
Sesampai di Mansion sang Mommy , mereka disambut hangat oleh sang Mommy tercinta . Daddy masih dalam perjalanan pulang begitu juga dengan sang adik Fira . Mommy sangat bahagia melihat hubungan anaknya yang kian membaik , terbukti dari bagaimana sang anak memperlakukan istrinya
" Mandi dulu sana , nanti kita lanjutkan ngobrolnya " perintah Mommya yang langsung disetujui oleh Davian dan Alea . Sekertaris Al langsung berdiri dan berjalan keluar untuk kembali pulang . Hhh enaknya kencan aja , tapi sama siapa gumam Sekertaris Al sambil mendengus
Beberapa saat kemudian terlihat sang Daddy sampai begitupun Fira , mereka berdua langsung mandi di kamar masing masing . Tidak sabar untuk bercengkrama dengan Davian dan Alea , lama tidak jumpa ternyata rindu juga katanya . Sang Mommy sudah sibuk menyiapkan camilan ini dan itu untuk teman ngobrol .
Sungguh indah dan bikin iri ya , punya keluarga yang saling menyayangi dan peduli satu sama lain . Dalam keadaan apapun pasti akan saling menguatkan , menegur jika ada yang berbuat salah dan memberi dukungan jika ada yang sedang rapuh . Ternyata istilah Rumah adalah tempat ternyaman untuk kembali itu benar adanya .
Mommy sudah duduk manis sambil membaca majalah di ruang santai , disusul Fira dan juga Daddy . Tak berselang lama Davian dan Alea juga sudah berkumpul
" Kak Alea makin cantik aja sih " ucap Fira sambil memeluk Alea . Aku kangen begitu bahasa tubuhnya
" Kamu bisa aja Fir , kamu juga makin cantik sekali " mengusap pipi Fira , lalu berlalu untuk bersalaman pada Daddy " bagaimana kabar Daddy ?"
" Daddy sehat dan baik Al . Bagaimana dengan kalian berdua "
" Kami sangat baik Dad , bukankah sudah terihat jelas " seloroh Davian
" Iya iya kami bisa melihat dengan jelas betapa mesranya kalian " Fira bicara sambil menikmati camilan didepannya
Setelah berbincang banyak tentang kabar dan kegiatan masing-masing , Davian menanyakan tentang gelang Alea
" Mom , Mommy punya teman yang tau tentang perhiasan kan . Siapa itu namanya " basa basi Dav
" Tante Ve sayang , ada apa kamu mau pesan perhiasan untuk Alea ?"
" Iya nanti aku akan pesan perhiasan terbaik untuk Alea . Sebelum itu aku ingin memperlihatkan gelang milik Alea ini . Mungkin Tante Ve tahu Mom , sepertinya ini bukan gelang biasa " menyerahkan gelang pada Mommy
Sedikit kaget lalu melihat suaminya " Kamu mendapat ini dari mana Alea sayang " sambil terus memperhatikan gelangnya . Seperti pernah melihatnya dulu tapi dimana , bentuknya hampir sama dengan ini . Gumam sang Mommy
__ADS_1
" Itu gelang yang ditinggalkan oleh kedua orang tuaku Mom , kata Ibu panti saat aku ditemukan , aku memakai gelang itu . Apa Mommy pernah melihat gelang seperti itu Mom "
" Mommy seperti pernah melihat gelang yang mirip dengan milikmu , tapi dimana Mommy lupa . Dan sudah lama sekali sepertinya , bagaimana dengan Daddy . Pernah melihatnya juga atau tidak ?"
" Entahlah Mom , Daddy tidak begitu memperhatikan hal hal seperti perhiasan . Tapi kalau dilihat lihat sepertinya ini bukan gelang biasa " Seperti gelang milik keluarga berada gumam sang Daddy
" Baiklah coba aku hubungi Ve sekarang , siapa tau dia bisa kemari " langsung melakukan panggilan pada wanita bernama Ve , dan langsung disetujui untuk datang
" Kita tunggu sebentar lagi Tante Ve datang " ucap Sang Mommy lalu mengambil camilan di depannya dan bercanda dengan keluarganya sembari menunggu temannya itu
1 jam kemudian terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan juga modis datang menghampiri mereka .
