
Tampak dua orang lelaki dengan setelan rapinya lari tergopoh-gopoh menuju ruang operasi . Disana terlihat Ayana dan Brenda sedang menangis dan berpelukan .
" Bagaimana keadaan Alea ?" Davian bertanya sambil mengatur kembali nafasnya
" Dokter belum keluar Dav , kata Dokter lukanya tidak terlalu dalam jadi tidak perlu terlalu khawatir " Ayana menjawab dengan tenang , mencoba tenang lebih tepatnya
" Syukurlah , sebenarnya apa yang terjadi . Bukankah kalian hanya bertiga kenapa ada Diana disana ?"
" Kami juga tidak tahu , tiba-tiba Diana datang menampar Alea " ucap Brenda sambil sesenggukan , Ayana menepuk-nepuk pundak sahabatnya yang sedang mellow itu
" Apa !!" kedua lelaki itu kaget . Beraninya Diana ini pikir mereka berdua , membuat kedua lelaki itu geram
" Tunggu dulu , aku belum selesai berbicara " Jadi sewotkan kalau lagi ngomong dipotong-potong , gerutu Brenda
" Iya lanjutkan !"
" Alea langsung berdiri karena kaget dan secara reflek memelintir tangan Diana lalu memakinya . Setelah itu terjadi adu mulut antara Alea dan Diana . Diana bicara yang tidak-tidak pada Alea , membuat Alea emosi dan menampar pipi Diana 2 kali . Tamparannya juga sangat keras , bibir Diana sampai berdarah . Lalu Alea berjalan pergi bersama kami , tiba - tiba dari belakang Diana berlari dan menusukkan pisau lipat ke perut Alea . Setelah itu dia kabur , begitu kronologinya "
" Memang apa yang diucapkan Diana "
" Intinya Diana akan melakukan segala macam cara untuk memisahkan kalian berdua " Ganti Ayana yang menjawab sedangkan Brenda hanya menganggukkan kepalanya
" Kurang ajar sekali , gimana Al sudah beres ?"
" Sudah Tuan " ucap Sekertaris Al usai melihat pesan di ponselnya
Terlihat Dokter keluar dari ruang operasi , Semuanya langsung berdiri dan menghampiri sang Dokter
" Bagaimana kondisi istri saya Dokter ?"
" Tuan Davian ternyata pasien di dalam istri anda , kondisinya sudah membaik . Hanya masih belum sadar saja . Lukanya juga tidak terlalu parah Tuan , secepatnya pasti segera pulih " Dokter menjelaskan , ternyata itu Nyonya Davian ya gumamnya
" Terimakasih Dok , tolong pindahkan istri saya ke kamar VIP ya "
" Baik , nanti akan dipindahkan kesana Tuan , kalau begitu saya permisi " Dokter pergi meninggalkan Davian dan yang lainnya
Beberapa saat kemudian terlihat beberapa perawat memindahkan Alea ke ruangan yang diinginkan oleh Davian . Mereka juga langsung menuju ke ruang tempat Alea akan dipindahkan . Terlihat jelas wajah-wajah khawatir dari mereka berempat terutama Davian , hei Tuan jika sudah cinta katakan saja jangan bersembunyi terus .
__ADS_1
Setelah selesai memindahkan Alea keruang VIP , perawat mengecek dahulu kondisi Alea lalu bergegas meninggalkan pasien . Setelah berkata jika kondisinya sudah stabil dan hanya menunggu siuman pasca obat bius saja , menundukkan sedikit badannya untuk berpamitan pada Davian .
Davian berjalan mendekati ranjang Alea , memegang tangan pucat istrinya itu . Entah kenapa dia merasa sedikit nyeri melihat pemandangan yang seperti itu . Alea semoga kamu cepat sadar , aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu , gumam Dav . Membetulkan selimut Alea lalu duduk di kursi dekat ranjang Alea .
" Kalian berdua pulanglah , nanti kalau Alea sudah siuman Al akan mengabari kalian " ucap Dav pada kedua sahabat istrinya itu
" Tidak , kami akan disini sampai Alea siuman dulu . Kamu tidak tahu betapa kami mengkhawatirkan Alea " protes Brenda yang tidak mau meninggalkan sahabatnya yang belum sadar itu
" Hmm baiklah terserah kalian saja " Al masih terdiam disamping Tuannya . Tiba - tiba ponsel milik Davian berdering , terlihat nama sang Mommy dilayar .
" Halo Mom , ada apa ?"
