
...π Happy Reading π...
..." Jangan mendustai diri sendiri untuk menyenangkan orang lain , jangan sampai sakitmu menjadi lelucon untuk orang yang ingin kamu senangkan ! " Aleandra Maheswari...
...πππππ...
Hari ini semua orang sudah bersiap sejak pagi . Sekertaris Al juga sudah menyiapkan mobil yang akan mereka bawa menuju Rumah Sakit
Setelah sarapan mereka bergegas berangkat , ada perasaan haru biru disana . Ada yang gelisah , khawatir , tidak nyaman dan macam-macam lainnya
Alea terlihat memikirkan sesuatu , tapi entah apa yang ada dalam benaknya itu . Davian masih setia duduk disampingnya sambil memegang lembut tangan Alea
Beberapa mobil sudah terparkir di tempat parkir Rumah Sakit elite . Mereka adalah rombongan Keluarga Alkendrick dan Alexander
Daddy Morgan langsung menuju ke ruangan Dokter kenalannya , dia tidak percaya Dokter lain . Bukan tidak percaya , tapi lebih ke rasa was-was saja
Setelah menunggu beberapa saat , pengambilan darah Alea dan Yoga dimulai . Hanya butuh waktu sebentar , setelahnya mereka bisa pulang . Hasil akan keluar dalam 2 pekan kata Dokter
" Terimakasih Alea atas semuanya , terimakasih juga untuk semua Keluarga Alkendrick atas jamuannya terhadap kami . Kami pamit dulu , 2 pekan lagi kami datang kesini " Yoga berbicara dengan tulus
" Sama - sama Om , hati - hati dijalan " Alea tersenyum manis
Setelah sedikit berbasa - basi mereka akhirnya pergi , semalam mereka sudah membereskan barang bawaannya . Sekalian dari rumah orang tua Aiko akan langsung pulang ke Kota Z
Rombongan mereka berpisah didepan Rumah Sakit . Keluarga Alexander akan berkunjung ke rumah Aiko , sedangkan Keluarga Alkendrick pulang ke Mansion
" Apa kamu lelah sayang , bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan ? " Davian bertanya pada istrinya
" Boleh , aku ingin ke pantai sayang . Ayo kita kesana " Alea terlihat girang , sebelum Davian menjawab Fira sudah menyerobot
" Asik ke pantai , aku ikut Kak . Ayok , aku ganti baju dulu " langsung berlari menuju ke kamar
Alea dan Davian hanya melongo lalu tertawa
" Kan aku cuma ngajakin kamu sayang . Kenapa juga Fira harus ikut "
" Nggak papa dong , kan enak sih jadi rame sayang "
" Tapi aku cuma mau berduaan sama kamu aja sayang "
" Ish dasar , kan Sekertaris Al juga ikut nanti gimana sih " Alea lalu berdiri dan berjalan menuju kamar untuk ganti baju , Davian menyusul dibelakang
__ADS_1
Akhirnya mereka berempat pergi kePantai bersama . Karena ini hari libur , banyak pengunjung disana . Bukan hanya orang dewasa , anak kecilpun ikut meramaikan suasana
" Wah ramai sekali ya Kak , ayo kita turun " Fira semangat menggandeng Alea . Alea juga tidak kalah semangat
Keempat orang itu berjalan ke sisi yang agak sepi . Disana sudah tersedia tikar yang diatasnya diberi payung besar . Itu cara marketing penjual , jadi siapa yang duduk ditikar itu harus beli sesuatu . Misalnya es kelapa muda atau camilan
Davian dan Al duduk ditikar , kemudian memesan 4 es kelapa muda dan camilan . Sedangkan Fira dan Alea bermain air didepan
" Besok perjalanan anda , semoga lancar dan ada kabar baik "
" Terimakasih sudah menyiapkan semuanya . Aku tidak menyangka bisa mencintai Aea secepat ini " tersenyum tipis sambil memandang Alea dan adiknya bermain air
" Saya ikut bahagia Tuan " Al ikut tersenyum lalu meminum es kelapa muda yang dia pesan
" Kamu tidak ingin mencari pasangan ? "
" Saya masih santai " Al menjawab sambil tersenyum
Setelah puas bermain air , Alea dan Fira mendatangi dua orang lelaki yang menemaninya tadi
" Ah , senang sekali . Aku sudah lama tidak bermain ke pantai sayang . Kenapa kamu tidak ikut bermain air sih , kan seru " Alea bertanya sambil meminum minumannya
" Kak Davian dan Kak Al kan takut air . Jadi ya wajar kalau gak mau ikut kesana "
" Kamu ini Fir , ayo cepat habiskan minuman dan camilannya . Sudah sore sebaiknya segera pulang " Davian melirik arlojinya , terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore
Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh , harus menempuh waktu 2 jam untuk sampai ke rumah . Lumayan jauh kan
Sampai dirumah Alea Davian dan Fira langsung menuju kamar untuk membersihkan badan . Sementara Sekertaris Al langsung pulang
Sekertaris Al merasa tenang karena akhir-akhir ini pekerjaan berjalan lancar dan tidak ada masalah
Apa sebaiknya aku juga mencari teman kencan ya , hah tapi siapa Batin Sekertaris Al
...πππππ...
