
Setelah Ayana dan Brenda meninggalkan Alea sendirian , Alea larut dalam pikirannya .
Apa benar aku cemburu , ah mungkin itu hanya naluriku sebagai seorang istri saja kan . Mungkin kah aku sudah jatuh hati padamu Dav , lalu bagaimana denganmu ? apa kamu sudah berhasil lepas dari masa lalumu itu ? alangkah senangnya aku jika kamu memang sudah ada rasa padaku . Haruskah aku menanyakannya ? Huh jangan terburu buru Alea , santai saja pelan - pelan . Aku akan membicarakan tentang pertemuanku dengan Diana tadi pada Dav . Ya benar aku sudah berjanji untuk saling terbuka padanya . Tuhan jika memang hatiku sudah ada nama Dav , tolong ingatkan aku untuk tidak terburu-buru menunjukkannya . Aku ingin Dav dulu yang menyatakan cintanya padaku . Haahh semangat Alea semangat kamu pasti bisa !
Terbuai dalam pikirannya sambil menelungkupkan kepalanya diatas meja , Ayana dan Brenda yang mengintip dari pintu hanya geleng geleng kepala
" Ayo Ay kita taruhan , Alea pasti sudah jatuh hati pada suaminya tuh " Brenda semangat
" Kamu ini Bre , masa perasaan sahabat sendiri dibikin taruhan sih . Apapun yang terjadi nanti , kita harus tetap saling mendukung oke ! sudah ayo jangan mengganggu Alea dulu " menarik tangan Ayana keluar . Mereka berpapasan dengan Diana yang berjalan keluar . Ternyata Diana masih ada disini batin mereka berdua
" Diana itu cantik sih , tapi masih banyakan Alea lah . Buat apa cantik kalau menggoda suami orang ? iya enggak Ay ?" seloroh Brenda
" Ish kamu ini Bre . Awas nanti kedengeran dilabrak kamu sama dia " Ayana mengingatkan
" Alah cuma dilabrak aja kan , ayo sini aku jabanin " sambil menggulung lengan bajunya
" Ya ya ya Brenda sama Alea kan 11 12 ya "
" Alah Ay kayak kamu nggak aja sih , soal labrak melabrak kita gak akan kalah . Apa lagi saling tonjok hahaha " Brenda tertawa terbahak bahak , Ayana ikut tertawa
" Ehhm sudah sudah malu kan dilihat pelanggan , ayo kita lanjutkan kerjanya " meninggalkan Brenda begitu saja
Dimobil Diana
Brak suara pintu tertutup
Ternyata Alea tidak semudah itu ya , bagaimana kalau sekarang aku ke rumah orang tua Davian saja . Lama tidak main kesana , dulu aku sering kesana dengan Miranda . Apa kabar ya mereka ?
Lalu melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Davian . Dibelakangnya Boy mengikuti Diana , setelah bertemu dengan Dav dan Al tadi Boy kembali ke Toko Kue Alea . Ternyata Diana masih disana
Beberapa saat kemudian
__ADS_1
Bukankah ini jalan menuju Mansion Alkendrick , gumam Boy . Ternyata benar Mobil Diana menuju ke sana . Terlihat mobil itu berhenti dipintu gerbang , sedang diperiksa oleh satpam . Tak berselang lama mobil Diana masuk ke dalam . Boy tidak masuk dan hanya menunggu diluar , lalu melaporkan pada Tuannya
" Halo Tuan , Diana sekarang ada di Mansion Alkendrick . Saya hanya bisa menunggu diluar "
"......"
" Baik Tuan " tut tut tut
Boy menghembuskan nafasnya lalu kembali mengawasi Diana , walaupun tidak terlihat orangnya hehe .
Di dalam Mansion
" Selamat siang Nona Diana , silahkan Nyonya sudah menunggu ditaman " ramah kepala pelayan
" Baik bik " jawab Diana memasang wajah sok manisnya . Enaknya punya banyak ya , bisa pasang muka sesuai keinginan .
