Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 33


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari Asisten istrinya tentang kedatangan Alen , Yoga menjadi sangat khawatir . Terlihat jelas dimimik mukanya yang tampak sangat cemas . Maafkan aku sayang , hanya itu yang teelintas dipikirannya


Dareen juga tak kalah gelisah , semoga Mama tidak apa - apa . Maaf kan aku Ma karena belum memberitahu kabar baik ini . Mama malah tahu dari orang lain , gumamnya


Niat hati kedua lelaki beda usia itu akan memberitahukan kabar tentang Gaby , nanti setelah keadaan Gaby membaik . Rencananya mereka juga akan mengajak Aiko bersama , tapi rencana hanya tinggal rencana . Semoga masih bisa berjalan lancar


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sinta , Asisten pribadi Aiko membawa nampan berisi air minum dan obat . Setiap kali Aiko merasa syok , tegang dan takut , Sinta selalu memberikan obat sesuai anjuran dari Dokter


" Diminum dulu Nyonya " mengulurkan sebutir obat dan segelas minum yang langsung diterima oleh Aiko


" Nyonya bisa istirahat dulu , saya sudah menghubungi Tuan Besar dan Tuan Muda . Mereka sedang dalam perjalanan pulang " menyelimuti tubuh Nyonya nya dengan perasaan prihatin


" Jangan pergi Sinta , temani aku disini " ucap lemah Aiko , yang diiyakan oleh Sinta . Dia duduk di sebelah ranjang Aiko


" Apakah nanti Gaby mau menerimaku sebagai Mamanya ? apa nanti Gaby mau memaafkanku karena telah lalai menjaganya ? "


" Jangan berbicara seperti itu Nyonya , Nona Muda pasti mau menerima anda . Dan kecelakaan itu bukan kelalaian anda Nyonya . Jangan menyalahkan diri sendiri " menenangkan wanita didepannya sambil menepuk pelan pergelangan tangannya


" Semoga saja , aku sangat ingin melihat wajahnya . Apa dia mirip aku atau mirip suamiku ya ? Bagaimana dia tumbuh selama ini ? Apa dia mendapat makanan dan pakaian yang layak ? Aku sangat ingin menanyakan hal ini , apa secepatnya kami bisa bertemu ? "


" Pasti Nyonya , sebentar lagi kalian pasti bertemu . Anda bisa menanyakan semua pertanyaan anda pada Nona Muda nanti . Sekarang istirahatlah dulu "


Hening , Aiko sudah mulai mengantuk efek obat yang dia minum . Tak butuh waktu lama dia sudah tertidur , dan Sinta keluar dari kamar tidur Nyonya nya


Kepala pelayan dan semua pelayan ikut khawatir . Apa yang terjadi sebenarnya , tadi bukankah Nyonya baik-baik saja ? Sinta menjawab kalau ada petunjuk mengenai keberadaan Nona Mudanya . Semua ikut bahagia , semoga Nona Muda cepat kembali


Waktu berjalan begitu cepat , pagi hari sudah menyapa , terlihat mobil mewah memasuki halaman rumah Alexander , siapa lagi kalau bukan sepasang ayah dan anak


" Dimana Nyonya Bik ? " tanya Yoga pada Bik Tini , kepala pelayannya


" Beliau dikamar bersama Sinta Tuan "


" Apa dia sudah baik - baik saja ? "


" Sudah , Nyonya baru saja selesai sarapan " mendengar itu Yoga menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamarnya . Sekertarisnya langsung pulang untuk persiapan ke kantor . Dareen dan Kevin mengikuti Yoga di belakang

__ADS_1


Ceklek , terdengar suara pintu terbuka . Aiko sedang duduk di depan jendela dengan kaca yang sangat besar . Melihat Tuannya datang , Sinta berpamitan keluar


Yoga mengelus kepala Aiko lembut , dan mencium pucuk kepalanya " Apa yang sedang kamu lihat sayang ? "


" Kalian sudah datang ? Kenapa kalian merahasiakan semua ini dariku ? Kalian pasti sudah tahu tentang hal ini kan ? Apa ini alasan kalian pergi bersama ke Kota B ? " Aiko bertanya dengan lembut , namun terdengar ada sedikit kemarahan didalamnya


" Maaf sayang , kami tidak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu . Kami hanya tidak ingin kamu kecewa jika nanti hasilnya tidak sesuai keinginan kita "


" Tapi setidaknya kalian bisa memberitahuku sedikit saja kan , kenapa harus dari orang lain ? "


" Maafkan aku sayang , maafkan aku " hanya itu yang bisa diucapkan Yoga . Dareen melangkah mendekati Mamanya