Mobil yang dikendarai rombongan Yoga dan Aiko sudah sampai disebuah bangunan yang mewah . Namun lebih mewah kediaman mereka di Kota Z
Mobil berhenti didepan pintu gerbang , seirang security menanyakan identitas mereka . Berhubung dia security baru , jadi tidak tahu jika itu Aiko
" Maaf ada keperluan apa anda kemari ? " tanya security itu
__ADS_1
" Kami ingin bertemu dengan Nyonya Lisa dan Tuan Frans " Aiko menjawab dengan sedikit bergetar , lama dia tidak menyebut nama kedua orangtuanya
" Apa anda sudah punya janji sebelumnya ? "
" Belum , tolong katakan saja jika Aiko ingin bertemu " Aiko menjawab dengan suara rendah . Dia khawatir kedatangannya ditolak
" Baiklah tunggu sebentar " Security langsung memberi kabar kepala pelayan didalam , setelah berbicara cukup lama akhirnya panggilan yang dilakuka Security itu selesai
" Maaf Nyonya Aiko , saya tidak tahu jika anda Putri keluarga ini . Silahkan masuk " menundukkan kepalanya lalu memencet tombol buka otomatis
Pintu terbuka , mobil memasuki pelataran rumah Aiko . Masih seperti dulu , ucap Aiko dalam hatinya
Bik Sih kepala pelayan menyambut kedatangan mereka . Sedangkan Lisa sedang meminum obatnya dikamar , dia akan turun sebentar lagi . Frans sedang berada dikantornya , dan sudah dalam perjalanan pulang
Mendengar anak perempuannya pulang Frans langsung bergegas , masih dengan sisa amarah dihatinya
Setelah lebih dari 20 tahun pergi meninggalkan rumah , akhirnya pulang juga . Apa masih ingat dengan orang tua , begitu kira-kira yang dipikiran Frans
Dia lupa kepergian anaknya adalah hasil dari keegoisan dirinya sendiri . Bagaimana bisa dia mau menjual anaknya demi perusahaan . Apa uang lebih penting dari kebahagiaan anaknya sendiri
" Lama tidak berjumpa Nona Aiko , silahkan masuk " masih ramah seperti dulu , Bik Sih sangat menyayangi Aiko
" Aku kangen Bibi , Bibi masih terlihat sehat sekali " tersenyum manis pada Aiko
" Ayo silahkan duduk dulu semuanya , sebentar lagi Nyonya Lisa turun . Beliau sedang meminum obatnya " Bik Sih lalu pergi ke dapur , menyuruh para pelayan untuk membuatkan minuman dan juga camilan
Tak butuh waktu lama , para pelayan datang membawa nampan berisi minuman dan juga camilan ringan
Yoga dan yang lainnya melihat kondisi didalam rumah Aiko . Bukan rumah orang biasa , keluarga Aiko tergolong cukup kaya . Banyak perabotan mahal didalamnya
Saat melihat foto keluarga yang terpampang dengan begitu jelas , Yoga nampak berkerut . Kenapa tidak ada foto istrinya disana . Apakah sebegitu benci orang tua Aiko pada istinya itu
Lisa masih berada di tangga , melihat Aiko bersama suami , anak dan para Sekertarisnya membuat Lisa menitikkan air mata . Perawat yang melihat itu hanya mampu mengusap punggung Lisa
Bersambung
Terimakasih buat kalian yang sudah mampir ya β€
Maaf jika masih ada typo dalam penulisannyaπ
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian β€
__ADS_1