Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 27


__ADS_3

Hai semua reader tercinta


Maaf ya lama gak update dikarenakan si kecil lagi sakit beberapa hari , alhamdulillah sekarang sudah sembuh


Yang kangen sama Davian sama Alea merapat yuk , jangan lupa tinggalkan jejak ya 😍 jangan lupa juga vote dan hadiahnya 🥰


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terlihat kegelisahan di wajah tua Tuan Besar Alexander saat ini . Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki tampan yang tidak muda lagi itu .


" Apa tidak menimbulkan kecurigaan jika kita tiba - tiba muncul disana ?" akhirnya lelaki paruh baya itu mengeluarkan kata - katanya


" Tentu saja Pa , mereka pasti curiga kan . Kita melihat dari jauh saja . Kebetulan besok adalah waktu kita bertemu dengan Davian "


" Ya benar juga , kita menginap di hotel yang dekat dengan tempat Alea dirawat "


Akhirnya keputusan untuk tidak menemui Alea terjadi . Akan memusingkan juga nanti jika sampai keluarga Davian curiga , belum ada bukti kuat jika Alea memang bagian dari keluarga Alexander .


Di Rumah Sakit


Alea sudah terlihat lebih ceria , sudah tidak pucat lagi . Apalagi ada suami yang selalu setia disampingnya itu . Memang belum menyatakan cinta , tapi dari gaya tubuhnya saja sudah terlihat jika ada cinta disana .


" Sayang kamu mau makan buah apa , biar aku ambilkan ?" Tanya Davian lembut pada Alea


" Terimakasih sayang , aku mau apel saja ya " sambil tersenyum


" Baik , tunggu sebentar " berjalan menuju nakas untuk mengambil buah apel , lalu mengupasnya . Alea melihat Davian dengan tersenyum , mungkinkah kamu sudah mencintaiku Dav . Akan sangat indah jika itu benar , aku akan sangat berterimakasih karena kamu sudah mau membuka hatimu padaku , gumam Alea dalam hati


" Ini , makanlah " Davian menyuapi istrinya dengan telaten , sambil tersenyum menatap mata Alea


" Alea " panggil Davian lembut sambil memegang tangannya " sepertinya namamu sudah mulai tersimpan dihatiku , kamu tahu saat aku mendengar kamu terluka . Hatiku begitu sakit sekali , aku takut terjadi sesuatu yang serius padamu . Bagaimana denganmu ?" tanya Lelaki itu tulus . Tuhan secepat itu Engkau membalas doaku gumam Alea


Sambil membalas genggaman tangan suaminya Alea berkata " Terimakasih kamu sudah mau membuka hatimu untukku , aku juga merasakan hal yang sama . Aku selalu merasa nyaman saat bersamamu , aku cemburu saat Diana selalu bicara ingin merebutmu . Tapi aku takut , takut jika kamu belum memiliki rasa padaku "


" Aku juga berterimakasih padamu sayang , kamu selalu setia dan sabar menungguku . Maafkan aku yang baru bisa membuka hatiku ini " Davian berkata sambil mengecup tangan Alea , membuat Alea tersipu malu dan merona . Jantungku , bisakah kamu sedikit tenang gumam Alea


" Tidak apa - apa sayang , menyembuhkan luka memang butuh waktu . Aku senang karena tidak ada keterpaksaan dari hatimu "

__ADS_1


" Jadi mulai sekarang kita bisa menjalankan kehidupan suami istri sungguhan " perkataan Davian membuat Alea tersenyum kikuk


" ehhm itu , bukankah kita sudah menjalaninya sayang "


" hei ingat kita bahkan belum honey moon sayang " goda Davian membuat Alea merona sampai telinganya memerah


Terjadilah obrolan - obrolan dan rencana - rencana ringan antara sepasang suami istri itu . Menjalin hubungan pernikahan tanpa ada perasaan apapun itu memang berat dan menyakitkan . Tapi jika rasa itu sudah ada , semuanya terasa lengkap dan indah . Ya walaupun pasti ada yang namanya badai dalam pernikahan , tapi jika sudah ada pondasi yang kokoh semuanya pasti bisa terlewati . Kesetiaan , saling mencintai , kepercayaan dan memperjuangkan adalah pondasi pokok dalam sebuah hubungan , jangan lupakan juga saling mengisi dan melengkapi .


Tok tok tok ceklek


Kakek datang bersama orang kepercayaannya


" Dasar kurang ajar , kamu bahkan tidak menghubungi lelaki tua ini jika Alea terluka " Kakek memukul kaki Davian menggunakan tongkat nya " Bagaimana keadaanmu Alea ?" perubahan intonasi suara nya membuat Davian geleng - geleng kepala .