" Hai Zee maaf ya lama , biasa dandan dulu biar cantik " ucap wanita yang dipanggil Ve itu cengengesan
" it's Ok , aku juga udah tau kebiasaan kamu ini " sambil membalas cipika cipiki
" Ok jadi mana perhiasan apa yang ingin kalian tunjukan padaku ?" duduk manis sambil tersenyum cerah
" Wah cantik sekali , ini gelangmu Zee ?" tanya Tanta Ve sambil mengamati gelang ditangannya
" Bukan , ini milik Alea . Itu gelang peninggalan kedua orang tuanya sebelum mereka meninggal " Ve manggut- manggut dan terlihat seperti berfikir
" Ini bukan gelang murahan biasa , lihatlah saat aku memberikan sinar di sisi tengahnya ada inisial huruf G disana " kemudian kembali mengingat ingat dimana pernah melihat bentuk seperti itu . Memang tidak sama tapi hampir mirip . Gelang dengan inisial yang hanya bisa dilihat oleh orang yang tau cara melihatnya saja .
" Ah iya juga ya Ve , ini unik Dad . Sepertinya memang bukan gelang biasa "
" Ok aku akan ambil video gelang ini dulu ya , akan aku tanyakan temanku di kota Z . Dia pernah cerita katanya pernah membuat pesanan gelang yang hampir mirip seperti ini . Diberi inisial nama , tapi ada trik untuk melihatnya . Ini juga kan hanya terlihat jika terkena sinar saja " mengambil video terbaik termasuk memberi sinar agar inisialnya terlihat
" Kota Z , jauh sekali disana ya Ve . Jadi kamu mau kesana untuk nanyain ini ?" tanya Mommy
__ADS_1
" Iya donk , kebetulan suamiku ada perjalanan bisnis kesana . Nanti aku akan menghubungimu " jawab Ve santai
" Terima kasih ya Tante Ve " Alea berbicara dengan tulus dan senyum manis
" Iya Alea santai aja " membalas dengam senyum tak kalah manis . Lalu menikmati cemilan yang sudah disediakan .
Disisi Lain
" Tuan , kita harus kembali ke Kota Z sekarang " Sekertaris Kevin sedikit panik
" Hei bukankah kita harus ke Panti Asuhan dulu "
" Tuan Besar menelepon , menyuruh kita kembali sekarang . Nyonya Besar menangis terus mencari anda . Katanya ponsel anda tidak bisa dihubungi "
" Ah sial , aku lupa tidak isi daya . Baiklah kita kembali sekarang " Maaf kan aku Ma , aku tidak memberitahukan perihal gadis ini padamu . Nanti jika sudah dipastikan , aku akan membawanya pulang , gumamnya dalam hati
Akhirnya kedua lelaki itu kembali ke kota Z . Kesehatan sang Mama memang menjadi prioritas tersendiri bagi Dareen . Sejak kehilangan sang adek , kondisi wanita paruh baya itu jadi tidak stabil . Sering menangis sendiri , kadang menyakiti diri sendiri , juga terlalu berlebihan mengkhawatirkan Dareen . Apalagi saat tahu anak lelakinya itu pergi ke luar kota ataupun luar negri pasti selalu dibuat panik . Mungkin itu bentuk rasa sayang dan takut kehilangan .
Di Kota Z
Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menangis di pelukan suaminya . Dia sedang mengkhawatirkan anak lelakinya itu
" Pa , kenapa Dareen lama sekali . Mama takut terjadi apa apa " benar perasaannya menjadi sangat sensitif sekali
" Tenang Ma , Dareen sudah dalam perjalanan pulang . Lagipula Dareen juga bekerja disana Ma . Kamu tidak perlu terlalu khawatir , kasian Dareen Ma "
" Aku aku hanya takut kehilangan Dareen Pa , aku sudah cukup sakit kehilangan Gaby huhuhu " Gaby nama panggilan kesayangan putri satu satunya yang dinyatakan meninggal waktu itu
Kehilangan seseorang yang kita sayangi dan cintai memang bukan hal yang mudah . Seperti mau makan minum gak enak , tidurpun tidak bisa nyenyak . Yah begitulah , sekeras- kerasnya hati jika diberi ujian kehilangan pasti akan merasa sakit .
__ADS_1
Bersambung