" ..... "
" Iya maaf , Dav terlanjur panik sampai lupa memberitahu Mommy "
" .... "
" Sudah membaik , hanya menunggu Alea siuman Mom . Iya terserah Mommy , hati-hati dijalan " tut tut tut , dari mana Mommu bisa tau pikir Davian
" Kamu menghubungi Mommy tadi Al "
" Lalu darimana Mommy tahu jika Alea tertusuk " Sekertarisnya hanya menggelengkan kepalanya
Sesaat kemudian terdengar lenguhan kecil dari bibir Alea , keempat orang itu langsung reflek berdiri dan mendekati Alea .
" Sayang , kamu sudah sadar "
" A aair " pinta Alea , dan langsung Davian memberi air untuk istrinya itu
" Bagaimana , apa yang kamu rasakan sayang . Jangan duduk , sudah berbaring saja " tiga orang yang berdiri disamping ranjang Alea hanya menyaksikan dua sejoli ini .
" Perutku masih terasa sakit sayang , dan rasanya tubuhku masih lemas " Terliihat Davian memencet tombol untuk memanggil Dokter
" Tidak apa-apa itu efek operasi tadi sayang , katakan jika kamu butuh sesuatu " Davian berkata lembut sambil mengelus rambut sang istri
" Al , kami senang kamu sadar huhu . Maaf kan kami yang tidak bisa menjagamu ya " Ah memang si Brenda ini selain suka nyerocos dia ini suka mellow juga ya hihihi
__ADS_1
" Bukan salah kalian berdua kok , terimakasih masih menungguku disini ya " Brenda dan Ayan mendekat ke sisi ranjang yang lain
" Iya Al , kami syok banget tadi lihat kamu kayak gitu . Tapi untungnya kamu sudah membaik , terimakasih Tuhan masih melindungi sahabatku ini "
Tok tok tok , ceklek
Dokter yang tadi menangani Alea masuk dan melihat kondisi Alea , setelah bertanya tentang keluhannya Dokter memberikan sedikit penjelasan pada Alea . Lukanya tidak terlalu dalam , hanya tadi darah yang keluar terlalu banyak . Lukanya juga sudah ditangani , hanya perlu penanganan untuk merawat luka jahitnya , dan jangan lupa untuk meminum obat secara teratur . Begitu kira-kira kata Dokter , setelah selesai memeriksa Dokter itu kembali ke ruangannya .
Baru beberapa saat pintu itu tertutup , tiba-tiba sudah terbuka lagi , ternyata itu Mommy Daddy dan Fira
" Kenapa bisa sampai seperti ini sayang , mana yang sakit . Siapa yang melakukan ini padamu nak " Mommy terlihat sangat mengkhawatirkan menantunya itu , begitupun dengan Daddy dan Fira . Setelah mengelus pucuk kepala Alea , Daddy duduk di sebelah Davian untuk menanyakan kejelasannya .
" Al sudah tidak apa - apa Mom , tidak usah khawatir " Alea menenangkan hati ibu mertuanya itu
" Dimana kamu mendapat luka itu Al , tadi Mommy dan Fira mau berkunjung ke Toko Kue kamu tapi tutup "
" Iya Mom , hari ini kami bertiga sengaja menutup Toko Kue . Niatnya untuk kita me time bertiga , jalan-jalan ke taman untuk bernostalgia bersama sambil bersantai ria . Eh nggak taunya malah ada sedikit musibah hehe " Brenda dan Ayana hanya tersenyum melihat hubungan Alea dan keluarga Davian ternyata sangat baik
" Kamu ini masih bisa tertawa . Bagaimana kabar kalian Brenda dan Ayana " tersenyum manis Mommy berikan untuk kedua sahabatnya itu
" Kami baik tante , maaf karena kami belum bisa menjaga Alea dengan baik Tan " sesal kedua gadis manis itu
" Hei jangan menyalahkan diri sendiri , namanya juga musibah . Yang penting Alea tidak apa-apa " ucap Mommy hangat pada kedua sahabat menantunya itu
Akhirnya kelima wanita berbeda usia itu terhanyut dalam obrolan hangat . Berbeda dengan tiga lelaki beda usia ini , mereka terlihat berbicara yang serius sekali .
Bersambung
Lalu bagaimana dengan Tuan besar dan Tuan Muda Alexander beserta para sekertarisnya itu ?
Bagaimana hasil penyelidikan Tante Ve beserta suaminya mengenai gelang miterius milik Alea ?
Ikuti terus kelanjuta kisah Alea ya , jangan lupa like dan vote nya ya guys .
Like Vote dan Komen kalian sangat berharga bagi author😍
Maafkan jika masih ada typo dalam penulisannya ya
__ADS_1
I Lope You banyak banyak ❤❤