" Maafkan Dareen juga ya Ma , Dareen juga bersalah atas hal ini . Mama tahu kan Dareen sangat menyayangi Mama . Dareen tidak ingin Mama terlalu banyak pikiran dan malah mengganggu kesehatan Mama " Dareen berkata sambil berjongkok didepan Mamanya


Aiko menangis , dia tahu selama ini selalu membuat anak dan suaminya itu khawatir . Semenjak kecelakaan itu dia mengidap syndrom panik , mudah sekali terkejut dan ketakutan secara berlebihan . Sudah berobat ke psikiater , namun hasilnya masih belum sembuh total


" Maafkan aku sayang , maafkan aku nak . Selama ini aku sudah menjadi beban kalian semua " menangis bahkan bahunya sampai bergetar . Yoga langsung memeluk Aiko menenangkan


" Apa yang kamu katakan sayang , kamu bukan beban kami . Kamu adalah segalanya buat kami sayang , jangan berkata seperti itu . Menangislah sampai sesak didadamu hilang " Yoga mengelus kepala Aiko lembut , dan memberi isyarat agar Dareen dan Kevin keluar


Paham akan isyarat itu dua lelaki muda itu keluar , mereka akan membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor


" Seperti apa wajahnya sayang ? "


" Sangat cantik , sangat mirip denganku . Tapi matanya sama seperti matamu sayang "


" Benarkah ? "Aiko tersenyum penasaran


" Benar , dia sudah menikah sayang . Jika nanti sudah melakukan tes DNA dan hasilnya cocok , kita tidak bisa seenaknya membawa Gaby kemari sayang . Kamu tahu itu kan ? "


" Iya aku tahu sayang , tapi setidaknya dia bisa menginap disini bersama suaminya . Apa suaminya baik ? "


" Tentu saja , dia sangat mencintai Alea "


" Alea ? "


" Alea adalah nama Gaby sekarang sayang "

__ADS_1


" Nama yang bagus , kapan kita bisa mengunjunginya "


" Sebenarnya aku belum memberitahu Alea bahwa dia adalah Gaby "


" Kenapa ? Lalu apa yang kalian lakukan di kota B kemarin ? "


" Ada suatu hal yang mengharuskanku menunda itu . Kami melakukan kerja sama dengan suami Alea sayang . Juga kami mengunjungi panti asuhan tempat Alea dibesarkan . Lihat Ibu panti memberikan ini padaku " memberikan kotak yang berisi barang Alea semasa kecil .


Benar dia benar Gaby ku , gumam Aiko . Dia mencium baju dan juga selimut Gaby kecil , bahkan baunya masih sama seperti dulu . Bahagia dan terharu


" Apa memang membutuhkan tes DNA sayang , bukankah semua sudah jelas "


" Tentu saja harus tes DNA sayang , ini permintaan dari keluarga suami Alea . Kita harus menghormati keputusan itu . Sekarang mereka juga keluarga Alea kan "


" Iya sayang aku tahu . Terimakasih sudah menemukan Gaby ya " ucap Aiko tulus


" Tidak ada kata terimkasih sayang , bukankah ini memang sudah menjadi tanggung jawab kita mencarinya . Semoga nanti Alea bisa menerima kita semua "


" Iya sayang , dimana Dareen . Ayo kita keluar mungkin dia sudah di meja makan . Mandilah dulu sayang , aku mau turun menemui Dareen " mencium sekilas pipi Yoga lalu menuju kamar mandi untuk cuci muka . Tak lupa dia menyiapkan baju yang akan dipakai oleh suaminya


Saat berjalan ditangga menuju lantai bawah , terlihat Dareen dan Kevin sudah rapi dan tampan . Mereka sedang menikmati sarapannya


" Makan yang banyak sayang , kamu juga Vin " Kevin menanggapi dengan senyuman , begitupun dengan Dareen


" Kami sudah selesai Ma , Mama sudah jauh lebih baik sekarang ? " menunjukkan piring mereka yang sudah kosong


" Sudah sayang , terimakasih untuk kalian semua . Kalian sudah memberikan hal yang selama ini Mama impikan " mengelus kepala anak lelakinya


" Jangan berkata seperti itu Ma , apapun demi Mama , akan Dareen lakukan selama Dareen mampu "


Sangat besar rasa sayang Dareen pada Mamanya , semoga Alea juga bisa menyayangi Aiko seperti Dareen . Semoga saja !


Bersambung


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir ke cerita Davian dan Alea ya 😍


Jangan lupa klik like , vote dan berikan hadiah ❀

__ADS_1


Tulis komennya juga ya , author sangat mengharapkan saran dari kalian ❀


I Lope You banyak-banyak❀


__ADS_2