , nanti keburu dingin" berhenti menangis dan tersenyum dengan mata sembabnya
Semua makan dalam keheningan , yang larut dalam pikirannya masing-masing . Hanya suara dentingan sendok dan suara detak jam yang terdengar . Sesekali Yoga , Dareen dan Kevin melirik ke arah Aiko
Selesai makan , Dareen dan Kevin segera beranjak dari duduknya dan akan menuju ke Perusahaan . Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya mereka pergi bersama
__ADS_1
" Kamu tidak berangkat juga sayang ? "
" Sebentar Bram belum datang sayang , apa kamu tidak apa-apa ? "
" Aku baik-baik saja , jangan khawatir . Jadi kapan kita bisa kesana sayang ? "
" Nanti kita rundingkan lagi ya , Dareen tidak bisa minggu ini . Aku mungkin bisa mengosongkan jadwal , tapi tidak dengan anak kita sayang . Dia sudah terlalu sering memundurkan jadwalnya "
" Iya sayang , aku mengerti . Aku akan sabar menunggu "
Terlihat seorang lelaki paruh baya datang mendekati Yoga dan Aiko , ternyata itu Bram
" Selamat pagi Tuan Nyonya "
" Pagi Bram , kamu tidak sarapan dulu " Yoga hanya tersenyum menanggapi salam dari Bram
" Terimakasih Nyonya , saya sudah sarapan dirumah " Dijawab dengan anggukan dan senyuman
" Baiklah aku berangkat dulu ya , hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu " lembut mengusap pucuk kepala Aiko
" Baiklah hati-hati dijalan ya " melambaikna tangannya lalu melangkah masuk kedalam kamar
Santi segera membuntuti Nyonya nya , mau kemana ini kok lewat sini . Kamar Nyonya kan sebelah sana . Ah mungkin ke kamar Nona Muda
Dan benar tebakan Santi , Aiko menuju kamar yang tidak pernah ditempati namun masih tetap terawat . Kamar yang masih sama seperti 20 tahun lalu , kamar yang dulunya penuh dengan tawa dan tangisan bayi
Aiko membuka pintunya perlahan lalu menyalakan lampu kamarnya . Blar terlihat pemandangan yang masih sama , kamar dengan warna soft pink itu benar-benar membuatnya meneteskan air mata
Kamar yang dulunya masih dipenuhi perlengkapan bayi , sekarang sudah berubah menjadi kamar nuansa dewasa . Setiap tahun Aiko selalu merombak kamar Gaby sesuai dengan usianya
Bahkan di dalam almari ada berpuluh-puluh kotak hadiah ulang tahun dari Aiko , Yoga dan juga Dareen . Disetiap tanggal ulang tahun Gaby/Alea mereka selalu menaruh satu kotak hadiah di dalam almari itu
Aiko menyentuh foto Alea saat masih bayi , betapa lucunya dia . Lihatlah pipinya yang chuby dan juga tubuhnya yang berisi . Sangat lucu dan menggemaskan
Aiko melangkah di ranjang tidurnya , sambil memeluk baju bayi yang dibawakan Yoga kemaren . Menangis lagi , ya saat ini dia hanya bisa menangis . Dia sangat merindukan anaknya itu , dia sangat yakin tanpa harus tes DNA dulu Alae adalah Gaby kecilnya
Santi hanya bisa melihat dan memaklumi apa yang Aiko lakukan . Rindu yang mendalam tapi belum bisa terobati , sakit itu pasti . Bersabarlah Aiko , kamu pasti bisa bertemu lagi
Bersambung
Jangan lupa vote , like dan komen ya , juga jangan lupa berikan hadiahnya ❤
Apresiasi dari kalian sangat berharga untuk author ❤
Tunggu kisah Davian dan Alea selanjutnya ya ❤
__ADS_1
I Lope U banyak banyak❤