" Aku sudah baik Kek , terimakasih karena Kakek sudah repot - repot menjenguk Alea kesini " senyum Alea manis dan tulus membuat ketiga lelaki berbeda usia di depannya merasa hangat sampai kehatinya


" Hais repot darimananya , Kakek sangat mengkhawatirkan mu Alea . Bagaimana dengan pelakunya " Kakek bertanya pada Davian


" Sudah diamankan Kek , Kakek tenang saja "


" Jangan sampai terjadi lagi , ingat ini yang pertama dan terakhir " berjalan menuju sofa diikuti orang kepercayaannya , begitu juga Davian yang ikut mengikutinya setelah berbicara sebentar dengan Alea . Terlihat Davian membenarkan selimut Alea dan menciun keningnya .


Beberapa saat kemudian Sekertaris Al datang membawa paper bag berisi baju untuk Davian . Dia juga langsung ikut bergabung dengan Davian dan Kakeknya . Mereka mengobrol ringan , dari sofa Davian menoleh pada Alea yang sudah tertidur .


" Bagaimana hubungan kalian ?" iseng Sang Kakek bertanya


" Sudah lebih baik Kek , doakan saja yang terbaik buat kami "


" Tentu saja , Kakek sudah mengharapkan cicit dari Alea " godanya


" Tentu saja Kek , nanti pasti kami memberikan cicit untuk Kakek " jawab Davian lugas


" Baik - baik , kalau begitu Kakek pulang dulu . Jaga Alea dengan baik , ingat dia bukan gadis sembarangan " pinta sang Kakek seperti mengisyaratkan sesuatu , namun Davian dan Sekertaris Al tidak menyadari isyarat itu


" Tentu saja Kek , hati - hati dijalan " setelah itu Kakek dan orang kepercayaannya keluar dari kamar tempat Alea dirawat


" Bagaimana keadaannya Al , kamu sudah membereskannya ? "

__ADS_1


" Sudah aman Tuan , tinggal menunggu Tuan datang untuk mengeksekusinya "


" Aku hanya akan memberikan sedikit pelajaran , setelah itu masukkan ke dalam penjara . Bagaimana pun dia wanita , biar pihak yang berwajib yang menghukum lebih lanjut "


" Baik Tuan , keputusan ada ditangan anda "


" Setelah Alea pulih 100 % , siapkan tiket dan kosongkan jadwal untuk bulan madu kami " Sekertaris Al tersenyum tipis


" Baik Tuan , anda ingin bulan madu kemana ?"


" Untuk tempatnya nanti menyusul , aku harus bertanya padanya dulu "


" Baik Tuan Muda "


" Bagaimana masalah kerjasama dengan perusahaan milik Alexander itu ?"


" Besok waktunya Tuan , tidak bisa diundur karena mereka sudah dalam perjalanan kesini "


" Mereke menghubungimu ?"


" Iya Tuan , mereka ada urusan disini hari ini "


" Baiklah siapkan saja semuanya , pulanglah Al . Terimakasih sudah bekerja keras "


" Baik Tuan , saya permisi " berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan sepasang suami istri itu


Davian kemudian berjalan meraih paper bag yang dibawakan Sekertarisnya tadi . Masuk ke kamar mandi untuk mandi . Selesai mandi , dengan tubuh yang segar dan wangi dia duduk di samping Alea . Memegang tangannya dan mengelusnya dengan tatapan penuh kasih .


Bagaimana kalau ternyata kamu adalah anak dari keluarga Alexander yang hilang saat kecil . Apa mereka akan merebutmu dariku , apa kamu akan meninggalkanku nanti sayang ? gumam Davian . Ada gurat kebahagiaan jika Alea menemukan keluarganya , namun ada juga gurat kesedihan akan apa yang akan terjadi nanti .


Tidak mungkin juga keluarga Alexander merebut paksa anak gadis yang sudah menjadi istri orang itu . Bagaimanapun yang berhak atas seorang istri sepenuhnya adalah suami .


Akhirnya Davian pun ikut terlelap disamping Alea , dia ikut naik tidur diranjang Alea . Terlihat sangat intim dan romantis bagi siapa saja yang melihatnya . Kisah cinta Davian dan Alea dimulai sekarang .


...Bersambung...


Maaf jika masih ada typo dalam penulisannya ya

__ADS_1


Maaf juga jika alurnya masih berantakan 🙏


I Lope You banyak banyak untuk semua pembaca ❤


__ADS_2