" Halo Tante , apa kabar ? lama tidak bertemu Tante semakin cantik saja " masih memasang wajah manis sok polosnya
" Hmm , untuk apa kamu kemari " Tanya wanita paruh baya yang masih cantik di depannya . Tanpa melihat wajah palsu Diana
" Kamu pikir aku percaya ? Bukankah kalian seperti lem dan perangko yang selalu menempel " masih tetap tidak melihat wajah Diana
" Tante aku tidak bohong , bahkan aku baru tahu kalau Dav tidak jadi menikah dengan Miranda . Lebih parahnya dia memiliki seorang anak dengan lelaki lain . Percaya sama Diana Tante "
" Apa tujuanmu datang kemari . Ingin menghancurkan pernikahan putraku ?"
" Aku memang menyukai Dav Tante , tapi mana mungkin aku merusak hubungan mereka . Aku tidak sejahat itu kok Tante , aku ingin memberi selamat pada Dav dan juga Tante " masih sok baik , padahal hatinya pengen teriak iya aku ingin menghancurkan rumah tangga anakmu
" Terimakasih atas kepedulianmu . Silahkan pergi " Berlalu begitu saja meninggalkan Diana . Tidak berniat jahat , tapi Mommy Dav hanya tidak ingin ada celah untuk Diana merusak rumah tangga anaknya . Saat satpam menelfon dan memberi tahu jika ada Diana , perasaan Mommy Dav sudah tidak enak . Pasti dia punya tujuan tertentu , walaupun sekarang masih belum terlihat jelas maksud dan tujuannya .
Diana tersenyum licik melihat sikap Mommy Dav . Ah ternyata Calon Ibu Mertuaku ini susah juga ya . Padahal dulu dia baik banget sama aku , semua ini gara gara Miranda kan . Baiklah akan aku luluhkan hatimu Calon Ibu Mertua . Begitu yang ada di benaknya . Tak jauh dari tempatnya berdiri sudah ada pelayan yang siap mengantarkannya keluar . Masuk kedalam mobil dan melaju meninggalkan Mansion .
__ADS_1
Dari atas jendela terlihat seorang wanita paruh baya menatap kepergian mobil Diana dengan pandangan tidak suka . Tuhan jauhkan rumah tangga anakku dari marabahaya ,gumamnya .
" Halo Alea , apa kabar sayang . Kapan main lagi kemari , Mommy sudah kangen nih " Ternyata wanita paruh baya itu langsung menelefon menantunya
" ...... "
" Janji ya , baik Mommy tunggu . Ya sudah selamat bekerja dan jangan lupa makan ya , salam untuk Dav " tut tut tut
Di Kantor Davian
" Diana datang ke Mansion Tuan " ucap Sekertaris Al pada Tuannya
" Biarkan saja , lagipula Mommy tidak akan semudah itu percaya dengan Diana " Davian menjawab sambil menyeringai " ngomong - ngomong bagaimana kemajuan bisnis kita dengan Brian "
" Semua berjalan dengan lancar dan baik Tuan , anda tidak perlu khawatir . Minggu depan anda ada jadwal rapat dengan Tuan Brian "
" Baik atur saja jadwalnya " kembali mengerjakan pekerjaannya . Sekertaris Al juga melakukan hal yang sama .
Dibelahan bumi yang lain
" Ahh sial gimana sih , sampai kapan aku harus berada disini . Huh bahkan aku tidak bisa keluar dari kota ini . Keterlaluan kamu Davian , aku membencimu " teriak seorang wanita dengan pakaian sederhana tanpa polesan make up dan barang barang mahalnya
" Hei kamu cepat antarkan pesanan meja nomor 12 . Dari tadi teriak teriak seperti orang gila saja " sinis teman kerjanya
Iya wanita itu adalah Miranda Oliver . Yang kabarnya sekarang jauh dari kata baik menurutnya , bagaimana tidak dulunya dia hidup bak seorang putri . Makan enak , baju mahal , tas dan sepatu branded , ke salon setiap hari . Sekarang dia menjadi seorang pelayan restoran yang menurutnya gaji yang didapat hanya cukup untuk makan saja . Bukannya bersyukur masih mendapatkan pekerjaan , tapi masih saja angkuh . Memang ya manusia itu tidak bisa berubah dengan cepat , sudah diberi peringatan masih saja enggan memperbaiki diri !
Bersambung
Jangan lupa like vote dan komennya ya readers tercinta😍
Author butuh dukungan dari kalian ❤
__ADS_1
Author sayang kalian semua 🥰
Mohon maaf juga ya jika masih ada typo dalam penulisannya 🙏